PENGERTIAN INDERA

By On Monday, March 31st, 2014 Categories : Kesehatan, Review

PENGERTIAN INDERA – Memberi kemungkinan kepada makhluk hidup untuk belajar, mengenal, dan berinteraksi de­ngan lingkungannya. Pada dasarnya, sistem penginderaan terdiri atas sekelompok sel penerima rang­sang (reseptor), serabut saraf yang menghubungkan sel-sel reseptor dengan otak, dan bagian otak yang me­nafsirkan rangsang tersebut. Sel-sel penerima rangsang merupakan bagian dari sistem penginderaan yang biasanya mengadakan kontak dengan dunia luar. Rangsangan dari luar ini dihantarkan oleh serabut saraf ke otak untuk kemudian ditafsirkan dan di­pahami.
Menurut Aristoteles, terdapat lima macam indera, yaitu indera penglihatan, pendengaran, penciuman, indera raba dan rasa. Selain itu terdapat klasifikasi lain berdasarkan anatomi, yang menggolongkan indera ke dalam empat jenis, yaitu: (1) indera khusus, yang meliputi indera penglihatan, pendengaran, penciuman, keseimbangan, dan rasa; (2) indera kulit, yang ber­kaitan dengan sensasi raba, nyeri, dan suhu; (3) indera dalam, yang berkenaan dengan rasa nyeri yang dalam atau rasa tertekan pada jaringan di bawah kulit, misal­nya otot, sendi, tendon; (4) indera visceral yang ber­kaitan dengan sensasi dari organ dalam.
Sel-sel reseptor organ indera dirangsang oleh jenis rangsang tertentu. Misalnya rangsangan untuk pen­ciuman diduga berupa pendinginan selektif sel resep­tor oleh molekul-molekul zat yang berbau, sedangkan ion hidrogen diduga berperan sebagai rangsang untuk rasa asam. Berbeda dengan sel reseptor yang dirang­sang oleh rangsang yang berlainan, serabut saraf peng­hantar rangsang mempunyai sifat yang sama. Semua jenis rangsang yang masuk ke dalam saraf peng­hantar akan diubah menjadi impuls-impuls listrik. Tingkat kekuatan rangsang tidak mempengaruhi lama­nya masa laten, yaitu kurun waktu dari saat rangsang diberikan sampai timbul aktivitas saraf. Kekuatan rangsang hanya mempengaruhi frekuensi aktivitas saraf. Semakin lemah rangsangnya, semakin rendah frekuensi aktivitas saraf, namun besar aktifitasnya tetap sama.
Pada rangsangan yang terus-menerus dan lama da­pat terjadi adaptasi terhadap rangsang. Dengan ada­nya adaptasi ini, indera menjadi tidak peka terhadap rangsang tersebut. Salah satu contoh adaptasi ialah berkurangnya penginderaan bau yang tidak sedap bila seseorang tinggal di tempat yang berbau tersebut da­lam waktu yang cukup lama.

PENGERTIAN INDERA | ok-review | 4.5