PENGERTIAN IMPERATIF KATEGORIS

By On Sunday, March 30th, 2014 Categories : Filsafat

PENGERTIAN IMPERATIF KATEGORIS – Berarti norma yang tidak membutuhkan argumentasi. Perintah ini bersifat wa­jib tanpa syarat. Pada tahun 1785 I. Kant menerbit­kan karyanya berjudul Grundlegung zur Metaphysik der Sitten yang dikoreksi di dalam Kritik der prak- tischen Vernunft (1788). Karya ini memperlihatkan imperatif kategoris, yaitu memperlihatkan dan mene­tapkan suatu prinsip moral yang utama.
Ia mengatakan bahwa manusia ciptaan yang sete­ngah sensual dan setengah rasional. Banyak tindakan manusia diakibatkan dorongan sensual, tetapi ada pu­la tindakan rasio yang memegang peran utama, yaitu kelompok tindakan moral. Tindakan ini dilakukan bu­kan karena tujuan pokok yang hendak dicapai, tetapi karena prinsip yang terkandung di dalamnya. Nilai tindakan moral tidak terletak dalam tujuan yang hen­dak dicapai, tetapi di dalam kaidah yang berlaku se­cara subjektif {maxim). Tercapainya tujuan tindakan saya tidak seluruhnya bergantung pada saya. Tindak­an saya tidak bisa disebut baik atau buruk berdasar­kan akibat yang timbul. Tetapi saya dapat membuat orang lain yakin bahwa prinsip subjektif tindakan saya sesuai dengan tuntutan moralitas. Untuk ini saya ha­nya harus bertanya pada diri sendiri, apakah saya sungguh-sungguh menginginkan bahwa prinsip sub­jektif ini berlaku umum; artinya, prinsip ini tidak hanya berlaku bagi tindakan saya, tetapi juga bagi tin­dakan setiap orang dalam situasi seperti yang saya alami. Yang penting adalah bahwa suatu tindakan yang bersifat wajib secara moral, juga menjadi wajib dalam praktik. Dengan demikian tindakan moral tidak berlaku karena tujuan yang dikendaki, tetapi dengan sendirinya, karena wajib.
Pandangan di atas dapat dirumuskan sebagai: “Kamu bisa, karena kamu harus!” Secara umum imperatif ini dapat dirumuskan: “Bertindaklah se­demikian rupa sehingga prinsip subjektif yang men­jadi dasar bagi saya untuk bertindak dapat menjadi norma umum bagi setiap orang di dalam situasi saya.”
Agar lebih jelas imperatif kategoris dibedakan dari imperatif hipotetis yang beranggapan bahwa norma harus dipatuhi jika orang ingin mencapai sesuatu. Dalam imperatif hipotetis selalu ada syarat yang menyertai kewajiban. Di dalam imperatif kategoris “jika” (syarat) itu tidak ada. Perintah berlaku dengan sendirinya, karena wajib.

PENGERTIAN IMPERATIF KATEGORIS | ok-review | 4.5