PENGERTIAN IMOGIRI

By On Sunday, March 30th, 2014 Categories : Antropologi, Review

PENGERTIAN IMOGIRI – Terkenal sebagai tempat pemakaman raja- raja Kesultanan Yogyakarta dan Kesunanan Surakarta sejak Sultan Agung (1613-1645) sampai sekarang. Makam itu terletak sekitar 2 kilometer sebelah timur kota Imogiri, kota kecamatan yang terletak sekitar 17 kilometer di sebelah tenggara Yogyakarta, di Kabupaten Bantul. Terakhir yang dimakamkan di sini adalah Sultan Ha- rr.engku Buwono IX. Makam ini tertutup di bulan Ramadan.
Imogiri berasal dari kata “Imo” (hima) yang arti­nya salju dan “giri” yang artinya gunung, lambang kesucian dan kebersihan. Imogiri bagian timur ter­masuk daerah Surakarta dan bagian baratnya ter­masuk wilayah Yogyakarta. Akibatnya juru kunci ma­kam itu sebagian pegawai keraton Surakarta dan yang lainnya pegawai keraton Yogyakarta. Kota ini menarik banyak pengunjung dan peziarah dari berbagai dae­rah.
Kompleks itu terletak di atas bukit dengan 345 anak tangga. Tempat makam itu dibagi atas beberapa petak berupa “teras”, dan tiap petak dikelilingi tembok de­ngan gerbang terkunci. Di kaki bukit terdapat mes­jid, dan disediakan pendopo tempat orang melepaskan lelah.
Biasanya peziarah datang pada hari Senin dan Ju­mat. Peziarah dari keraton berpakaian resmi lengkap dengan keris di pinggang. Sebelum naik tangga, orang membersihkan badan dan bertukar pakaian sebagai warga yang akan menghadap rajanya. Pada puncak tangga, terdapat gapura dari batu merah, disebut Gapura Sapit Urang, yang bentuknya menyerupai gapura Bali. Di sebelah dalam, ada lagi gerbang besar yang bergaya peralihan Hindu Jawa ke Islam. Di de­katnya terdapat dua buah gentong (guci) air besar, yang masing-masing mempunyai papan bertuliskan: Kiai Mendung dari Ngerum dan Nyai Siem dari Siam. Di sebelah kiri disediakan pendopo untuk orang yang akan berziarah ke makam raja-raja Yogyakarta, dan di sebelah kanannya untuk orang yang akan berziarah ke makam raja Surakarta.
Bila masuk ke tempat makam itu, sebagaimana la­zim dilakukan oleh para kawula raja-raja tersebut keti­ka masuk istana, kaum pria harus menanggalkan baju. Kaum wanita biasanya memakai angkin (kain dada). Mereka yang tidak berpakaian Jawa dan akan turut berjiarah, dapat menyewa pakaian dari orang-orang yang menawarkan di dekat Gerbang Sapit Urang.

PENGERTIAN IMOGIRI | ok-review | 4.5