PENGERTIAN IMATERIALISME

By On Sunday, March 30th, 2014 Categories : Filsafat, Review

PENGERTIAN IMATERIALISME – Ajaran yang menolak adanya rea­litas material atau realitas badani. Ada yang menye­butnya “idealisme murni”. Imaterialisme adalah nama yang menjadi tesis pokok filsafat George Berkeley (1685-1753) dan merupakan teori paling utama dari teori kaum idealis, karena untuk membuktikan bah­wa substansi material itu tidak ada, cara paling efek­tif serta spektakuler adalah dengan menyangkal mate­rialisme. Bila tidak ada substansi material, materi ti­dak bisa menjadi dasar dari apa saja yang ada.
Imaterialisme didukung oleh dua jenis argumen uta­ma. Yang pertama disebut argumen metafisis. Argu­men ini berpendapat bahwa tidak mungkin materi pa­da diri sendiri merupakan kenyataan sesungguhnya. Yang kedua, argumen epistemologis, mengatakan bah­wa hal-hal seperti warna, rupa, dan suara yang pada hakikatnya sebagai objek material berdiri sendiri, se­sungguhnya merupakan kualitas yang dapat ditang­kap dengan indera dan yang hanya ada sejauh dirasa­kan atau ditangkap oleh indera tersebut.
Argumen metafisis terutama ditemukan dalam idea­lisme metafisis Wilhelm Gottfried Leibniz (1646-1716) dengan tesis utama: materi sesungguhnya merupakan gabungan, karena itu tidak bisa disebut realitas sub- stansial-independen. Substansi sesungguhnya berdiri sendiri dan yang aktif adalah monade. Alam semesta terdiri atas aneka ragam monade yang jumlah serta rupanya tidak berhingga. Monade ini merupakan pu­sat kegiatan, terutama dalam arti kesadaran akan di­ri sendiri.
Walau tidak sungguh-sungguh eksplisit, menurut Leibniz ruang dan waktu merupakan konstruksi men­tal dan benda-benda material lebih merupakan penam­pakan daripada substansi sesungguhnya.
Argumen epistemologis yang mendukung imateria­lisme paling jelas terlihat di dalam filsafat Berkeley. Argumen dasarnya sebagai berikut: apa yang kita tangkap secara langsung adalah kesan atau idea dan kesan serta idea itulah yang merupakan objek sesung­guhnya dari persepsi kita. Berkeley menyebutnya Esse estpercipi. Apa yang disebut benda fisik, sesungguh­nya hanyalah kumpulan kesan atau idea yang kemu­dian diatur akal. Pengalaman memang merupakan da­sar dan dapat dipercaya, tetapi materi ditolak karena yang disampaikan oleh indera kepada kita bukanlah substansi material, melainkan idea. Apa yang ditang­kap secara langsung adalah idea yang dihasilkan da­lam akal budi melalui substansi material. Dengan de­mikian substansi material hanya dapat ditangkap se­cara tidak langsung.

PENGERTIAN IMATERIALISME | ok-review | 4.5