PENGERTIAN IMAM PRAJA

By On Sunday, March 30th, 2014 Categories : Filsafat

PENGERTIAN IMAM PRAJA – Atau romo praja, adalah imam yang hidup di tengah-tengah umatnya dalam dunia profan atau saeculum (bahasa Latin) atau praja (negeri, ko­ta). Karena itu imam praja disebut juga imam sekulir. Imam praja tidak hidup dalam biara atau rumah kongregasi, tetapi terikat pada keuskupan atau dio­ses tertentu, karena itu disebut juga imam diosesan.
Imam praja berjanji taat kepada uskupnya serta ti­dak akan menikah (selibat) dan biasanya mengurus umat paroki. Karena ia melibatkan diri pada keuskup­an tertentu, maka imam praja semestinya dekat de­ngan masyarakat keuskupan itu dengan segala warna dan kondisinya, agar dapat melayani mereka sebaik- baiknya. Kekhususan spiritualitasnya terletak pada ke­hadiran dan penggembalaan di tengah-tengah dunia konkret ini (entah masyarakat kota, tani, nelayan atau bahkan pengembara).
Pada tahun 1942, empat imam sekulir pribumi yang pertama ditahbiskan oleh Mgr A. Soegijapranata S. J.
Selama Perang Pasifik ditahbiskan imam-imam sekulir lain untuk melayani umat di berbagai keuskupan yang semua misionaris Belandanya diinternir. Sejak tahun 1950-an diadakan Unio imam diosesan pada tingkat keuskupan yang pada tahun 1983 bergabung di Unio Indonesia, yang menjadi anggota Unio Apostolica Cleri (Paris 1986). Pada tahun 1987 terdapat 389 imam praja yang berkarya di Indonesia.

PENGERTIAN IMAM PRAJA | ok-review | 4.5