PENGERTIAN ILUSI KENDALI

By On Saturday, November 23rd, 2013 Categories : Psikologi

Kita telah melihat bagaimana manusia cenderung mengubah dan memutarbalikkan dunia sosial secara perseptual menjadi sesuatu “yang lebih teratur, terorganisasi, dapat diramalkan, dan masuk akal ketimbang keadaan sebenarnya. Mereka melakukannya melalui berbagai cara yang terus terang, yaitu pertama-tama menggunakan berbagai kesan, skema, tulisan, distorsi atribusional, dan serangkaian variasi mekanisme kognitif lainnya. Tetapi orang tidak hanya melihat dunia sebagai lebih teratur dari keadaan sebenarnya. Mereka juga memutarbalikkannya ke arah yang lebih dapat dikendalikan. Secara sistematik mereka menilai secara berlebihan kendali mereka atas berbagai peristiwa, dan merendahkan peranan yang bersifat kebetulan atau faktor yang tidak dapat dikendalikan. Langer (1975) mengacu hal ini sebagai ilusi kendali. Memang sebutan itu terlampau berlebihan, karena dia lebih menyerupai distorsi sistematik dari sesuatu yang pantas daripada tiadanya kontak sama sekali dengan kenyataan. Tetapi distorsi semacam itu telah diperagakan dalam berbagai cara yang menarik.
Eksperimen khusus telah mengarahkan subjek agar melebih-lebihkan kendali mereka atas hasil kebetulan. Contohnya, Wortman (1975) meletakkan dua kelereng berlainan dalam sebuah kaleng dan memberitahukan para subjek bahwa masing-masing kelereng mempunyai harga yang berlainan. Beberapa subjek diberitahu kelereng mana yang sesuai dengan harga yang mereka inginkan, dan orang lainnya tidak diberitahu. Kemudian, diantara subjek, ada yang memilih dan ada yang diberi, tanpa diperbolehkan melihat kelereng mana itu. Tidak terdapat kemungkinan mereka untuk mengendalikan hasil yang sesungguhnya. Walau demikian, jika mereka tahu sebelumnya kelereng mana yang cocok dengan harga yang mereka inginkan dan diijinkan memilih kelerengnya, mereka beranggapan bahwa mereka lebih bertanggung jawab atas hasilnya dibandingkan dengan jika mereka hanya diberi saja. Mereka mempunyai ilusi kendali. Bentuk lain dari ilusi ini ialah bahwa secara konsisten orang senantiasa melebih-lebihkan sumbangannya kepada kegiatan gotong-royong. Ross & Sicoly (1979) melakukan beberapa telaah mengenai penilaian pasangan suami istri tentang sumbangan relatif kepada kegiatan gotong royong, penilaian pemain basket perguruan tinggi terhadap peranannya dalam pertandingan baru-baru ini, dan penilaian lulusan perguruan tinggi terhadap sumbangan mereka dalam tesis kesarjanaannya. Dalam masing-masing kasus, orang melebih-lebihkan sumbangannya. Thompson dan Kelley (1981) menemukan hal yang sama: Setiap anggota pasangan secara konsisten mengatakan bahwa dia mempunyai tanggung jawab lebih dari setengah bagian dalam kegiatan sejenis seperti misalnya melakukan percakapan ketika mereka berduaan, menunggu orang lain, memecahkan konflik, peka terhadap kebutuhan pihak yang lain. Harus dicatat bahwa penilaian berlebihan atas peranan seseorang tidaklah terbatas kepada kegiatan sosial saja. Masing-masing anggota pasangan juga menilai lebih peranannya dalam membuat argumentasi. Dalam semua kasus, nampaknya orang hanya melebih-lebihkan kendali mereka sendiri atas kegiatan yang dilakukan dalam kerjasama dengan orang lain.

PENGERTIAN ILUSI KENDALI | ok-review | 4.5