PENGERTIAN ILMU EKONOMI EKSPERIMEN

By On Monday, October 21st, 2013 Categories : Ekonomi

Adakalanya eksperimen laboratorium sulit diterapkan, seperti yang sering terjadi pada ilmu ekonomi yang kompleks dan selalu berubah-ubah itu. Namun kini ekonomi eksperimental telah menjadi perangkat riset yang mapan bagi ilmu ekonomi secara umum. Awalnya, hal itu bertolak dari hasil-hasil studi perilaku pilihan individu. Tatkala para ekonom memusatkan perhatiannya pada teori-teori mikroekonomi, yang bertumpu pada preferensi-preferensi individu, mereka menyadari bahwa hal tersebut sulit dipelajari dalam lingkungan alamiah sehingga dirasakan perlunya merumuskan wahana laboratorium untuk itu. Pada 1944 terbit Theory of Games and Economic Behavior karya Neumann dan Margenstern yang kian memacu minat eksperimentasi. Teori harapan kepuasan (expected utility theory) yang mereka ajukan memberi wawasan baru terhadap eksperimen pilihan individu (individual choice). Sementara itu, teori permainan dan prediksi-prediksinya juga kian maju sehingga berkembanglah berbagai literatur baru mengenai perilaku tawar-menawar, penyediaan barang publik, serta koordinasi, penyeimbangan dan dampak-dampak aneka aturan dalam organisasi pasar. Pengujian awal formal atas teori-teori pilihan individu dapat ditemukan pada tulisan L. L. Thurstone (1931) yang menggunakan teknik-teknik eksperimental (lazim ditemukan dalam psikologi) untuk mengetahui apakah kurva indiferen yang melambangkan preferensi-preferensi itu bisa secara koheren mengorganisir pilihan-pilihan individu (ia menyimpulkannya bisa). Teori harapan kepuasan (expected utility theory) mengajukan prediksi-prediksi yang lebih gamblang sehingga pengujiannya lebih mudah dilakukan. Sejumlah eksperimen rintisan (misalnya Mosteller dan Nogee, 1951) mendukung kesimpulan yang mengatakan bahwa teori utilitas merupakan wahana yang memadai untuk mengira-ngira perilaku, meskipun teori ini juga tak luput dari keterbatasan (lihat misalnya, Allais, 1953).
Survei komprehensif mengenai hal ini disajikan oleh Camerer (1955). Eksperimen awal terhadap teori permanen dilakukan oleh Melvin Dresher dan Merrill Flood pada 1950 (1995), khususnya terhadap 6 “dilema tahanan” {prisoners’ dilemma). Ternyata teori ini memang cocok untuk mempelajari perilaku, walaupun kasus penyimpangannya cukup banyak. Teori ini diterapkan pula pada studi tentang pengadaan barang publik, yang surveynya telah dilakukan Ledyard (1995). Masalah unik dalam teori permainan adalah adanya ekuilibrium majemuk, di mana para pelakunya harus memadukan harapan/perkiraan dengan tindakan-tindakannya. Eksperimen awal tentang hal ini dikerjakan oleh Thomas Schelling (1960). Tawar-menawar (bargaining)adalah kategori persoalan tersendiri yang penting, di mana koordinasi harapan menjadi esensinya, sekaligus subjek sorotan teori dalam eksperimen. Survey modernnya dimuat dalam Oachs dan Roth. Eksperimen sangat berguna untuk mengisolasikan dampak-dampak aturan main tertentu yang harus diorganisir pasar (misalnya temak dan bunga dilelang berdasarkan aturan yang berbeda, dan komoditinya pun berbeda sehingga harus ada kajian masing-masing). Chamberlin (1948) memperkenalkan suatu disain (yang kini sering dipakai dalam eksperimen) pasar komoditi rekaan, di mana perilaku pembeli dan penjual dapat diamati dalam berbagai kemungkinan aturan main (sesuai organisasi pasarnya) dan satu sama lain dapat dibandingkan. Kagel (1995) mensurvei kepustakaan modern tentang lelang. Sunder (1995) menyoroti pasar-pasar komoditi (misalnya pasar uang dan pasar modal) di mana informasi memainkan peran yang seingat penting. Sementara itu Holt (1995) mensurvei berbagai eksperimen dalam organisasi industri secara umum. Karya-karya moderen telah mendekati pemahaman tentang kapan prediksi ekuilibrium bisa dideskripsikan, dan kapan hal itu tak bisa dilakukan. Metode eksperimental telah membantu bangkjtnya minat terhadap teori-teori belajar dan adaptasi, yang kontras dengan teori-teori ekuilibrium statis. Kajian umum mengenai ilmu ekonomi eksperimental, termasuk ulasan mengenai perkembangan atau sejarahnya, termuat dalam Roth.

PENGERTIAN ILMU EKONOMI EKSPERIMEN | ok-review | 4.5