PENGERTIAN ILIAS DAN ODISEA (Iliad dan Odyssey)

By On Saturday, March 29th, 2014 Categories : Review

PENGERTIAN ILIAS DAN ODISEA (Iliad dan Odyssey)
Puisi epik Yunani Kuno yang tertua. Ilias berasal dari kata Ilios atau Ilium, yaitu kota Troya di pantai Asia Kecil. Di­sebut demikian karena cerita epik itu mengisahkan pengepungan kota Troya oleh tentara Yunani. Odi- sea mengisahkan pengembaraan Ulysses atau Odiseus kembali ke Yunani setelah selesai Perang Troya.
Epos pertama, Ilias, berdasarkan kisah Perang Trova, tetapi tidak menceritakan peperangan tersebut, perang Troya hanya dipakai sebagai latar belakang, plot pokok epos ini bermula dengan kemarahan Achil­les, pahlawan Yunani, karena direndahkan oleh pang­lima Yunani lainnya, Agamemnon. Agamemnon telah merebut Breisi, gadis hadiah pertempuran milik Achil­les dan menyepelekan kedudukan Achilles dalam pe­perangan ini. Achilles mengundurkan diri dari pe­perangan, dengan akibat kekalahan terus-menerus di pihak Yunani. Sahabat Achilles, Patrolkos, gugur dalam pertempuran oleh pahlawan Troya, Hektor. Achilles kembali ke medan perang untuk memba­las kematian sahabatnya. Dalam pertempuran seru, Achilles berhasil menewaskan Hektor. Epos ini ber­akhir dengan penebusan jasad Hektor oleh ayahnya, raja Troya, Priamus.
Tema epos ini adalah kemurkaan Achilles yang di­susun penyairnya dalam tanjakan dramatik yang in­dah. Yang mencolok pada karya sastra ini adalah lu­kisan pertempuran dan perdebatan antara panglima. Gambaran pertempuran menunjukkan kemahiran pe­nyairnya, Homeros, dalam pengetahuan militer. Per­debatan dalam sidang menunjukkan penguasaan reto­rika oleh Homeros. Seni retorika ini ditunjukkan da­lam adegan pidato atau percakapan panjang para to­kohnya, seperti dalam adegan Helena di tengah kaum lekaki tua Troya, adegan perpisahan Hektor sebelum berangkat perang dengan istrinya Andromakh, adegan pembikinan perisai Achilles, adegan penebusan jasad Hektor oleh ayahnya.
Banyak pendapat yang menyangkut kapan epos ini ditulis. Ada yang menyebut abad ke-8 SM, ada pula yang menyebut tahun 850 SM. Juga mengenai siapa penulis epos ini terdapat dua pendapat. Pendapat per­tama menyebutkan bahwa penulisnya sebagian besar penyair yang mewarisi tradisi epos ini selama berabad- abad dan kemudian menyusunnya dalam bentuknya sekarang. Tetapi ada yang berpendapat bahwa pe­nyairnya memang hanya satu orang, yaitu Homeros. Hal ini didasarkan pada gaya penulisan yang konsis­ten dan informasi budaya sejaman. Perang Troya sen­diri adalah kejadian historis yang terjadi berulang kali. Diduga yang menjadi dasar epos ini adalah peperang­an dalam abad ke-14 SM.
Epos kedua mengisahkan petualangan Odiseus pu­lang ke negaranya Yunani. Karena kesalahan kecil pa­ra dewa, ia dikutuk mengembara jauh serta mengala­mi berbagai peristiwa aneh. Akhirnya Odiseus sam­pai juga ke tanah airnya dan berjumpa kembali de­ngan istrinya yang setia menunggu, Penelope, serta putranya Telemakos.
Gaya Homeros adalah sederhana, langsung dan realistis, sehingga mengesankan kebesaran dan kemu­liaan sebuah gaya. Homeros sendiri memperlakukan bahan ceritanya secara objektif sehingga sedikit se­kali diketahui pribadi penyairnya dalam karya ini. Gaya demikian kemudian ditiru banyak penulis sam­pai jaman Romawi. Epos Romawi yang terkenal, Aeneas, karya Virgilius, meniru gaya ini. Kedua epos ini sangat berpengaruh dalam sastra Eropa, karena merupakan karya sastra epos tertua di Eropa.
Epos ini belum pernah diterjemahkan ke dalam ba­hasa Indonesia. Sebuah terjemahan pernah dikerjakan oleh penyair Saini K.M. dalam sebuah surat ka­bar di Bandung, tetapi berdasarkan karya W.H.D. Rouse yang berbentuk prosa (penceritaan kembali atau parafrase epos asli) pada tahun 1960-an.

PENGERTIAN ILIAS DAN ODISEA (Iliad dan Odyssey) | ok-review | 4.5