PENGERTIAN IKATAN PENCAK SILAT INDONESIA (IPSI)

By On Friday, March 28th, 2014 Categories : Kesehatan, Review

PENGERTIAN IKATAN PENCAK SILAT INDONESIA (IPSI). Me­rupakan induk organisasi nasional berbagai aliran pen­cak silat di Indonesia. Semula nama organisasi itu ada­lah Ikatan Pencak Silat Seluruh Indonesia. Nama itu dicetuskan dalam rapat pertama Panitia Persiapan Persatuan Pencak Silat, 18 Mei 1948 di Surakarta, Jawa Tengah. Lima belas pencinta pencak silat dan satu wakil dari Kementerian Pendidikan, Pengajaran dan Kebudayaan, ketika itu memutuskan mengang­kat Mr. Wongsonegoro sebagai ketua umum IPSSI. Dua tahun kemudian, tahun 1950, IPSSI berganti nama menjadi IPSI.
Sejarah pertumbuhan IPSI sejak tahun 1948 dibagi dalam empat periode, yakni periode perintisan (1948- 1955), periode konsolidasi pemantapan (1955-1973), periode pengembangan (1973-1980), dan periode pem­binaan (1980- ).
Pada periode perintisan, pada tahun 1952 IPSI membentuk Lembaga Pencak Silat yang tugasnya ialah menghimpun bahan-bahan pencak silat dan memberikan pelajaran pencak silat bagi para peng­gemarnya. Saat itu kedudukan Lembaga Pencak Silat berada dalam wewenang Kementerian Pendidikan, Pengajaran dan kebudayaan.
Pencak silat ditampilkan sebagai nomor demonstrasi sejak Pekan Olahraga Nasional (PON) III di Medan, Sumatra Utara. Pada tahun 1955, untuk pertama ka­linya pencak silat diikutsertakan dalam misi kebudaya­an Indonesia ke beberapa negara, antara lain Cekos- lowakia, Polandia, Hungaria, dan Kairo.
IPSI pada periode konsolidasi dan pemantapan, yakni pada tahun 1961, bersama Djawatan Pendidikan Jasmani PP & K menyelenggarakan seminar pencak silat. Dalam Asian Games IV di Jakarta, tahun 1962, diselenggarakan demonstrasi senam massal pencak si­lat dari IPSI Bandung. Dalam PON 1969 juga dilang­sungkan demonstrasi pertandingan pencak silat.
Baru pada PON VIII, Jakar a, 1973, pencak silat diterima sebagai cabang olahraga yang sejajar dengan cabang olahraga bela diri lainnya. Pertandingan per­tama itu diikuti 128 atlet (106 putra dan 22 putri) dari 15 daerah.
Pada periode “pengembangan” IPSI melangkah le­bih jauh, membentuk Persilat (Persatuan Pencak Silat Antarbangsa) dengan ketua Eddie M. Nalapraya, yang sampai tahun 1989 masih menjabat ketua umum PB IPSI. Persilat lahir dari konferensi yang diselenggara­kan di Jakarta, September 1979. Anggota persilat ter­diri atas Indonesia, Singapura, Malaysia, dan Brunei Darussalam. Pencak silat sebagai nomor eksibisi ditampilkan da­lam SEA Games X di Jakarta. Pada bulan Agustus 1981 diselenggarakan pertemuan Persilat dan Pesta Silat Kebangsaan di Singapura. Tahun 1982 PB IPSI sebagai tuan rumah melangsungkan Invitasi Pencak Silat Internasional I di Jakarta, diikuti tujuh negara, yaitu Indonesia, Singapura, Malaysia, Belanda, Jer­man barat, Amerika, dan Australia.
Invitasi dan festival pencak silat internasional II, berlangsung di Jakarta tahun 1984 dengan 10 negara peserta. Tahun 1986 dilangsungkan invitasi dan fes­tival pencak silat internasional III di Wina, Austria, diikuti oleh 14 negara. Pada SEA Games XIV, 1987, pencak silat untuk pertama kalinya dipertandingkan, antara lima negara, yakni Indonesia, Malaysia, Singa­pura, Thailand, dan Brunei Darussalam. Pada saat itu, secara resmi Thailand dan Brunei Darussalam di­terima sebagai anggota Persilat.
IPSI menganggap pencak silat sebagai warisan bu­daya bangsa Indonesia yang mempunyai empat aspek, yakni aspek mental spiritual, bela diri, seni budaya dan olahraga. Untuk memahami arti pencak silat, orang dituntut mempelajari semua aspek tersebut se­cara Utuh.

PENGERTIAN IKATAN PENCAK SILAT INDONESIA (IPSI) | ok-review | 4.5