PENGERTIAN IJMA

By On Tuesday, March 25th, 2014 Categories : Antropologi

PENGERTIAN IJMA. Berarti kesepakatan, adalah kebulatan pen­dapat dari semua mujtahid pada suatu masa tentang masalah hukum agama. Ijma dibagi atas dua tingkat­an, yaitu ijma qawli dan ijma sukuti. Ijma qawli adalah kesepakatan para mujtahid yang secara jelas dikemukakan baik melalui pernyataan lisan maupun tertulis. Ijma ini dinamakan juga ijma bayani (kesepakatan yang jelas) atau ijma qath’i (ke­sepakatan yang tegas). Adapun Ijma sukuti adalah pendapat seorang mujtahid yang tidak dibantah oleh mujtahid lainnya. Karena itu dapat dikatakan bahwa ijma qawli merupakan kesepakatan aktif dan ijma sukuti kesepakatan pasif.
Kemungkinan adanya ijma seperti definisi di atas sulit dibayangkan. Karena itu di kalangan ulama Islam dibahas juga bentuk-bentuk ijma lainnya, yaitu (1) ijma sahabat, kesepakatan di antara sahabat Nabi; (2) ijma khalifah yang empat, kesepakatan antara Abu Bakr, Umar ibnu ‘l-Khaththab, Usman bin Affan, dan Ali bin Abi Thalib; (3) ijma antara Abu Bakr dan 1 uar ibnu ‘l-Khaththab; (4) ijma ulama Madinah; (5) ijma ulama Kufah dan Basrah; (6) ijma ithrah atau ijma ahlu ‘1-bait, kesepakatan di kalangan ulama ke­turunan Nabi. Ijma bentuk terakhir ini hanya berlaku di kalangan muslim Syiah.
Para ulama modern membahas pula ijma bentuk lain, yaitu ijma ahlu ‘1-hilli wa ‘l-‘aqdi, yaitu ke­sepakatan para ulama, sarjana, dan pemuka Islam. Ijma ini bersifat internasional dan nasional, bahkan lokal. Sebagian ulama memberikan pengertian lebih khusus dengan menetapkan bahwa lembaga legislatif negara Islam dapat dianggap sebagai ahlu ‘1-hilli wa ‘l-‘aqdi yang berwenang membuat ijma.

PENGERTIAN IJMA | ok-review | 4.5