PENGERTIAN IDEALISME

By On Saturday, March 22nd, 2014 Categories : Filsafat

Dari kata Yunani idea yang berarti se­suatu yang terlihat, adalah penglihatan akan sesuatu. Idealisme umumnya diterapkan pada suatu sistem atau ajaran yang beranggapan bahwa prinsip atau dasar segala sesuatu adalah idea. Dalam arti luas, idealisme adalah pandangan praktis dan teoretis yang menekan­kan pikiran (jiwa, roh, atau hidup). Idealisme dilawan­kan dengan materialisme. Jika materialisme menekan­kan ciri keterbatasan (ruang), pemetaan, jasmaniah, penginderaan, bebas-nilai, faktual dan mekanistik; sebaliknya idealisme melampaui batas-batas, tak ter­gambarkan, tidak jasmaniah, mengatasi yang indera­wi, normatif dan teleologis.
Istilah idealisme masuk ke dalam perbendaharaan filsafat pada abad ke-18. Leibniz dalam karyanya Res­ponse aux reflexions de Bayle menyatakan bahwa kaum idealis adalah filsuf yang menentang materialis­me, misalnya Plato dan dia sendiri. Karena itu idealis­me dapat diartikan: (a) teori tentang idea baik dalam ajaran Plato, termasuk pengaruh Plato terhadap pe­mikiran kristiani, khususnya para skolastik; dan (b) ajaran yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan dari Rene Descartes atau John Locke. Dalam anggapan mereka idea, yakni objek langsung dari pengenalan manusiawi, adalah subjek yang dimiliki secara pribadi. Istilah idealisme menjadi sangat populer berkat jasa immanuel Kant yang menyebut pandangannya tentang ilmu pengetahuan sebagai idealisme kritis dan tran­sendental. Dalam arti peyoratif idealisme disamakan dengan subjektivisme.
Gelagat idealisme dapat dilihat dan diperkirakan dalam anggapan Kant. Kant berusaha menengahi dan mengatasi pandangan berat sebelah dari rasionalisme dan empirisme. Rasionalisme lebih menekankan sub­jek pengetahuan; sebaliknya dalam empirisme subjek tenggelam dalam objek pengetahuan. Tetapi usaha Kant tidak sepenuhnya berhasil karena akhirnya le­bih menekankan peran subjek dengan mengurangi pe­ran objek pengetahuan. Kecenderungan Kant ini se­cara radikal diteruskan oleh kaum idealis yang me­negaskan bahwa prinsip segala sesuatu adalah subjek­tivitas. Para idealis menolak anggapan Kant tentang adanya das Ding an sich (benda-objek pada diri sen­diri) yang sama sekali tidak dapat dikenal manusia. Para tokohnya antara lain Johann Gottlieb Fichte (1762-1814), Friedrich Wilhelm Joseph von Schelling (1775-1854) dan Georg Wilhelm Friedrich Hegel (1770- 1831).
Di antara mereka, yang paling komprehensif dan berpengaruh adalah Hegel. Idealisme memuncak da­lam karya Hegel, antara lain Phaenomenologie der Geistes (Fenomenologi Roh) pada tahun 1807, Wis- sensehaft der Logik (Ilmu Logika, 1812-1816), Enzy- klopaedie der philosophischen Wissenschaften (Ensiklopedi Ilmu-fimu Filsafat, 1817). Asumsi dasar yang melandasi pemikiran filsafat Hegel adalah ide ke­satuan. Realitas harus dilihat dari sudut menyeluruh; dan tidak boleh diinterpretasikan secara sepotong- sepotong. Jagad raya dan manusia merupakan per­wujudan subjek absolut menurut tahap perkembang­annya. Jadi, realitas seluruhnya tidak lain proses per­wujudan atau pewahyuan diri subjek absolut itu sen­diri. Ia menyatakan bahwa dirinya berada di dunia konkret ini berkat suatu gerakan dialektis yang terdiri atas tiga momen: tesis, antitesis, dan sintesis.
Ciri pandangan Hegel adalah sifat rasional yang menekankan adanya kesatuan menyeluruh. Hegel ber­usaha menginterpretasikan semua bidang ilmu penge­tahuan pada waktu itu ke dalam sistemnya. Hegel sa­ngat konsisten dengan metode (dialektik) dalam men­jalankan dan mengembangkan sistemnya. Sejarah mendapat tempat istimewa dalam filsafatnya, karena bukunya memuat proses dialektis berlangsung dan ber­akhir bila roh sudah menjadi diri sendiri.

PENGERTIAN IDEALISME | ok-review | 4.5