PENGERTIAN GEOGRAFI EKONOMI

By On Friday, October 18th, 2013 Categories : Ekonomi

Ini adalah salah satu sub-disiplin geografi manusia (human geography) yang mencoba menguraikan dan menjelaskan produksi, distribusi, pertukaran/perdagangan dan konsumsi atas berbagai barang dan jasa yang dilakukan pada tempat- tempat yang saling berjauhan. Geografi ekonomi mulai diakui sebagai bidang studi tersendiri pada akhir abad 19, dan kebangkitannya bertolak dari kolonialisme Eropa. Pertama, para perintisnya mencoba menyusun carter kekayaan sumber daya global yang bisa diperdagangkan, dan kondisi-kondisi produksinya¬† dan kedua, mereka mencari justifikasi intelektual atas ketimpangan ekonomi antara penjajah dan yang dijajah, sehingga mereka mendasarkan diri pula pada environmentst/ determinism. Sejak 1920-an, geografi ekonomi mulai ber-orientasi ke dalam (satu perekonomian atau negara), dan menerapkan pendekatan regional untuk mencari penjelasan atas keragaman kondisi ekonomi dari satu daerah ke daerah lain dalam negara yang sama. Kebangkitan minat ilmiah seusai perang me-munculkan para ahli muda geografi ekonomi yang pada 1950-an muiai menerapkan metode kuantitatif dan berbagai pendekatan revolusioner lainnya, termasuk aneka perangkat statistika, sehingga mentransformasikan bidang stud; ini menjadi sebuah ilmu spasial. Dalam perkembangan selanjutnya, mereka banyak mengimpor teori dan model, terutama dari empat sumber utama. Sumber pertama adalah ilmu ekonomi neo-klasik yang menyumbangkan model-model umum kompetisi dan perilaku rasional. Kedua adalah fisika yang memasok dasar-dasar analisis gravitasi dan model entropi yang mengilhami analisis tentang pola interaksi spasial. Ketiga adalah model-model lokasional Jerman yang sebenarnya hampir terlupakan seperti teori lokasi pertanian von Thunen, teori lokasi industri Weber, serta teori tempat sentral Loesch dan Christaller. Ada pun sumber keempat adalah geometri yang menyajikan berbagai aksioma, hitungan baku dan teorema yang melandasi hukum-hukum morfologi spasial. Para ahli geografi ekonomi yang berpijak pada ilmu tata ruang atau spasial itu percaya bahwa karakteristik khas suatu daerah selalu menentukan corak perekonomiannya, dan mereka mencoba membuktikan hal itu secara ilmiah. Sejak 1970-an. ilmu spasial dihujani kritik. Kelemahan utamanya terletak pada asumsinya bahwa unsur spasial terpisah dari unsur sosial. Menurut ahli geografi Marxis David Harvey (1982), unsur spasial hanya dapat dipahami melalui sosialisasinya lewat mode produksi dominan, yakni mode kapitalis. Lebih lanjut menurut Harvey, jika para ahli geografi ekonomi hendak memahami perubahan lansekap ekonomi kapitalis, mereka harus mengetahui ketegangan-ketegangan nonspasial yang terkandung dalam sistem kapitalisme itu sendiri. Bagi Harvey, hal itu hanya bisa dilakukan dengan berpaling ke pemikiran Marx, khususnya konsepsinya tentang “penyusutan spasial oleh waktu”. Betapa pun, Harvey telah mengupayakan rekonstruksi geografi akumulasi kapitalisme yang brilyan.
Kajian dan kritik terhadapnya merupakan agenda pokok dalam bidang studi ini. Pertama, pada pertengahan 1980-an. Doreen Marsey (1984) mempertanyakan argumen Harvey dengan mengatakan bahwa kalau unsur spasial hams selalu disosialisasikan, maka sebenarnya unsur spasial itu sudah dengan sendirinya disosialisasikan, dan yang perlu dipersoalkan lebih jauh adalah geografi itu sendiri. Massey (1984) menjelaskannya dengan menguraikan berbagai karakter setiap tempat yang selalu diwarnai oleh unsur tindakan dan investasi manusia yang menghuninya sehingga tata ruang sudah merupakan komponen aktif yang sosialisasinya tidak perlu dipersoalkan lagi. Konsepsi Massey atas hubungan antara tata ruang dan ekonomi menjadi basis proyek lokalitas” Inggris, yang juga memacu serangkaian riset dan debat seru dalam bidang studi geografi ekonomi. Kedua, ada upaya untuk menggugat struktur institusional yang menjadi kerangka hubungan sosial yang dirumuskan Harvey. Upaya menonjol dilancarkan oleh mahzab Regulasionis Perancis yang mengemukakan konsep kembar rezim akumulasi dan mode regulasi, yang kemudian disetarakan dengan konsepsi Fordisme dan anti- Fordisme. Kedua konsep ini sangat penting bagi para ahli geografi ekonomi yang berminat mempelajari restrukturisasi industri kontemporer. Karya Allen Scott dan Michael Storper sangat penting karena memadukan teori-teori Regulasionis Perancis dengan hasil- hasil riset tentang sistem produksi fleksibel dan distrik-distrik industri. Teori mereka yang disebut teori pasca Weber berjasa dalam upaya memahami kemunculan industri-industri berteknologi tinggi di tempat-tempat seperti Lembah Silicon dan bangkitnya kembali pusat-pusat industri kerajinan kuno seperti daerah Veneto di Italia. Kritik ketiga terhadap rumusan Harvey bertolak dari literatur tentang jasa-jasa keuangan yang membuktikan bahwa unsur spasial tidak dapat mengikat kapitalisme. Pusat-pusat keuangan di berbagai tempat di dunia, seperti di London, dihubungkan oleh jaringan telepon dan komputer sehingga membentuk saru pasar global yang beroperasi tanpa henti dan sama sekali tidak terikat oleh ruang. Keempat, muncul keraguan atas konsepsi geografi akumulasi Harvey karena hal itu tidak dapat menjelaskan meningkatnya pembangunan berskala internasional (melibatkan banyak daerah dan negara sekaligus). Rumusan Harvey juga bertentangan dengan sepak-terjang perusahaan multinasional dan tertiptanya pembagian kerja internasional yang kemudian menumbuhkan pusat-pusat industri dan pertumbuhan ekonomi baru, misalnya di Asia Timur dan Tenggara. Terakhir. sebagai reaksi terhadap konsepsi implisit Harvey bahwa unsur sosial identik dengan kelas (ciri khas Marxis), dinyatakan bahwa unsur sosial bisa menjelma dalam ber’.uk lain seperti gender dan ras, yang tentu saja tidak bisa disamakan dengan kelas. Para ahli geografi ekonomi feminis jelas menolak pendapat Harvey it n, yang bahkan mereka anggap mengabaikan eksistensi feminis. Karya-karya tentang geografi ekonomi juga sudah merambah ke “unsur sosial” yang lain, misalnya etnik. Observasi tentang peran menonjol etnik tertentu dalam bisnis, misalnya, jelas tidak bisa dijelaskan dengan konsepsi Harvey. Singkatnya, geografi ekonomi sebenarnya adalah sebuah bidang studi yang tersusun atas berbagai model dan teori dari berbagai disiplin lainnya. Hal ini masih dan nampaknya akan terus berlangsung dalam upaya memahami ekonomi dari unsur tata ruang atau geografi, karena dunia ini begitu luas dan menantang bagi, kalau tidak semua orang, para pemburu modal.

PENGERTIAN GEOGRAFI EKONOMI | ok-review | 4.5