PENGERTIAN GENEALOGI

By On Friday, October 25th, 2013 Categories : Antropologi

Genealogi adalah pengutaraan secara verbal atau diagramatis dari suatu hubungan kekerabatan, yang kadang-kadang dilengkapi dengan afiliasinya. Genealogi, khususnya bila dikaitkan dengan aspek-aspek kekerabatan lainnya, telah lama menjadi bahan studi yang penting dalam antropologi. Perhatian pada genealogi erat sekali kaitan-nya dengan W.H.R Rivers (misal 1914). Dalam field-work-nya di Selat Torres, India, dan di Pasi-fik, ia memanfaatkan genealogi untuk memahami hubungan antara perorangan serta untuk menguraikan kompleksitas peristilahan sanak famili yang digunakan. Fungsi yang terakhir ini penting lantaran Rivers percaya pada sifat konservatif dari peristilahan-peristilahan hubungan keluarga. Ia percaya bahwa apa yang tertanam dalam struktur-struktur tersebut akan menjadi kunci memahami organisasi sosial di masa lalu, dan di akhir hidupnya ia juga melihat manfaat struktur perisitilahan tersebut untuk memahami kaitan antara kelompok-kelompok etnis. Hubungan genealogi harus dibedakan dari hubungan biologis. Dalam antropologi, genealogi selalu dijadikan indikator hubungan sosial, yang bisa bersifat biologis atau tidak. Di dalamnya bisa terdapat, misalnya, kerabat yang tidak punya hubungan darah, kerabat yang diadopsi, atau bahkan kerabat yang sifatnya fiktif. Luasnya cakupan genealogi itu ditentukan oleh apa-apa yang relevan menurut nilai budaya, tapi selalu berisi kerabat dari kedua pihak dalam suatu keluarga; sehingga bukan hal yang mustahil untuk mengabung-gabungkan genealogi seseorang dengan orang lainnya untuk menghasilkan suatu ‘peta’ hubungan kekerabatan yang menghubungkan satu keluarga dengan keluarga lainnya. Maka penting juga bagi seorang peneliti lapangan untuk membedakan genealogi seseorang dengan alur kekerabatannya, yang sifatnya subyektif dan acapkali hanya menekankan pada hubungan kekerabatan yang penting (contohnya keturunan dari seorang nenek-moyang unilineal) ketimbang hubungan-hubungan kekerabatan lainnya. Jadi genealogi dalam pemahaman para antropolog terletak antara fakta-fakta reproduksi biologis (yang kebenaran obyektifnya tidak relevan dengan ilmu antropologi) dan gambaran-gambaran yang dikemukakan informan mengenai hubungan mereka satu sama lain. Pengumpulan genelogi berguna untuk menata dan membantu memeriksa kebenaran gambaran tersebut. Ada sejumlah masalah umum dalam pengumpulan data genealogi. Bisa jadi para informan ‘merusak’ genealoginya (dengan melupakan para pendahulu yang tidak penting), menyamakan hubungan persaudaraan dengan hubungan genealogi (khususnya jika peristilahannya setara), atau mengklaim hubungan yang tidak diakui oleh anggota masyarakat lain.
Kalau terjadi perkawinan antar-kerabat dekat, maka seseorang bisa memiliki lebih dari satu hubungan genealogi, dan salah satu di antaranya (tidak mesti yang terdekat) mungkin menjadi preseden. Keruwetan tersebut bertambah jika banyak terjadi adopsi, hubungan egosentrik yang fiktif (seperti hubungan bapak angkat), atau kesetaraan dalam peristilahan kekerabatan (seperti kesetaraan penyebutan atau kesetaraan rekan-seusia (age-mate). Meskipun demikian, para antropolog umumnya sepakat bahwa ada sesuatu yang universal dalam ‘alur genealogi’, yang terdiri dari semua hubungan (atau semua yang secara budaya signifikan) yang terjadi karena pertalian darah maupun perkawinan, apa pun makna khusus yang diberikan suatu kebudayaan terhadap hal ini. Tanpa mengakui hal tersebut, mustahil untuk melakukan studi perbandingan atas peristilahan kekerabatan yang ada. Tidak diragukan lagi bahwa genealogi berguna untuk memahami struktur sosial, atau sekedar untuk memahami hubungan orang-orang yang ditemui peneliti etnografi dalam pekerjaannya. Hampir pasti, genealogi lebih penting bagi para antropolog yang lebih banyak meneliti kebudayaan asing ketimbang kebudayaannya sendiri.

PENGERTIAN GENEALOGI | ok-review | 4.5