PENGERTIAN GATT

By On Friday, October 25th, 2013 Categories : Ekonomi

GATT (General Agreement on Tariff and Trade) atau lembaga Perjanjian Umum tentang Tarif dan Perdagangan merupakan forum perundingan multilateral di antara negara-negara (pihak-pihak yang terkait) yang berkepentingan dengan perdagangan internasional yang lebih bebas. Dalam forum itu mereka membahas dan mengikatkan diri pada serangkaian peraturan spesifik dan prinsip-prinsip yang berhubungan dengan kebijakan perdagangan, serta sama-sama meleburkan diri dalam komitmen untuk ikut serta dalam putaran periodik dari negosiasi perdagangan multilateral (MTNs, multilateral trade negotiations) yang bertujuan meminimalkan hambatan-hambatan perdagangan. MTNs ingin menekan tarif, menghapuskan berbagai kendala dan proteksi perdagangan. Sejauh ini MTNs sudah berjasa dan memberikan sumbangan yang sangat luar biasa pada peningkatkan perdagangan, pertumbuhan dan globalisasi ekonomi dunia pasca perang. Sejak terbentuk pada tahun 1947, GATT telah berkembang sebagai pengganti dari gagalnya organisasi-organisasi perdagangan terdahulu, dan menjadi pilar dari sistem perdagangan internasional liberal. Di bawah perjanjian Putaran Uruguay (1994), GATT dikembalikan menjadi Organisasi Perdagangan Dunia (World Trade Organization. WTO) sejak tahun 1995. WTO akan menggantikan peran GATT, dan melaksanakan hasil-hasil Putaran Uruguay, khususnya Perjanjian Menyeluruh Perdagangan Jasa (GATS) dan Perjanjian Perdagangan sehubungan dengan masalah Hak Properti Intelektual (TRIPs). Semangat GATT akan berlanjut terus dalam liberalisasi perdagangan internasional. Pengaruh GATT dari waktu ke waktu terus meningkat secara cepat, seiring dengan bertambahnya negara yang ikut serta (lebih dari 120 tahun 1994 dan terus bertambah dari kalangan negara berkembang dan Eropa Timur) serta seiring dengan meluasnya cakupan kebijakan GATT. yang telah berkembang. Dewasa ini, perundingan tentang produk-produk pertanian dan industri manufaktur yang melihatkan asosiasi konsumen dan kalangan eksportir, merupakan tema utama MTNs. GATT dan MTNs adalah ajang pertemuan kepentingan ekonomi dan politik, di tingkat nasional maupun internasional, yang ikut diramaikan oleh liputan luas media masa. Ada beberapa alasan mengapa GATT mampu bertahan lama sebagai suatu institusi internasional. Pertumbuhan yang sangat luar biasa dalam liberalisasi perdagangan sejak usainya Perang Dunia Kedua, khususnya sampai terjadinya krisis minyak pertama tahun 1973-4, terjadi berkat peran aktif GATT. Hal ini diperkuat oleh meningkatnya pendapatan dan kesejahteraan negara-negara yang aktif dalam perdagangan global liberal. Sebenarnya liberalisasi perdagangan bukan merupakan satu-satunya kata kunci, namun komitmen GATT terhadap liberalisasi perdagangan dan pertumbuhan ekonomi itulah yang menjadi inti kredibilitas GATT. Pasal-pasal piagam pembentukan GATT pada awalnya adalah membuka pasar-pasar internasional dan merangsang kebijakan perdagangan yang terbuka dan non-diskriminatif demi menciptakan kompetisi yang bebas dan adil dalam perdagangan internasional. Pada prakteknya GATT cenderung menjadi lebih pragmatik dan fleksibel. MTNs telah mengesampingkan masalah-masalah yang sensitif, atau memakai pendekatan yang hati-hati untuk kasus-kasus yang bersifat khusus, seperti yang dilakukannya kepada negara-negara berkembang. Peraturan GATT memang sering dilanggar oleh negara-negara anggotanya. Namun tanpa GATT, kekacauan akan jauh lebih parah. Sekretariat yang berbasis di Jenewa, yang kekuasaan dan sumber dayanya terbatas memang tidak mungkin diharapkan untuk sepenuhnya menjaga kelancaran liberalisasi sistem perdagangan internasional atau pun untuk memenuhi keinginan dari semua anggotanya. Anggota-anggota yang memiliki kekuasaan lebih besar cenderung dominan. Tetapi GATT telah menunjukkan kapasitasnya untuk menjawab tantangan dan melebarkan kemampuannya di tengah berbagai keterbatasannya itu. Ini diawali dengan keberhasilannya menertibkan penghapusan kendala tarif atau pungutan bea cukai setelah aturan-aturannya disepakati dalam Putaran Kennedy (1964-7).
Wibawa GATT meningkat dan sekarang ia bisa mengontrol berbagai kebijakan yang cenderung menyalahi prinsip perdagangan bebas seperti subsidi, kebijakan diskriminatif, dan penerapan prosedur anti dumping, yang sering digunakan oleh pemerintah di banyak negara untuk membatasi kompetisi internasional demi kepentingannya sendiri. Tercapainya kesepakatan Putaran Uruguay dan pembentukan WTO nampaknya akan memperbesar kemampuan dan wewenangnya untuk mengatur sistem perdagangan internasional.

PENGERTIAN GATT | ok-review | 4.5