PENGERTIAN GAME THEORY / TEORI PERMAINAN

By On Friday, December 13th, 2013 Categories : Ekonomi

GAME THEORY / TEORI PERMAINAN adalah suatu teknik yang menggunakan logika deduksi untuk menyelidiki konsekuensi dari berbagai strategi yang mungkin dipakai oleh pesaing. Teori ini dapat dipakai dalam bidang ekonomi yang berkaitan dengan perumusan strategi pemasaran oleh sejumlah kecil pesaing yang saling mempengaruhi.
Suatu perusahaan oligopoli (lihat OLIGOPOLY) membutuhkan reaksi dari saingannya terhadap kebijaksanaan pemasaran yang mereka lakukan untuk menjamin bahwa hasil dari suatu strategi pemasaran dapat diestimasi. Sebagai contoh, suatu pasar yang diperebutkan oleh dua perusahaan X dan Y, di mana total target pasar adalah tetap, sehingga setiap peningkatan pangsa pasar dari salah satu perusahaan adalah juga kerugian atau pengurangan pangsa pasar bagi perusahaan lain (hal ini disebut situasi ZERO-SUM GAME). Misalkan perusahaan X mempunyai dua strategi pilihan, yaitu pengurangan harga (P) atau mengkampanyekan iklan yang baru (A), dan juga perusahaan Y mempunyai dua pilihan strategi yang sama. Setiap pasangan strategi yang berlaku di kedua perusahaan akan menghasilkan pembagian pangsa pasar tertentu: jika perusahaaan X menerapkan strategi P dan perusahaan Y menerapkan juga strategi P, maka perusahaan X dan Y akan mendapat masing-masing 50%. Informasi pembagian pangsa pasar ini dapat dilihat dalam MATRIKS PENERIMAAN (PAYOFF MATRIX) Gambar 75.
Setiap perusahaan harus memutuskan strategi yang paling baik dengan memperhatikan informasi yang ada dalam tabel. Jika perusahaan A menerapkan pendekatan yang hati-hati maka akan diasumsikan bahwa dengan strategi P, perusahaan Y akan membalas dengan strategi A, hal ini akan menurunkan penerimaan minimum dari perusahaan X, yaitu, menjadi 40%. Demikian juga halnya apabila perusahaan X menerapkan strategi A dan dibalas dengan strategi P oleh perusahaan Y, hal ini akan menurunkan penerimaan minimum perusahaan X menjadi 55%. Berdasarkan pandangan pesimis ini perusahaan X dapat mencapai penerimaan /’minimum yang tertinggi, dalam hal ini sebesar 55% dari hasil strategi A ^ (strategi maksimum).
Perusahaan Y dapat menjalankan strategi yang sama, dengan mengasumsikan keadaaan yang paling tidak menguntungkan, di mana perusahaan X mendapat bagian pasar yang besar sehingga perusahaan Y menerima sisa yang kecil. Apabila perusahaan Y melakukan strategi P, maka kemungkinan paling buruk adalah penerimaan sebesar 45% (55% diterima oleh perusahaan X) dan angka ini ditandai dengan lingkaran dalam matriks. Jika perusahaan Y melakukan strategi A, kemungkinan paling buruk adalah menerima 40%, sementara 60% diterima oleh perusahaan X. Hal yang paling baik untuk perusahaan Y adalah angka terkecil yang di dapat oleh perusahaan X (strategi minmax).
Kesimpulan dari kondisi ini adalah perusahaan X akan memilih strategi A sementara perusahaan Y memilih strategi P, di mana tidak satupun di antara mereka menginginkan untuk mengubah strategi pilihan mereka.

PENGERTIAN GAME THEORY / TEORI PERMAINAN | ok-review | 4.5