PENGERTIAN FOTOMETRI

By On Tuesday, October 29th, 2013 Categories : Teknologi

Fotometri ialah pengukuran kuantitas seperti intensitas sumber cahaya dan iluminasi. Alat yang digunakan disebut fotometer. Piranti peka-cahaya dalam fotometer beragam, misalnya termokopel (terutama untuk cahaya merah dan inframerah), sel fotolistrik (cahaya tampak dan ultraviolet), dan bahkan mata pengamat. Fotometer digunakan terutama dalam kamera, dan oleh ahli potret serta insinyur bangunan.
Sebelum dikenal tenaga listrik, di samping matahari, sumber cahaya untuk penerangan adalah lilin, lampu minyak tanah, dan gas kota. Setelah ditemukan bohlam dan lampu busur karbon, dirasakan perlu untuk mencari satuan untuk keluaran lampu. Sama seperti daya kuda (HP) untuk mesin uap, untuk lampu listrik mula-mula dilontarkan daya lilin atau candela. Setelah dikembangkan fotometri, dirasakan perlunya baku-baku yang lebih andal. Dalam bekerja dengan cahaya, ada tiga gejala yang harus diperbedakan, meskipun sulit untuk dipisahkan, yakni intensitas cahaya suatu sumber, intensitas berkas cahaya, dan intensitas cahaya yang dipantulkan setelah menjatuhi suatu permukaan.
Candela dan lumen. Dalam Sistem Internasional satuan intensitas cahaya suatu sumber adalah candela yang didefinisikan sebagai seperenampuluh keluaran cahaya dari dalam 1 sentimeter persegi permukaan benda hitam yang bersuhu sama seperti titik leleh platinum. Nyala lilin gereja biasa memang berintensitas sekitar 1 candela.
Bila sumber cahaya sekuat 1 candela (eksak) menyebarkan cahaya ke segala arah dengan seragam, sumber ini memancarkan cahaya sebanyak 12,3 lumen, atau 1 lumen per satuan sudut ruang (steradian). Satu steradian adalah sudut ruang yang berpadanan dengan luas 1 meter persegi pada permukaan bola yang jari-jarinya 1 meter.
Iluminasi (penyinaran). Banyaknya cahaya yang tersebar pada suatu permukaan disebut iluminasi atau iluminans, dan dinyatakan dalam lumen per satuan luas penampang. Dalam Sistem Internasional satuan iluminans adalah luks (1 luks = 1 lumen/meter persegi). Langit berawan yang cemerlang di siang hari akan memberikan sinar baur dengan iluminans sebesar 10.000 luks. Iluminans yang nyaman untuk meja dalam kamar makan haruslah sekitar 200 luks.
Reflektans. Sebelum membahas terangnya suatu permukaan karena terkena cahaya, terlebih dulu harus diketahui sesuatu mengenai pemantulan. Bergantung mengkilatnya dan warnanya, suatu permukaan dapat memantulkan seluruh cahaya yang jatuh padanya atau tidak sama sekali. Dikatakan reflektansnya adalah antara 0—100 persen (reflektans = intensitas sinar terpantul / intensitas sinar jatuh X 100 persen). Intensitas cahaya yang dipantulkan (umumnya secara baur) disebut luminans dan berlaku:
luminans = iluminans X reflektans
Satuan luminans dalam Sistem Internasional adalah apostilb (satuan sistem Inggris: lambert; 1 lambert = 10764 apostilb). Hukum Penerangan. Penerangan (iluminasi) suatu berkas cahaya yang berasal dari suatu sumber cahaya terhadap suatu permukaan bergantung pada beberapa hal, yaitu intensitas cahaya sumber, jarak permukaan ke sumber, dan sudut yang dibentuk antara berkas cahaya dan garis normal permukaan itu. Makin besar intensitas cahaya sumber, makin besar iluminasi. Makin jauh jaraknya, makin kecil ilumi lurus mengenai permukaan. Hukum ini dirumuskan:
E = 1 cos S/D2
dengan E ialah iluminasi per satuan luas permukaan dengan satuan luks, / intensitas dinyatakan dalam can¬dela, Q sudut jatuhnya cahaya, dan D jarak dalam meter.

PENGERTIAN FOTOMETRI | ok-review | 4.5