PENGERTIAN FOTOKOPI

By On Monday, March 17th, 2014 Categories : Review

Adalah salah satu metode untuk mem­buat salinan atau tiruan sebuah dokumen di atas ker­tas dengan proses penyinaran. Dokumen-dokumen itu bisa berupa ketikan, hasil cetak, tulisan tangan, fo­to, lukisan, dan berbagai ilustrasi. Seluruh prosesnya menggunakan bahan-bahan yang peka cahaya. Mesin- mesin fotokopi umumnya diciptakan untuk membuat sejumlah kecil salinan, tetapi beberapa di antaranya mampu menghasilkan ratusan salinan dalam waktu singkat.
Sejak tahun 1950-an, mesin-mesin fotokopi sudah menjadi perlengkapan standar dalam suatu perusa­haan atau kantor. Pada akhir tahun 1960-an, terdapat lebih 30 perusahaan pembuat mesin fotokopi menghasilkan mesin-mesin dengan berbagai kemam­puan, masing-masing dengan ciri tersendiri. Ada me­sin fotokopi yang hanya dapat membuat duplikat bi­la dokumen aslinya tergambar di atas bahan yang tem­bus pandang; hampir seluruh prosesnya membutuh­kan kertas penyalin berlapisan khusus. Ada pula me­sin jenis tertentu yang gambar aslinya harus berupa lembaran bebas, tetapi jenis lainnya dapat menyalin lembaran-lembaran sebuah buku terjilid. Umumnya mesin fotokopi terbatas membuat duplikat berukuran sama dengan aslinya, tetapi jenis-jenis tertentu mam­pu memperbesar atau memperkecil. Ada pula mesin fotokopi yang salinannya yang harus diproses di da­lam sebuah bak pengembang dan kemudian dikering­kan, sedangkan lainnya, yang disebut fotokopi kering, langkah itu tidak diperlukan.
Sejak ditemukannya hingga saat ini, mesin-mesin fotokopi dapat dikelompokkan menjadi tiga, yaitu fo­tokopi elektrostatika, fotokopi kontak, dan fotokopi proyeksi.
 
Fotokopi Elektrostatika
Adalah mesin fotokopi yang menggunakan metode yang dikenal dengan na­ma xerography, istilah yang berasal dari kata Yunani xeros, yang artinya kering, dan graphein, menulis. Proses kering ini ditemukan oleh ahli fisika, Chester F. Carlson, pada tahun 1938. Mesin ini kemudian di­produksi secara komersial oleh Xerox Corporation pa­da tahun 1951. Tidak seperti metode mesin-mesin ter­dahulu yang selalu membutuhkan cairan pengembang, proses Carlson seluruhnya merupakan proses kering. Di Indonesia mesin fotokopi jenis ini sangat populer, terutama mulai pertengahan tahun 1970-an. Mesin fo­tokopi elektrostatik sangat banyak kegunaannya dan menghasilkan suatu revolusi di bidang pekerjaan kan­tor dan pekerjaan membuat duplikat, terutama bagi para pekerja kantor dan pelajar.
Prosesnya memanfaatkan kenyataan bahwa dalam bahan-bahan tertentu, sebuah ™uatan listrik akan di­hamburkan oleh cahaya ketika disinari, tetapi tetap dalam daerah yang disinari. Karena itu, saat cahaya dipantulkan dari dokumen menuju duplikat di atas permukaan bermuatan yang dilapisi bahan-bahan ter­tentu, daerah bermuatan akan bersesuaian dengan daerah gelap, atau yang bertulisan, sedangkan do­kumen aslinya akan tetap.
Dalam mesin yang diproduksi oleh Xerox, bayang­an bermuatan dibentuk pada permukaan sebuah drum logam berlapiskan selenium. Bayangan dibuat tam­pak oleh penggunaan bubuk plastik atau tinta, yang disebut toner, yang bermuatan listrik berlawanan, d dengan demikian tertarik menuju bayangan bermual­an di atas drum. Bayangan toner kemudian dipindah­kan menuju kertas tidak berlapis, oleh daya tarik muatan berlawanan yang lain yang bertempat di se­belah kertas. Panas meleburkan toner ke dalam ker­tas untuk menghasilkan sebuah bayangan permanen. Mesin fotokopi jenis ini pertama-tama menghasilkan tulisan putih di atas dasar hitam, kemudian berkem­bang mesin-mesin seperti yang kita lihat sekarang yang menghasilkan tulisan hitam di atas kertas putih. Ge­nerasi terbaru mesin ini sanggup menghasilkan dua salinan dalam satu detik, memperbesar atau memper­kecil ukuran aslinya, dan bahkan ada pula yang da­pat membuat salinan berwarna seperti aslinya. Lihat juga Duplikator.
 
Fotokopi Proyeksi
Yang paling populer adalah ka­mera dan mesin fotostat. Kamera membuat salinan gambar dari keadaan sesungguhnya. Suasana asli di­rekam dalam film, yang setelah dicuci akan mengha­silkan salinan negatif. Untuk membuat salinan posi­tif, gambar dalam film negatif diproyeksikan di atas kertas positif. Setelah kertas ini dikembangkan, ter- ciptalah salinannya. Alat ini dapat memperbesar atau memperkecil duplikat dap aslinya langsung di atas ker­tas yang peka cahaya.
 
Fotostat
Pertama kali muncul tahun 1906. Fotostat adalah pemotretan gambar aslinya dengan kamera khusus di atas kertas peka cahaya sebagai pengganti film, yang menghasilkan bayangan negatif (putih di atas hitam). Hasil aslinya dapat dijilid menjadi satu, diperbesar atau diperkecil dari hasil aslinya. Bila di­butuhkan sebuah gambar positif, harus digunakan kertas fotografi dengan kekontrasan tinggi, dengan suatu proses yang terpisah. Fotostat juga dapat mem­buat salinan dari mikrofilm.
 
Fotokopi Kontak
Yang juga populer dengan nama cetak biru, mulai digunakan pada pertengahan tahun 1800-an. Di Indonesia, mesin ini populer dengan se­butan mesin lichtdruk. Proses ini banyak digunakan untuk menggandakan gambar-gambar arsitektur dan teknik, yang selalu digambar di atas lapisan kertas khusus yang tembus pandang. Lapisan di atas bahan cetak biru ini mengandung senyawa besi yang bere­aksi terhadap cahaya. Dalam metode ini, gambar asli bersinggungan dengan kertas negatif peka cahaya dan kemudian disinari. Setelah kertas negatif ditempelkan pada kertas positif, keduanya dimasukkan ke dalam mesin. Di mesin itu, kedua kertas melewati zat pen­gembang, biasanya uap ammonia. Zat pengembang mengeluarkan gambar dari kertas negatif dan memin­dahkannya ke kertas positif. Proses cetak biru ini biasanya digunakan untuk menyalin gambar-gambar dalam ukuran besar.

PENGERTIAN FOTOKOPI | ok-review | 4.5