PENGERTIAN FOSFORESENS

By On Friday, March 14th, 2014 Categories : Review

Adalah peristiwa terpancarnya ca­haya tampak oleh zat-zat tertentu sejenak setelah zat- zat itu menyerap energi. Energi yang diserap umum­nya adalah cahaya yang lebih pendek gelombangnya, misalnya cahaya ultraviolet; tetapi juga bisa energi listrik dan pancaran partikel serta sinar-X.
Fosforesens serupa dengan fluoresens, hanya da­lam fosforesens ada tenggang waktu (dari 10 “8 de­tik sampai beberapa hari) antara penyerapan energi dan pemancaran cahaya, sehingga lama setelah pe­nyerapan energi itu dihentikan, benda itu masih bisa berpendar. Cahaya pendaran itu berwarna biru, hi­jau, jingga, kuning, atau campuran warna-warna ini.
Bahan sehari-hari yang berfosforesens antara lain gading, parafin, cangkang telur, perekat tertentu. Per­mata dan pigmen mengandung zat yang berfosfore­sens. Mineral yang berfosforesens antara lain barium sulfida, kalsium sulfida, dan strontium sulfida.
Peristiwa fosforesens dimanfaatkan dalam bidang kedokteran untuk mendiagnosis beberapa penyakit. “Setelah””jaringan dikenai cahaya ultraviolH,”orang mengamati cahaya fosforesens yang dipancarkan. Fos­foresens juga dimanfaatkan untuk mengamati orga­nisme dalam makanan, vaksin, dan air.
Dalam arti yang asli, fosforesens dan fluoresens di­gunakan untuk peristiwa penyerapan dan pemancaran cahaya. Namun awam menggunakan istilah ini juga untuk peristiwa serupa bila energi yang diserap ber­bentuk lain. Lebih jauh lagi, ada hewan seperti kunang-kunang, ikan, dan binatang laut kecil-kecil serta jamur tertentu yang membara, dan peristiwa ini dikelirukan sebagai fosforesens. Sebenarnya peristi­wa itu adalah bioluminesens. Energi yang digunakan berasal dari reaksi biokimia.
Konon peristiwa ini pertama kali diamati oleh se­orang tukang sepatu di Bologna (Italia) sekitar tahun 1600, ketika ia mengamati kristal barium sulfat.

PENGERTIAN FOSFORESENS | ok-review | 4.5