PENGERTIAN FORTIFIKASI

By On Sunday, March 16th, 2014 Categories : Review

Secara umum berarti perkuatan atau perbentengan. Di samping digunakan dalam bidang kemiliteran dan rekayasa sipil, istilah ini juga digu­nakan dalam masalah makanan. Fortifikasi makanan berarti pengayaan atau penambahan vitamin dan aditif lainnya ke dalam makanan, sehingga orang yang mengkonsumsi makanan itu dapat memperkuat ke­sehatannya atau membentengi tubuhnya.
Aditif makanan yang dapat mengembalikan mau­pun meningkatkan nilai gizi yang terpenting adalah vitamin dan mineral pada tepung gandum, jagung dan beras. Vitamin dan mineral ini dikhawatirkan susut atau malahan hilang dalam proses penumbukan dan penyosohan. Yang biasa ditambahkan ialah tiamina, niasina, riboflavin (ketiganya vitamin B) dan besi, ser­ta kadang-kadang kalsium dan vitamin D.
Vitamin D sering ditambahkan ke dalam susu, vi­tamin A atau beta-karotena ke dalam margarin, ga­ram iod ke dalam garam dapur. Produk makanan lain yang sering diperkaya dengan vitamin dan mineral adalah sereal sarapan, buah dan sayur yang diawet­kan, jus buah, minuman ringan, dan makanan yang dibekukan. Di Indonesia sedang dilakukan eksperi­men menambahkan vitamin A ke dalam bumbu ma­sak monosodium glutamat (MSG, atau vetsin). Eks­perimen ini sebenarnya bukan fortifikasi melainkan “pemboncengan”, karena mengingat meluasnya dan seringnya rakyat menggunakan bumbu masak ini.Bagi anggur dan minuman beralkohol lain, fortifi­kasi berarti peningkatan kandungan alkohol dengan menambahkan etanol ke dalamnya.
 

PENGERTIAN FORTIFIKASI | ok-review | 4.5