PENGERTIAN FORMASI

By On Sunday, March 16th, 2014 Categories : Review

Dalam ilmu lingkungan adalah satuan vegetasi (komunitas atau masyarakat tumbuhan da­lam arti luas) terbesar. Jadi satuan vegetasi hutan terbesar adalah formasi hutan. Perbedaan antara formasi-formasi hutan ditentukan berdasarkan bebe­rapa faktor, yaitu (1) iklim, misalnya hutan hujan dan hutan musim; (2) fisiognomi, misalnya hutan tertu­tup, hutan terbuka, hutan selalu hijau, dan hutan gu­gur daun; (c) tempat tumbuh, misalnya hutan rawa, hutan tanah kering, hutan dataran rendah, dan hu­tan pegunungan; (d) sejarah perkembangannya (suk­sesi), misalnya hutan primer dan sekunder.
Satuan klasifikasi di bawah formasi adalah asosiasi. Umumnya asosiasi hutan diberi nama menurut jenis pohon yang dominan. Klasifikasi vegetasi yang hanya atau terutama membedakan formasi-formasi disebut klasifikasi makro; yang membedakan formasi sampai asosiasi klasifikasi meso, sedangkan yang membeda­kan asosiasi adalah klasifikasi mikro. Klasifikasi ma­kro hutan membedakan formasi hutan berdasarkan kriteria fisiognomik. Klasifikasi meso membagi formasi hutan menjadi beberapa tipe atau asosiasi hu­tan berdasarkan perbedaan floristik dan ekologis, se­dangkan klasifikasi mikro membedakan asosiasi tum­buhan berdasarkan komposisi jenis (perbedaan flo­ristik). Asosiasi diberi nama menurut jenis dominan yang ditentukan secara kuantitatif, yaitu berdasarkan indeks nilai penting atau nilai-nilai lain.
Holdridge (1971) memperkenalkan sistem klasifi­kasi zone kehidupan atau formasi tumbuhan yang di­susun berdasarkan faktor iklim. Dalam sistem Hol­dridge dikenal beberapa formasi hutan tropis, yaitu hutan hujan, hutan basah, hutan lembap, hutan ke­ring, dan hutan amat kering. Untuk Indonesia dan wi­layah sekitarnya, Van Steenis (1957) menyusun sistem klasifikasi alami dari tipe-tipe vegetasi klimaks, ter­utama berdasarkan kriteria ekologi.

PENGERTIAN FORMASI | ok-review | 4.5