PENGERTIAN FOLK SONG

By On Saturday, March 15th, 2014 Categories : Antropologi

Adalah lagu-lagu rakyat yang tak di­ketahui siapa penciptanya. Folk song berkaitan de­ngan hampir setiap kegiatan manusia. Umumnya lagu- lagunya bersifat universal. Beberapa tempat mengang­gap folk song hanyalah penunjang musik, tetapi ti­dak sedikit yang menganggap folk song sebagai se­suatu yang penting, seperti bagian dari keagamaan. Maka folk song ditampilkan dalam banyak tema, se­perti keagamaan, hiburan, sejarah, politik, dan tema lainnya.
Folk song dapat dijadikan sarana untuk meng­ekspresikan emosi penciptanya atau pembawanya atau sebagai sarana untuk meringankan beban para peker­ja. Kelompok tertentu menggunakan folk song seba­gai kekuatan magik, untuk mengalahkan musuh, me­raih cinta kasih. Folk song termasuk tradisi lisan, yang dipelajari dari mulut ke mulut secara turun-temurun.
Komposisi folk song agak berbeda dengan lagu-lagu populer atau klasik. Folk song umumnya dikomposi- si tanpa notasi. Hubungan antara bagian-bagian folk song dan iramanya ditemukan juga pada musik lain dalam kebudayaan yang sama. Sistematika improvi­sasi yang merupakan sebuah metode komposisi dite­mukan hanya sesekali, misalnya pada lagu-lagu epik Eropa Barat. Sulit menentukan apakah pencipta ka­ta dan musik folk song adalah sama.
Di antara gaya folk song yang penting adalah, ba­lada, yang umumnya berupa lagu-lagu cerita pendek dengan baris-baris yang diulang, epik (cerita yang pan­jang dalam gaya kepahlawanan), lagu-lagu kerja, cinta dan lagu-lagu lirik lainnya, lagu-lagu upacara yang mengiringi siklus hidup manusia atau siklus tanaman, lagu-lagu permainan, dan lagu-lagu dendang untuk menidurkan (nina bobo). Perbedaan gaya-gaya ini se­lain terdapat pada syairnya, juga pada perbedaan ke­budayaan dan musiknya. Bentuk melodi folk song umumnya berupa sebuah bait yang terdiri atas dua sampai delapan baris, tetapi ada juga yang hanya ter­diri atas empat baris, dengan pengulangan beberapa kali. Iramanya tergantung pada ukuran puisi. Ada folk song yang bersifat monofonik, yaitu dengan sa­tu baris melodi, ada juga yang bersifat polifonik, yaitu dengan beberapa baris melodi. Lirik folk song antara satu bentuk dan bentuk lainnya hampir sama di ma­na saja.
Pada awalnya, folk song dibawakan tanpa iringan instrumen musik, dan instrumen hanyalah bagian tam­bahan untuk berbagai lagu, namun sekarang gitar menjadi pengiring tetap dalam folk song. Instrumen lain yang seflrig’cflgUnakan d’alafli penampilan foIF~ song adalah banjo, harmonika, biola, flute, klarinet, gitar, dan trompet.

Banyak karakteristik folk song yang tergantung pa­da dukungan masyarakat, sehingga kecenderungan terjadinya perubahan besar sekali. Folk soh* nya diciptakan secara perseorangan dan melalui pro­ses penyebarannya folk song mengalami perubahan dan penciptaan kembali sesuai dengan kebudayaan masyarakat pengubahnya.

Pada akhir abad ke-18, hubungan antara folk song dan seni musik menjadi suatu topik menarik, ketika para ahli mulai memuja kehidupan rakyat dan peta­ni. Foik song menjadi musik yang dihormati sebagai ciptaan spontan yang tidak dibebani segi artistik dan estetika.
Folk song erat kaitannya dengan musik populer da­lam beberapa hal. Masyarakat pemilik lagu populer juga mempunyai tradisi musik rakyat. Folk song ber­beda dengan lagu populer yang mula-mula diciptakan oleh para profesional untuk konsumsi orang kota, tan­pa memihak massa. Pada abad ke-20 folk song mulai mengalami kemunduran dan mulai banyak digabung­kan dengan musik populer seperti yang terlihat pada bentuk sekarang ini.
Di Indonesia, istilah folk song mulai populer pada akhir tahun 1970-an dan awal 1980-an, terutama di kalangan kaum muda. Folk song sering dibawakan oleh kelompok vokal remaja di sekolah lanjutan; bah­kan sering diadakan lomba antarkelompok vokal. La­gu yang dibawakan bukan hanya lagu daerah, seperti Lembe-lembe, tetapi juga lagu-lagu pop yang sedang populer saat itu.
 

PENGERTIAN FOLK SONG | ok-review | 4.5