PENGERTIAN FLUKS

By On Friday, March 14th, 2014 Categories : Review

Dalam proses kimia dan metalurgi, adalah suatu bahan tambahan yang digunakan untuk mem­bantu proses pelelehan dalam menghasilkan bahan pa­dat. Dalam penyolderan maupun pengelasan, fluks di­gunakan untuk mencegah terbentuknya senyawa yang tak diinginkan yang menghambat proses pengelasan, dan menyingkirkan senyawa yang sudah telanjur ter­bentuk. Sisa fluks setelah penyolderan haruslah diber­sihkan. Fluks untuk solder dapat bersifat tak-korosif seperti resin, korosif lembut seperti asam sitrat, atau korosif sekali seperti zink klorida.
Dalam proses pengelasan, beberapa logam terten­tu akan membentuk oksida yang memiliki titik lebur lebih tinggi dibanding titik leour logam itu sendiri. Fluks dalam hal ini digunakan untuk menghilangkan oksida, agar logam-logam itu dapat melebur pada su­hu pengelasan. Bahan tambahan itu berbentuk suatu lapisan yang menempel menyelimuti kawat las. Saat pengelasan, fluks juga menghilangkan oksida untuk menghasilkan permukaan yang bersih, sehingga pe­ngelasan dapat dilaksanakan. Di samping itu, fluks mencegah terbentuknya kembali oksida. Bahan tambahan ini bisa bersifat asam, basa, atau netral. Fluks yang bersifat asam adalah silika (SiO:), yang akan bereaksi terhadap setiap zat yang bersifat basa. Fluks basa antara lain kapur (CaO),’ batu kapur
(CaCOs), dan dolomit (CaC03 + MgCOi). Fluospar (CaF2) dan borax (Na2B40?) adalah fluks yang ber­sifat netral.
Dalam proses pemisahan logam, fluks digunakan untuk memisahkan kotoran-kotoran pada saat pro­ses peleburan bijih besi sehingga bisa didapatkan bi­jih besi murni. Selain itu, fluks juga memisahkan ko­toran untuk mendapatkan baja, tembaga, perak, dan emas murni. Dalam peleburan dan pengilangan, ba­han imbuh ini ditambahkan untuk menurunkan titik leleh kerak, sehingga kerak itu lebih mudah mengalir dan disingkirkan.

PENGERTIAN FLUKS | ok-review | 4.5