PENGERTIAN FEDERASI DAN FEDERALISME

By On Tuesday, October 22nd, 2013 Categories : Sosiologi

Federasi adalah sebuah negara yang diorganisasikan berdasarkan prinsip pembagian kekuasaan antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah, yang masing-masing independen dalam bidang-bidang tertentu. Wilayah dari sebuah negara federal dibagi-bagi ke sejumlah unit (misalnya negara bagian, propinsi, distrik perkotaan yang independen, republik kecil dan sebagainya) yang pembagiannya biasanya berdasarkan pada pertimbangan-pertimbangan geografis, budaya atau sejarah. Antara pemerintah pusat/nasional dengan pemerintah daerah/lokal terdapat banyak kesamaan, dan adakalanya mereka menerapkan kontrol efektif terhadap suatu wilayah dan penduduk yang sama. Jadi dalam situasi itu, penduduk di suatu negara bagian selain harus tunduk pada pemerintah daerah juga harus tunduk pada pemerintah pusat. Dalam sebuah negara federal yang murni, setiap unit pemerintahan memperoleh kekuasaannya langsung dari konstitusi dan antara yang satu dengan yang lain tidak dapat saling mencampuri. Dalam hal itulah negara federal dibedakan dari negara kesatuan yang pemerintah daerahnya langsung berada di bawah kekuasaan pemerintah pusat, dan daerah hanya sekedar melaksanakan kekuasaan tertentu yang didelegasikan dari pusat. Sedangkan di titik ekstrim yang lain. sistem pemerintahan federal yang murni harus dibedakan dari bentuk konfederasi atau liga negara-negara, di mana pemerintah pusat justru menerima kekuasaan dari negara bagian atau wilayah-wilayah yang bersatu membentuk konfederasi atau liga, dan pemerintah pusatnya hanya sekedar menjadi simbol dan sama sekali tidak memiliki kekuasaan yang otonom. Amerika Serikat adalah negara-bangsa modern pertama yang menerapkan konstitusi federal. Pada abad 19 beberapa negara baru di Amerika Tengah dan Selatan, seperti Venezuela, Kolombia, Argentina, Brazil dan Meksiko iuga memilih bentuk federal. Ada beberapa negara yang pada awalnya memilih bentuk federal namun dalam perjalanan waktu sosok federal itu mengikis sehingga masing-masing menyerupai sebuah negara kesatuan. Contohnya adalah Swiss (1848), Kanada (1867) dan Australia (1901) yang pada awalnya bersama dengan Amerika Serikat merupakan negara-negara pertama yang mempraktekkan konstitusionalisme federal.Banyak negara bekas jajahan Inggris juga memilih konstitusi yang dilandaskan pada prinsip federal. Misalnya India, Pakistan, Malaysia, dan Nigeria (Watts, 1966). Di Eropa, prinsip federal kini juga sangat mewarnai konstitusi Republik Federal Jerman. Afrika Selatan sekarang juga telah memberlakukan konstitusi baru bersemangatkan federasi.
Keseimbangan kekuasaan dan kedudukan warga negara di antara kedua tingkat pemerintahan itu merupakan elemen dinamis dalam kepolitikan negara federal. Di sejumlah federasi, dorongan menuju sentralisasi, terutama bila didorong oleh satu partai politik tunggal yang kuat, bisa sedemikian kuat sehingga dapat mengurangi otonomi pemerintah lokal. Sebaliknya, dorongan menuju desentralisasi juga dapat berlangsung kuat sehingga mengarah ke pembentukan negara-negara federal yang masing-masing berdiri sendiri seperti yang terjadi pada kasus federasi India Barat Inggris dan Yugoslavia. Sistem federal hanya dapat bertahan bila ada kekuatan-kekuatan politik yang independen dan kurang lebih berimbang yang masing-masing mendukung (dengan komposisi yang juga kurang-lebih seimbang) setiap tingkat pemerintah (pemerintahan lokal dan pusat). Federalisme adalah suatu gerakan politik yang menganjurkan dan mengupayakan pembentukan federasi. Gerakan federalisme bisa mengarah ke sentralisasi, atau sebaliknya, yakni desentralisasi. Dalam konteks Uni Eropa, misalnya, kaum federalis adalah sebutan bagi mereka yang menganjurkan sentralisasi karena mereka berusaha meningkatkan kekuasaan lembaga-lembaga Uni Eropa di atas Kekuasaan negara-negara anggotanya, sedangkan federalisme di Belgia cenderung ke desentralisasi karena mereka ingin mengubah negara itu dari bentuk negara kesatuan menuju ke bentuk negara federal.

PENGERTIAN FEDERASI DAN FEDERALISME | ok-review | 4.5