PENGERTIAN FASISME

By On Tuesday, October 22nd, 2013 Categories : Antropologi

Dari semua istilah yang menonjol dalam dunia politik abad 20, fasisme adalah salah satu di antaranya yang pengertiannya paling kabur. Istilah ini sering digunakan secara awam dan adakalanya bertentangan dengan makna politik aslinya, yakni mulai dari radikalisme khas abad 20, otoriterisme, sampai pada sistem politik yang demokratis namun sentralistis. Istilah ini, dalam pengertiannya sebagai rezim politik, berkembang sejak tahun 1930-an dan mengacu pada sistem otoriter sayap kanan yang tidak harus bersifat sosialis. Dalam pengertian ini, rezim Italia di bawah Benito Mussolini dianggap mewakili pemerintahaan non-Marxis atau non-sosialis. Sesungguhnya, secara historis-ilmiah, istilah fasisme mengacu pada gerakan-gerakan fasis di Eropa yang muncul pada periode antara dua perang dunia. Yang pertama adalah gerakan fasis Italia dan gerakan nasionalis-sosialis (Nazi Jerman yang didirikan pada tahun 1919-20. yang kemudian disusul oleh gerakan-gerakan sejenis di berbagai negara lainnya di Eropa. Setiap definisi politik dan historis atas istilah fasisme seharusnya mencakup karakteristik-karakteristik unik dari semua gerakan fasis di Eropa selama periode 1920-an dan 1930-an itu. sekaligus harus dapat pula dibedakan dari fenomena politik yang lain. Definisi tersebut juga harus dapat menjelaskan unsur-unsur khas fasis, termasuk orientasi dan tujuannya, serta gaya dan organisasinya. Keunikan fasisme terletak pada pertentangannya terhadap hampir semua sektor kehidupan politik yang ada, baik itu yang berada di sayap kiri, kanan maupun tengah. Sifatnya anti-liberal, anti-komunis (dan ada juga yang bersifat anti-sosialis yang sering disebut pula sebagai gerakan demokratis sosial), serta anti-konservatif meskipun para pendukung gerakan fasis bersedia mengadakan persekutuan sementara dengan kelompok-kelompok lain, khususnya dari sayap kanan.
Ideologi dan tujuan politik dari gerakan fasis itu selalu diwarnai oleh nasionalisme radikal dan sangat kuat, bahkan yang paling kuat sepanjang sejarah modern Eropa. Mereka membentuk negara otoriter nasionalis dengan segala kekuasaan dan wewengang berada di tangan negara, dan setiap warga negara harus tunduk sepenuhnya. Meskipun antara kelompok fasis yang satu dengan yang lain berbeda, khususnya dalam hal tujuan ekonomi yang hendak diraih, mereka semua berkeinginan mengorganisasikan suatu struktur ekonomi nasional yang integratif, regulatif dan multi-kelas, dengan bertumpu pada unit- unit usaha milik nasional. Semua gerakan fasis juga berkeinginan mendirikan suatu negara perkasa yang ekspansif, sekurang-kurangnya dominan terhadap negara-negara lain disekitamya. Akar filosofis doktrin fasisme adalah idealisme dan voluntarisme yang biasanya diejawantahkan sebaga: upaya uniuk menciptakan suatu bentuk budaya sekuler super dan serba mandiri. Keunikan fasisme juga dapat dilihat dari gaya operasi dan organisasinya. Mereka sangat mementingkan struktur estetis, simbol-simbol koreografi politik dan berbagai aspek romantik dan mistis lainnya. Gerakan fasis selalu berusaha memanfaatkan mobilisasi masa, yang selanjutnya akan disokong oleh militerisasi hubungan- hubungan politik demi menciptakan suatu partai masa yang militan. Tidak seperti golongan radikal iainnya, kaum fasis memberi penilaian yang positif terhadap penggunaan kekerasan, dan mereka sangat mengagung-agungkan prinsip maskulinitas dan dominasi kaum pria. Meskipun mereka menghendaki adanya masyarakat yang serba egaliter, mereka tetap menganggap perlu adanya suatu elit khusus yang berhak mengatur semua sektor kehidupan dan sepenuhnya berkuasa rerhadap masyarakat. Dalam hal kepemimpinan, fasisme condong kepada gaya kepemimpinan yang otoriter, kharismatik dan bergaya personal (istilah yang digunakan oleh Nazi Jerman adalah Fuhrerprinzip). Kelompok-kelompok sayap kanan radikal sampai batas tertentu memiliki kesamaan tujuan politik dengan kaum fasis, demikian pula dengan sayap kiri kaum revolusioner meskipun gaya operasi dan organisasionalnya tidak persis sama. Namun kaum fasis masih dapat dibedakan dengan gerakan- gerakan radikal lainnya karena mereka menolak konservatisme kultural dan ekonomi, khususnya eliti5me sosial yang diinginkan oleh kaum radikal sayap kanan. Di samping itu kaum fasis juga tidak menghendaki internasionalisme, egalitarianisme nominal, dan sosialisme materialis seperti yang diinginkan oleh kaum radikal kiri. Keunikan historis fasisme dapat dipahami secara lebih baik jika kita mengetahui bahwa gerakan-gerakan fasis tersebut hanya muncul di Eropa, dan itu pun selama periode yang terbatas, yakni antara tahun 1919 hingga tahun 1945. Kaum fasis menyatakan diri mewakili semua kelas sosial nasional, dan segenap masyarakat luas. Sebaliknya kaum Marxis dan beberapa golongan radikal lainnya menganggap kaum fasis itu tidak lebih dari alat kaum borjuis yang paling kejam, monopolistik dan reaksioner. Namun semua klaim dari pihak-pihak yang berseteru itu sama- sama tidak didukung oleh bukti empiris. Pada fase perkembangan awalnya, gerakan fasis berhasil menarik banyak pendukung, khususnya dari mantan anggota militer dan kaum intelektual radikal (para mahasiswa). Meskipun sampai pada batas tertentu gerakan fasis itu didukung oleh kaum borjuis, mereka lebih menghendaki dukungan dari masyarakat luas yang kebanyakan berasal dari kelas menengah ke bawah. Karena keias menengah ke bawah itu merupakan salah satu strata terbesar dalam masyarakat Eropa selama 1920-an dan 1930-an, maka kelas itu pun menjadi incaran kelompok-kelompok lain. Di Jerman dan Italia, anggota-anggota partai fasis kebanyakan berasal dari kelas itu. dan sedikit saja yang berasal dari kaum pekerja perkotaan. Sedangkan di Hungaria dan Italia, pendukung utamanya adalah para mahasiswa universitas dan petani miskin (di Italia gerakan fasis juga didukung oleh sektor agraria). Begitu banyak teori dan interpretasi yang telah diajukan untuk memahami fasisme sejak tahun 1923. meskipun banyak di antaranya yang melenceng terlalu jauh dari makna aslinya. Beberapa teori yang cukup menonjol antara lain adalah teori-teori kausalitas sosioekonomi yang sangat diwarnai oleh pemikiran Marxis; konsepsi dan motivasi psikokultural yang erat hubungannya dengan spikologi sosial; psikologi kepribadian; serta kajian mengenai struktur-strutur sosial. Berikutnya adalah teori modernisasi yang me-nempatkan fasisme sebagai salah satu fase perkembangan masyarakat moderen. Golongan teori keempat adalah teori totalitarianisme yang menafsirkan fasisme sebagai salah satu fenomena totaliterianisme abad 20 yang aspek- aspeknya lebih luas. Ada pun kelompok teori yang terakhir adalah kajian historis yang mencoba memberi penjelasan multikausal atas bangkitnya fasisme itu dalam konteks perkembangan sejarah Eropa di awal abad 20. Hanya ada dua gerakan fasis yang kemudian berhasil merebut kekuasaan dan membentuk pemerintahan fasis yakni gerakan yang dipimpin oleh Benito Mussolini (1922-43) di Italia, dan gerakan Nazi yang dipimpin oleh Adolf Hitler (1933-45) di Jerman. Negara-negara lain yang gerakan fasisnya cukup kuat adalah Austria (Gerakan Sosialis Nasional Austria), Hongaria (Gerakan Salib Panah), Rumania (Pengawal Besi), dan Spanyol (Barisan Pengawal Spanyol). Secara umum, fasisme menarik banyak dukungan di negara-negara yang mengalami kekalahan atau kerugian besar selama berkecamuknya Perang Dunia Pertama. Meskipun gerakan fasis muncul di banyak negara, mulai dari negara-negara di Eropa, termasuk Eropa Barat, dan juga Jepang, sampai ke Afrika Selatan, sedikit sekali yang berhasil merebut kekusaan secara berarti. Di hampir semua negara tersebut, jumlah orang yang menentang fasisme jauh lebih banyak ketimbang mereka yang mendukung. Sikap radikal kaum fasis yang menghendaki perang dan kekerasan terasa tidak rasional bagi mereka yang tidak mendukungnya. Ekspansi besar-besaran kekuatan militer oleh Jerman di bawah Hitler merupakan bukti betapa agresifnya kaum fasis itu. Kekejaman kaum fasis Jerman dan Italia yang kemudian kalah dalam Perang Dunia kedua, membangkitkan kebencian yang mendalam terhadap fasisme, sehingga semua upaya untuk membangkitkan kembali gerakan itu sejak tahun 1945, tidak memperoleh dukungan yang berarti.
 

PENGERTIAN FASISME | ok-review | 4.5