PENGERTIAN FAKTOR PRODUKSI

By On Tuesday, October 22nd, 2013 Categories : Sosiologi

Faktor produksi, atau (dalam terminologi yang lebih modern) “input“. adalah segala sesuatu yang digunakan dalam proses pembuatan/pengadaan barang dan jasa. Tipologi input untuk pertama kalinya disajikan oleh Jean-Babtiste Say. yakni: tanah, tenaga kerja dan modal. Input dibedakan sebagai input arus (flow input) yang dinamis (hanya ada pada produk final serta hanya bisa dipakai sekali saja) dan stok input (input stock) yang statis dan bisa digunakan berulang-ulang. Namun pemilihan ini bersifat longgar karena nilai input stok bisa menyusut (penyusutan ini merupakan arus tersendiri). Pada dasarnya semua faktor produksi dapat direkrut produsen dalam jumlah berapa pun asalkan ia punya imbalannya (upah untuk pekerja, bunga untuk modal, dan seterusnya). Jumlah pekerja yang direkrut biasanya mencapai batas tertentu di mana upah persis sama dengan produk marginal tenaga kerja. Demikian pula, modal akan direkrut sampai pada jumiah dimana besarnya bunga sama dengan produk marginal modal. Hal serupa juga beriak- antuk faktor produksi tanah. Perubahan teknologi produksi yang menggeser produktivitas dari setiap faktor produksi biasanya akan mengubah penyerapan setiap input. Dampak serupa juga bisa dimunculkan oleh perubahan harga input manapun (bunga, sewa atau upah) sekalipun input-input itu bisa disubstitusikan. Model-model proses produksi umumnya meng-gunakan 2 faktor/input saja (lazimnya model dan tenaga kerja). Modal dinyatakan sebagai input non-variabel (bisa berubah-ubah) dalam jangka pendek, sedangkan tenaga kerja dinyatakan sebagai input variabel yang jumlah persediaan atau tingkat penyerapannya bisa berubah-ubah. Berdasarkan fungsi objektif tertentu dari produsen, model itu bisa memetakan perilaku penggunaan input optimal oleh produsen dalam jangka pendek maupun panjang. Konversi input menjadi output (produk) dimodelkan melalui fungsi produksi. Fungsi yang paling sederhana mempostulasikan produksi output (satu jenis) sebagai hasil perkalian geometrik atas input-input yang digunakan. Inilah fungsi produksi Cobb-Douglas yang parameter-parameternya bisa diukur secara statistik lewat metode regresi yang linier dengan logaritma natural. Bentuk kurvanya mengarah ke bawah dan cekung (bentuk ini disukai para ekonom klasik karena sederhana dan bisa menunjukkan hubungan/solusi unik atas berbagai masalah optimisasi).
Kini fungsi-fungsi produksi elastisitas substi¬tusi kontan (CES, constant elasticity of substitution) dan logaritmik transedental yang lebih umum (“translog”) kian populer di kalangan ekonom. Dalam hal ini, fungsi Cobb-Douglas hanya dianggap kasus khusus. Fungsi translog memperpanjang daftar variabel penjelas dalam regresi Cobb-Douglas dengan rumusan quadran dan kajian atas interaksi antara input-input yang digunakan. Daya tarik fungsi-fungsi produksi itu terletak pada implikasi-implikasinya, misalnya terhadap produk marginal input-input variabel yang ditunjukkannya akan turun beberapa saat setelah jumlah pemakaiannya bertambah. Ini mempertegas kerapuhan konsepsi permintaan. Sedangkan daya tarik translog terletak pada taksiran-taksirannya yang ternyata sesuai dengan anggapan umum bahwa kurva biaya rata-rata jangka panjang berbentuk huruf “U”. Teknologi produksi yang dijelaskan dalam fungsi-fungsi produksi itu punya kaitan dengan cara perhitungan biaya oleh produsen. Selain nilai dari setiap faktor produksi, produsen juga memakai pertimbangan teknologi produksi dalam menghitung bauran input yang akan mengoptimalkan fungsi obyektifnya (biasanya angka laba) pada berbagai tingkat output. Jika bauran input itu sudah ditetapkan, maka total biaya produksi pada setiap tingkat output langsung dihitung sebagai produk vektor keseluruhan harga dan kuantitas input. Baru belakangan ini para ekonom berusaha secara serius mengatasi kesulitan analitis atas perubahan komposisi input bagi sejumlah ragam produk sekaligus. Banyak perusahaan sengaja membuat banyak jenis produk dengan harapan ia akan memperoleh sinergi dari koordinasi produksinya. Dalam konteks ini, output tidak bisa diajukan sebagai patokan, sehingga teknologi produksi harus memainkan fungsi ganda yang pengukurannya dilakukan dengan fungsi biaya produk majemuk (fungsi quadran atau CES). Anggapan kaku bahwa tenaga keria adalah input variabel telah diperlonggar dalam studi-studi mutakhir yang menyebutnya sebagai investasi “modal manusia“. Investasi ini perlu waktu lama sehingga dalam jangka pendek tenaga kerja dapat dianggap sebagai input tetap. Jika input yang dianalisis lebih dari 2, maka pemilihan jangka panjang dan pendek menjadi kabur. Salah satu hal yang belum dikembangkan dalam program penelitian ekonomi adalah aplikasi berbagai metode yang lazim digunakan dalam kepustakaan diferensiasi produk, khususnya heterogenitas faktor-faktor produksi.

PENGERTIAN FAKTOR PRODUKSI | ok-review | 4.5