PENGERTIAN EVOLUSIONISME DAN KEMAJUAN

By On Monday, October 21st, 2013 Categories : Filsafat

Evolusionisme adalah label yang kini lazim digunakan untuk menyebut aliran pemikiran yang tengah berkembang pesat, yang juga telah hadir secara mencolok pada antropologi dan sosiologi di abad 19. Meskipun bertolak dari analogi-analogi biologi, konsep evoiusionisme haruslah dipisahkan dari pemikiran Darwin. Inspirasinya muncul belakangan, karena evoiusionisme sudah dapat kita temukan pada teori evolusioner Lamarck yang merupakan saingan utama teori Darwin hingga abad 20. Elemen-elemen kunci dalam konsepsi evoiusionisme adalah keyakinan bahwa organisme secara intrinsik dituntut untuk memperbaiki dirinya sendiri, serta mengejar perubahan-perubahan menuju kemajuan atau kondisi yang lebih baik. dan semua ini merupakan kewajiban yang harus dipenuhi demi mempertahankan kelangsungan hidup dan eksistensinya. Herbert Spencer, salah satu pendukung analogi organik yang paling konsisten dalam ilmu- ilmu sosial, adalah salah seorang teorisi evolusi terkemuka dalam sosiologi, namun ia banyak meminjam gagasan dari sejumlah tokoh lainnya seperti Marx, Freud dan Durkheim, yang kesemuanya memang sangat mewarnai teori-teori modern dalam antropologi (misalnya, Childe, 1951). dalam teori psikologi Piaget, atau kajian sejarah “Whig“. Asumsi-asumsi yang dianut oleh para teorisi evolusionis ternyata sangat ber-tentangan dengan teori evolusi Darwin khususnya yang berkenaan dengan konsep variasi dan seleksi alam. Para teorisi evolusi tidak mengasumsikan adanya suatu jalur perubahan atau perbaikan tertentu yang harus dilewati oleh suatu spesies.
Sebaliknya Darwin meyakini hal sebaliknya. Teori evolusionis dalam ilmu-ilmu sosial mungkin harus dipandang sebagai aliran pemikiran yang lebih luas mengenai kemajuan yang merupakan salah satu upaya yang paling serius untuk mengkonseptualisasikan sejarah sosial di Barat. Aliran tersebut memiliki daya tarik yang sangat besar khususnya bagi kaum radikal progresif Utopian yang senantiasa mendambakan perubahan, demikian pula bagi para pendukung teori-teori politik sayap kanan dan revivalisme relijius. Terlepas dari apakah pemikiran tersebut diterapkan pada peradaban manusia secara keseluruhan atau pada ras tertentu, teori tentang kemajuan itu begitu abstrak dan sarat nilai sehingga adakalanya tidak sesuai dengan fakta empiris. Nisbett (1980) menyatakan bahwa akibat kesenjangan empiris itu keyakinan terhadap kemajuan kian terkikis oleh skeptisionisme terhadap superioritas unik peradaban Barat kontemporer.

PENGERTIAN EVOLUSIONISME DAN KEMAJUAN | ok-review | 4.5