PENGERTIAN ESTAFET

By On Saturday, March 15th, 2014 Categories : Review

Dari kata Perancis estafette, berarti pe­ngiriman berita yang dilakukan oleh lebih dari satu orang. Sampai pada jarak tertentu, berita diteruskan oleh pengirim yang lain, demikian seterusnya sampai berita tersebut tiba di tempat tujuan.
Kini, sistem estafet diterapkan juga dalam bidang olahraga, antara lain dalam cabang olahraga atletik, khususnya lari. Nomor lari estafet disebut juga no­mor lari beranting. Lari beranting dibagi dalam no­mor 4 x 100 meter dan 4 x 400 meter putra-putri. Jumlah pelari dalam nomor ini ditentukan menurut jumlah lintasan yang ada, tetapi biasanya diikuti enam regu. Setiap regu terdiri atas empat pelari. Pelari per­tama membawa tongkat yang harus diberikan kepa­da pelari kedua secepat mungkin, demikian seterus­nya sampai pada pelari terakhir.
Setiap regu dalam nomor ini berusaha menempat­kan pelari tercepatnya sebagai pelari pertama dan terakhir. Penempatan ini merupakan taktik setiap regu untuk mencapai garis akhir lebih dulu. Di samping me­nitikberatkan unsur kecepatan pelari, nomor lari be­ranting juga menuntut kecepatan serta ketepatan da­lam memberikan tongkat estafet. Tongkat estafet ini dilarikan oleh pelari pertama sampai jarak tertentu untuk kemudian diberikan kepada pelari berikutnya. Pelari kedua, ketiga, dan keempat tidak dibenarkan berpacu sebelum mereka menerima tongkat estafet. Penyerahan tongkat estafet antara dua pelari harus dilakukan dalam bidang sepanjang 20 meter. Jika pe­nyerahan tersebut baru terjadi di luar bidang terse­but, regunya akan terkena diskualifikasi.
Prestasi.
Regu estafet Indonesia mulai mencatat prestasi di arena Asean Games Bangkok tahun 1966. Ketika itu regu yang terdiri atas J. Oroh, Soepardi, Bambang Wahyudi, dan A. Sugiri merebut medali emas untuk nomor 4 x 100 meter putra. Di arena SEA Games Manila 1981, regu Indonesia yang terdiri atas M. Haryono, Suwantoro, Julius Affan, dan Leo Ka- pisa, merebut medali emas dengan catatan waktu 40.54 detik Di Sea Games Jakarta 1979 untuk nomor 4 X 400 meter putra, regu estafet Indonesia yang terdiri atas Melly Moffu, M. Haryanto, Mathias Mambay dan Mujiono merebut medali emas (3:13.07 detik).
Kejurnas 1986. Dalam Kejuaraan Nasional (Ke- jurnas) Atletik 1986, untuk nomor 4 x 400 meter pu­tra, regu estafet Irian Jaya yang terdiri atas Yusup Marani, Petrus Aprianus, Dominggus L., dan Elia- ser W., keluar sebagai juara (3:15.87 detik). Regu POLRI yang terdiri atas Suwantoro, Achlil, Suwardi, dan Slamet Widodo, menyusul di tempat kedua (3:17.92 detik).
Juara untuk nomor yang sama dalam kelompok pu­tri direbut oleh regu Jawa Timur yang terdiri atas Hen- ny Diah A., Sam Kartika Sari, Sumah, dan Jublina Mangi (3:54.56 detik). Tempat kedua direbut oleh regu POLRI yang terdiri atas Indah Wahyuni, Yos Rosidah, Ernawati, dan Rosa Erari (3:59.62 detik). Tem­pat ketiga diduduki oleh regu DKI Jakarta yang terdiri atas Emmy, Merry, Herlina, dan Marcelina (4:05.84).
Rekor nasional 4 x 400 meter putra, yakni 3:10.69 detik, dibuat di Bangkok tahun 1985. Rekor yang sa­ma untuk kelompok putri, yakni 3:42.25 detik, dibuat di Jakarta pada tahun yang sama.
Juara untuk nomor 4 x 100 meter putra dalam Ke­jurnas Atletik tahun 1986 direbut oleh regu Jawa Ba­rat (42.18 detik). Regu Jawa Barat ini terdiri atas Aji Dani, Ernawan Witarsa, Seri Goin, dan Indra Nugra- ha. Juara kedua (42.20 detik) diraih oleh regu Jawa* Timur yang terdiri atas Gunawan, Yos Ottemusu, Yu­sup, dan Eko Subagio. Regu DKI Jakarta yang terdi­ri atas Nofro, Aceng Rumaedi, Rahman, Temmy Ram- bitan menempati juara ketiga (42.40 detik).
Perbandingan.
Prestasi atlet estafet (lari beranting) Indonesia bila dibandingkan dengan prestasi atlet kelas dunia masih jauh terbelakang. Rekor dunia tahun 1976 untuk nomor lari 4 x 100 meter putra, yakni 38.33 detik, dibuat oleh atlet Amerika Serikat. Dalam no­mor yang sama untuk putri dibuat oleh atlet Jerman Timur, yakni 42.55 detik. Dalam kejuaraan dunia ta­hun 1980, prestasi untuk nomor yang sama dibuat oleh atlet putra Uni Soviet (38.26 detik) dan oleh atlet pu­tri Jerman Timur (41.60 detik).
Rekor Olimpiade 1972 untuk kelompok putra di­buat oleh atlet Amerika Serikat (38.19 detik). Rekor Olimpiade 1980 untuk kelompok putri dibuat oleh re­gu  Jerman Timur (41.60 detik). Rekor Olimpiade 1968 untuk 4 x 400 meter putra dibuat oleh atlet Amerika Serikat (2:56.8 detik). Rekor Olimpiade 1976 untuk
kelompok putri dibuat regu Jerman Timur (3:19.23 detik). Rekor dunia 1976 untuk kelompok putra di­buat oleh atlet Amerika Serikat (2:58.65 detik), se­dangkan untuk kelompok putri dibuat oleh regu Jer­man Timur (3:19.23 detik). Rekor dunia 1980 untuk kelompok putra maupun putri dibuat oleh atlet-atlet Uni Soviet, masing-masing 3:01.1 detik dan 3:20.2 de­tik.

PENGERTIAN ESTAFET | ok-review | 4.5