PENGERTIAN ESPERANTO

By On Friday, March 14th, 2014 Categories : Antropologi

Bahasa internasional yang diciptakan oleh seorang dokter yang juga ahli bahasa Polandia, Ludovic L. Zamenhof (1859-1917). Esperanto diha­rapkan dapat menjadi bahasa internasional kedua yang mudah dipelajari. Esperanto dibuat berdasarkan rumpun bahasa Indo-Eropa, khususnya Eropa Barat. Esperanto di­buat secara sederhana dengan perbendaharaan kata dan tata bahasa yang terdiri atas 16 hukum dasar dan abjadnya sebanyak 28 huruf yang masing-masing ha­nya mempunyai satu bunyi.
Esperanto mempunyai kata sandang tertentu la yang digunakan pada bentuk jamak dan bentuk tung­gal, sedangkan kata sandang tak tentu tidak ada. Ka­ta keterangan diakhiri dengan huruf e. Kata benda ti­dak mengenal jenis kelamin dan diakhiri dengan hu­ruf o, dengan bentuk jamak ditambah j dan bentuk kata benda sebagai objek ditambah n. Kata sifat di­akhiri dengan huruf a dengan bentuk jamaknya di­tambah j dan bentuk objeknya ditambah n. Kata kerja untuk orang dan bilangan tidak mengalami perubah­an, karena dinyatakan dengan diiringi kata ganti. Kata kerja hanya mempunyai satu bentuk untuk setiap wak­tu atau suasana (sekarang, lampau, akan datang). Pe­nambahan awalan dan akhiran dapat menghasilkan berbagai pengertian atau diperolehnya bentuk baru.
Pada tahun 1887, Lidovic L. Zamenhof menerbit­kan buku pertama menyangkut bahasa Esperanto, yaitu Lingvo Internacia, yang berisikan hukum dasar bahasa ini dengan nama pengarang Dr. Esperanto.
Kemudian digunakan sebagai nama baru itu. Pada tahun 1889 muncul jurnal yang pertama, La Esperantisto, kasikan di Nuremberg, Jerman. Secara angsur makin banyak pemakai bahasa ini di Eropa Di Inggris didirikan suatu klub Esperanto pertama pa. da tahun 1902, dan pada tahun 1905 di Boston mun­cul Asosiasi Pemakai Bahasa Esperanto Amerika. Dan pada tahun itu juga diadakan kongres internasional Esperanto pertama di Perancis yang dihadiri oleh 700 pemakai bahasa Esperanto. Pada tahun 1908 didiri­kan organisasi internasional Esperanto dengan nama Universal Esperanto Association (UEA) yang berke­dudukan di Rotterdam. Asosiasi ini beranggotakan le­bih dari 80 negara.
Sebagian besar pemakai bahasa Esperanto adalah orang-orang Eropa. Tetapi orang di bagian dunia lain seperti Amerika dan Asia, juga mencoba mengem­bangkan penggunaan bahasa ini. Pada tahun 1906 di Jepang muncul gerakan Esperanto, dan di muncul berbagai perkumpulan Esperanto.
Kepustakaan bahasa Esperanto muncul dalam bagai bentuk, seperti puisi, novel, atau buku-buku ilmu bahasa, kamus, dan daftar Karya-karya ini dapat berupa terjemahan dari sa lain atau dari awal memang dituliskan dalam ba hasa Esperanto. Di kalangan bidang pendidikan, ti dak sedikit akademi dan perguruan tinggi yang nyediakan pelajaran bahasa Esperanto dalam kuriku­lumnya, antara lain Amerika Serikat dan Uni Bahasa Esperanto telah dibuktikan berguna pertukaran pelajar antarnegara, juga dalam korespon­densi internasional.

PENGERTIAN ESPERANTO | ok-review | 4.5