PENGERTIAN ESKIMO

By On Sunday, March 9th, 2014 Categories : Psikologi

Suku bangsa yang berdiam di lingkaran-Antartik. Ini berarti bahwa daerah kediamannya mem­bentang dari ujung timur Uni Soviet, menjangkau Alaska dan Kanada Utara, hingga ke Tanah Hijau.  apa suku bangsa bahkan berdiam jauh lebih ke utara lagi, hingga dekat sekali dengan titik kutub.

Selama ribuan tahun orang Eskimo hanya meng­ikuti pola hidup yang sudah diwariskan nenek mo­yangnya. Kebanyakan orang Eskimo berdiam dekat laut, tempat mereka memperoleh sumber makanan­nya. Mereka memburu anjing laut, singa laut, ikan paus, serta menangkap ikan. Selain itu, mereka juga berburu rusa karibou. Kebutuhan sandang dipenuhi dengan memanfaatkan kulit binatang. Selain itu, ku­lit binatang juga mereka gunakan untuk kemah tem­pat tinggal di musim panas, serta perahu layar.
Di musim dingin, mereka berdiam dalam rumah sal­ju. Sebagian suku bangsa menggunakan rumah ini se­bagai pangkalan sementara, sedangkan suku lain menggunakannya sebagai rumah tetap. Perjalanan di musim dingin dilakukan dengan menggunakan biduk seret yang ditarik anjing.
Orang Eskimo biasa menyantap makanannya men­tah-mentah tanpa diproses lagi, terutama lemak ikan paus. Karena itu, orang Indian menyebut suku bang­sa ini Eskimo yang berarti pemakan santapan men­tah. Orang Eskimo sendiri menyebut dirinya Inuit atau Yuit yang berarti suku bangsa.
Dengan demikian mereka dapat berburu lebih baik. Perkembangan baru ini serta beberapa perkembangan lain mengakhiri cara hidup tradisional. Kini, orang Eskimo yang berdiam di Uni Soviet, Alaska, Kana­da, dan Tanah Hijau berjumlah sekitar 120.0(H) jiwa. Mereka mengenakan pakaian modern dan hidup di rumah-rumah tembok.
Ciri-ciri fisiknya ditandai dengan kulit kuning, ram­but lurus, mata hitam dengan tulang pipi tinggi. Me­reka mirip orang Siberia di Asia Utara atau Indian Amerika. Ini diperkuat dengan bukti prasejarah bah­wa baik orang Eskimo maupun orang Indian berne- nek moyang sama, yang mendiami Siberia 10.000 ta­hun lampau.
 
Daerah Kediaman.
Wilayah kediaman Eskimo me­liputi pantai Siberia Timur Laut, kepulauan di Laut Bering, daerah pantai Alaska, pulau-pulau di utara Kanada, dan pantai barat serta sebagian pantai timur Tanah Hijau.
Orang Eskimo hidup di daerah yang paling dingin dengan kondisi alam yang termasuk paling kejam di dunia. Banyak tanaman dan binatang tak dapat hi­dup di bagian utara dekat kutub. Udara dingin men­jadi lebih buruk pada musim dingin karena di masa ini matahari tidak terbit. Di musim panas matahari bersinar sepanjang waktu tetapi panas yang diterima hanya mampu menaikkan suhu beberapa derajat ke atas titik beku.
 
Iklim.
Kebanyakan daerah dekat kutub utara meng­alami musim dingin berkepanjangan dan musin pa­nas yang pendek. Suhu di musim dingin berkisar dari -29°C hingga – 34°C. Angin kencang bertiup dari Lautan Arktik menyebabkan suhu seolah bertambah dingin. Hujan salju dapat turun berhari-hari.
Dari September sampai Juni, lapisan salju menu­tup sebagian besar wilayah Eskimo. Lapisan salju ta­hunan tidak tebal tetapi salju ini tidak banyak men­cair di musim panas. Akibatnya dari tahun ke tahun, lapisannya terus saja menebal.
Salju tebal juga menutupi daerah Alaska, bebera­pa pulau di utara Kanada, dan sebagian besar Tanah Hijau. Sementara itu, lapisan es menutup sebagian be­sar Lautan Arktik, dengan gunung-gunung esnya yang terapung di lautan sepanjang tahun.

Fauna dan Flora.

Sebagian besar wilayah Arktik# diselimuti tumbuhan tundra. Namun di musim panas bertumbuh juga semak dan bunga liar. Pohon berdaun jarum dap&t bertumbuh pada beberapa daerah terten­tu tetapi tak pernah membentuk hutan lebat.

Jenis faunanya meliputi rusa, kelinci, serigala, ka- ribou, beruang es, anjing laut, ikan paus. Karibou ha­nya hidup beberapa bulan dalam setahun di daerah Arktik. Beruang es dan anjing laut berdiam di antara gunung-gunung es. Itik, angsa, dan burung Arktik lain menghabiskan separo waktunya di daerah kutub da­lam setahun.

Jenis ikan yang paling umum di Arktik ialah ikan char, sejenis trout. Ikan ini menghabiskan separo wak­tunya di laut dan separonya lagi di air tawar pada se­tiap tahun.

 
Cara Hidup Tradisional.
Selama ribuan tahun cara hidup mereka berbeda dari penduduk bumi yang lain. Sarana transportasi, cara berburu, bahasa. Kehidupan mereka mulai berubah tahun 1800-an, ketika para pemburu ikan paus dari Eropa dan pen­jual bulu binatang dari utara mulai berdatangan. Orang Eropa memberi senapan kepada orang Eskimo. kanan mereka semuanya berbeda dari bangsa lain.
Mereka mengembangkan cara hidupnya sendiri selain karena kejamnya alam, juga karena terisolasinya bu­daya mereka dari banyak bangsa lain.
Pola hidup orang Eskimo berbeda dari musim ke musim dan dari satu daerah dengan daerah lain. Mi­salnya, sebagian orang Eskimo hidup dalam rumah salju selama musim dingin. Sebagian lain memba­ngun rumah dari batu turf. Namun di musim panas hampir semuanya berdiam dalam kemah kulit bi­natang.
Berbeda dari kelompok Indian Amerika, mereka tidak mempunyai sistem pemerintahan. Mereka mem­bentuk kelompok-kelompok tertentu dan sepanjang hidupnya mereka hidup dalam kelompok itu.
Dalam tiap kelompok besar, terdapat kelompok yang lebih kecil. Jumlah anggota berkisar dari bebe­rapa hingga beberapa ratus jiwa. Besarnya kelompok juga tergantung atas bagaimana cara berburu yang hendak dilakukan pada musim tertentu. Di Kanada Utara, misalnya, dibentuk kelompok paling besar bi­la mereka ingin berburu anjing laut di musim dingin. Setelah itu, mereka terpecah dalam kelompok lebih kecil bila mereka berburu karibou, ikan, atau bina­tang buruan lain. Sebaliknya orang Eskimo di utara Alaska membentuk kelompok terbesar bila mereka ingin berburu karibou.
Keluarga Eskimo umumnya terdiri atas ayah, ibu, dan anak-anak, termasuk yang sudah menikah. Jum­lahnya dapat mencapai 20 orang. Keluarga yang ha­nya terdiri atas ayah, ibu, dan anak-anak yang belum menikah jarang ditemukan.
Di musim paceklik, mereka membunuh bayinya un­tuk menghindari pertambahan penduduk berlebihan. Semenjak kecil anak-anak sudah dijodohkan, dan ke­banyakan menikah pada usia belasan. Upacara per­nikahan tidak dikenal. Mereka langsung hidup ber­sama.
 
Makanan.
Bagi orang Eskimo, daging anjing laut dan karibou merupakan makanan utama. Bahan ma­kanan lain ialah ikan, daging burung, beruang es, dan ikan paus. Kadang-kadang mereka juga memakan daun dan akar tumbuhan. Tetapi makanan dari tum­buhan hanya dapat diperoleh pada bulan yang panas dalam setahun.
Umumnya makanan itu dimakan mentah karena mereka tidak mempunyai kayu atau bahan bakar lain. Kadang-ladang mereka memasak di atas lampu yang menggunakan bahan bakar lemak ikan paus atau anjing laut. Tetapi sulitnya, kalor panas yang diha­silkan begitu rendah sehingga proses memasak mem­butuhkan waktu lama.
Mereka makan 3 kali sehari. Makanan kesukaan lain ialah hati walrus dan kulit ikan paus putih. Me­reka juga menyukai makanan yang belum tercerna di dalam usus besar karibou. Sop terkenal ialah darah anjing laut dicampur air panas.
 
Pakaian
Orang Eskimo terbuat dari kulit binatang. Gayanya berbeda menurut wilayah masing-masing. Namun jenis pakaiannya sama, yaitu jaket bulu, sa­rung tangan, celana panjang dan sepatu bot. Jaket luar menutup kepala, leher, bahu, hingga pinggang atau lutut. Di musim dingin mereka mengenakan pakaian dalam luar dari kulit dan bulu. Kadang-kadang me­reka mengenakan tutup mata dari kayu yang diberi lubang kecil untuk menghindari pantulan sinar ma­tahari yang berlebihan di atas salju.
Orang Eskimo paling menyukai kulit karibou un­tuk pakaian karena ringan dan memberi kehangatan. Jika pilihan pertama ini tidak ditemukan, mereka menggantinya dengan kulit anjing laut, atau beruang es. Baju mereka sering dihias dengan bulu binatang.
 
Tempat Berlindung
Keluarga Eskimo berupa ru­mah musim panas dan rumah musim dingin. Di mu­sim panas, mereka berdiam di kemah kulit. Di mu­sim dingin mereka berdiam di rumah berdinding ta­nah bercampur rumput. Dalam perjalanan mereka ju­ga membangun rumah sementara dari salju, berben- tuk kubah. Hanya orang di Kanada Utara dan Kepu­lauan Kanada yang menggunakan rumah salju set* gai perumahan tetap. Mereka menyebut rumah iglo.

Proses pembuatan iglo sebagai berikut: salju y? telah mengeras dipotong-potong dengan pisau salj Penggalan balok salju biasanya berukumn panjang kira-kira 1 meter, lebar setengah meter, dan tebal sentimeter. Balok-balok itu disusun berbentuk kubah. Seorang Eskimo dapat membangun rumah tersebut dalam tempo 2 jam.

Kebanyakan rumah salju, yang menjadi rum’1” tinggal tetap selama musim dingin, mempunyai be rapa teras di dinding dalam. Teras bagian belak ditutupi kulit binatang dan dijadikan tempat tin untuk seluruh keluarga. Bagian dalam rumah di

naskan dan diterangi dengan lampu yang digunakan untuk memasak. Panas lampu hanya sedikit saja me­naikkan suhu udara. Tetapi udara di dalamnya jauh lebih nyaman daripada di luar karena terlindung dari terpaan angin dingin.
Transportasi. Orang Eskimo mengembara lewat daratan, air, salju, maupun es. Di atas salju dan es, mereka menggunakan biduk seret. Jenis yang dike­nal ialah biduk seret berkerangka di Alaska dan Si­beria dan biduk seret tak berkerangka mirip papan luncur yang digunakan di Tanah Hijau dan Kanada. Untuk melewati sungai dan danau digunakan perahu kulit.
Untuk menarik biduk seret, orang Eskimo meme­lihara sebanyak mungkin anjing sesuai kemampuan­nya. Di wilayah yang tidak banyak binatang buruan­nya, seperti Kanada Utara, hanya dipelihara 1 atau 2 anjing dalam keluarga. Sebaliknya di Kanada Ti­mur yang banyak binatang buruannya, seorang Eski­mo memelihara lebih dari 10 anjing.
Alat transportasi lain, perahu kulit, terdiri atas dua jenis, yaitu kayak dan umiak. Kayak mirip kano de­ngan geladak tertutup. Semua orang Eskimo meng­gunakan kayak untuk menangkap ikan. Kebanyakan kayak hanya mengangkut seorang penumpang, paling banyak dua orang. Kayak berkerangka kayu dengan lunas bertutupkan kulit karibou. Di bagian tengah, dibuat ruang tempat duduk, tepat untuk satu orang. Kayak dua penumpang mempunyai dua tempat du­duk.
Untuk menggerakkan kayak digunakan dayung panjang yang diberi lempeng papan di kedua ujung­nya. Namun orang Eskimo juga menggunakan dayung pendek dengan satu lempeng. Ketika orang berburu, lubang tempat duduk ditutup kulit kedap air sehing­ga kayak hampir tidak kemasukan air.
Umiak adalah perahu dengan bagian atas terbuka. Jenis ini dapat membawa 12 penumpang. Semua orang Eskimo, kecuali penduduk Tanah Hijau Utara dan Kanada Utara, menggunakannya. Perahu ini berke­rangka dan bertutupkan kulit anjing laut, dan dija­lankan dengan dayung. Umiak digunakan untuk perjalanan jarak jauh, untuk memindahkan perbekalan, dan menangkap walrus serta ikan paus.
 
Agama.
Orang Eskimo percaya akan roh agung penguasa alam semesta. Mereka juga percaya bahwa manusia dan binatang mempunyai jiwa dan kelak hi­dup di dunia lain. Untuk itu mereka mempunyai ri­tus tertentu untuk menyenangkan roh dan jiwa. Jika lalai menjalankan ibadat, mereka akan mendapat sa­kit atau kemalangan sebagai hukuman para roh dan jiwa.
Beberapa roh yang dipercaya ialah roh angin, cua­ca, matahari, dan bulan. Namun yang paling terke­nal ialah roh dewi lautan, Sedna, yang hidup di dasar samudera. Menurut orang Eskimo, dewi ini menguasai anjing laut, ikan paus, dan semua penghuni lautan. Jika Sedna marah, semua makhluk laut diusirnya se­hingga orang Eskimo sulit memburunya. Untuk me­nyenangkannya, mereka mengikuti tata cara perbu­ruan di laut yang sudah mapan. Misalnya, di Alaska, orang Eskimo menyimpan empedu anjing laut yang dibunuhnya. Dalam kesempatan tertentu setiap tahun, empedu tersebut dilabuhkan ke laut.
Bila seorang Eskimo meninggal, penguburannya di­lakukan dengan upacara tertentu. Mereka membung­kus mayat dengan kulit binatang dan meletakkannya di dalam tundra. Di samping mayat, diletakkan sen­jata serta pelengkapan hidupnya di dunia untuk di­pakai di alam lain.
Beberapa orang Eskimo, bisa pria atau wanita, dianggap sebagai dukun yang mampu menjalin hu­bungan dengan roh. Oleh mereka orang ini disebut angatkuq. Dukun itu diminta untuk memberi cuaca baik, menyembuhkan penyakit, menambah hewan bu­ruan, dan memberi keberuntungan.
 
Segi Kehidupan yang Lain.
Di musim dingin se­ring terjadi badai sehingga orang Eskimo tak dapat keluar dari rumah. Untuk mengisi waktu, mereka ber­main gulat, berjalan di atas tali kulit yang diikat pa­da dua tiang pancang, atau menari dengan iringan gendang.
Di bidang seni, orang Eskimo menghiasi apa yang digunakannya setiap hari. Mereka melengkapi baju­nya dengan bulu binatang, kancing gading, atau tu­lang yang diukir berbentuk anjing laut, ikan, atau bi­natang lain. Juga senjatanya dihias dengan berbagai macam ukiran.
Untuk berkomunikasi digunakan bahasa Eskimo yang berbeda dari rumpun bahasa lain. Dialek dae­rah yang satu dengan daerah lain hanya mempunyai perbedaan kecil. Hanya dialek Eskimo Siberia dan ujung selatan Alaska sulit yang dimengerti orang Eskimo lain.
Banyak kata Eskimo dibentuk hanya dengan me­nyatukan kata yang terdiri atas suku kata. Kata yang dibentuk dengan cara ini mempunyai lebih dari lima suku kata. Selain itu mereka juga mempunyai bebe­rapa kosa kata untuk satu objek yang sama. Misal­nya mereka mempunyai bermacam-macam kata un­tuk anjing laut tergantung pada keadaan binatang itu, apakah sedang tidur, berkelompok, berjemur, bere­nang, sudah dewasa atau belum dewasa.
 
Sejarah.
Para ahli berkesimpulan bahwa orang Eskimo berasal dari daerah yang menjadi jembatan Laut dan Alaska. Dari sini mereka menyebar ke ti­mur setelah menyeberangi wilayah Arktik Amerika Utara.
Migrasi pertama terjadi 5.000 tahun lampau. Per­pindahan kedua sekitar 1.200 tahun yang lalu. Para ahli tidak tahu berapa lama perpindahan itu berlang­sung. Tetapi ketika mulai berlangsung perpindahan kedua, keturunan Eskimo dari migrasi pertama telah lenyap. Penduduk hasil migrasi kedua menjadi nenek moyang orang Eskimo yang kini berdiam di Tanah Hijau, Kanada, Alaska Timur Laut.
 
Kedatangan Orang Eropa.
Orang Eropa pertama yang menjumpai orang Eskimo adalah bangsa Viking, sekitar tahun 1100. Sejak tahun 1500, penjelajah Eropa bertemu dengan orang Eskimo di pantai timur Amerika Utara. Peneliti Rusia dan Eropa lainnya me­nemui orang Eskimo tahun 1700-an.
Semenjak tahun 1800-an, penangkap ikan paus Eropa dan pedagang bulu binatang berdatangan ke daerah orang Eskimo. Para pedagang ini menjual se­napan, amunisi, besi, kayu, dan kebutuhan hidup yang lain. Tetapi mereka juga membawa penyakit. Banyak orang Eskimo meninggal.
Dengan adanya intensifikasi penangkapan ikan, muncul industri perikanan. Sekalipun industri ikan paus merosot, perdagangan bulu Arktik terus mening­kat. Semakin banyak orang Eskimo menjerat bina­tang untuk mendapatkan bulunya. Kontak antara orang Eskimo dan penduduk kulit putih meningkat. Akibatnya, perlahan-lahan terjadi perubahan gaya hidup.
 
Gaya Hidup Baru
Mulai berkembang di kalangan Eskimo tahun 1900-an. Gaya hidup baru itu berbeda- beda di Uni Soviet, Alaska, Kanada, dan Tanah Hi­jau.
Di Uni Soviet, pemerintahan komunis mulai me­ngontrol masyarakat Eskimo tahun 1920-an. Pihak komunis memperbaiki kesehatan, perumahan, dan pendidikan orang Eskimo. Barang yang dihasilkan orang Eskimo dijual ke seluruh negara. Berdasarkan permintaan pasar, mereka mulai mengumpulkan gigi walrus, serta baiang kerajinan tangan.

Di Alaska, perburuan dengan senapan sangat men­gurangi populasi binatang. Akibatnya, mereka mulai menernakkan rusa kutub yang dibawa dari Siberia oleh pemerintah Amerika Serikat. Orang Eskimo- Alaska menjadi warga negara Amerika Serikat tahuni 1924.

Selama Perang Dunia II, banyak orang Eskimo be-If kerja di basis militer Amerika Serikat di Alaska. Peng­gembalaan rusa kutub ditinggalkan. Mereka lalu bekerja di industri perikanan dan konstruksi bangunan. |§ Pemerintah Amerika berusaha menaikkan tingkat hi­dup mereka tetapi banyak yang masih hidup dalam kemiskinan.

Di Kanada, gaya hidup mereka hanya sedikit meng­alami perubahan hingga tahun 1950-an. Tetapi pada suatu ketika, perdagangan bulu merosot, populasi ka- ribou berkurang drastis karena diburu dengan sena- sg pan. Akibatnya orang Eskimo mulai menjadi pega­wai negeri atau pedagang keliling. Banyak juga yangljj bekerja di konstruksi bangunan. Namun jumlah pekerjaan lebih sedikit daripada jumlah orang Eskimo. Sebagian kemudian menerima tunjangan dari pemerintah karena menganggur.

Tanah Hijau, orang Eskimo mulai menangkap ikan sejak tahun 1900-an. Perubahan ini disebabkan pengaruh iklim yang memanaskan perairan di pantai Tanah Hijau. Air hangat menyebabkan anjing laut te­rusir ke utara tetapi sebaliknya menarik ikan salmon dari selatan.
Tanah Hijau menjadi daerah koloni Denmark ta­hun 1380 – 1953. Selama masa ini pemerintahan Den­mark menetapkan program-program untuk memper- baki kehidupan orang Eskimo yang meliputi bidang pendudukan, perumahan, dan kesehatan.
Orang Eskimo Masa Kini sudah lebih mudah me­naklukkan keganasan alam tetapi mereka harus ber­saing untuk mendapat tempat di dalam dunia ekono­mi modern. Pada umumnya orang Eskimo Tanah Hi­jau dan Uni Soviet telah menyesuaikan diri dengan cara hidup modern. Sebaliknya orang Eskimo Alas­ka dan Kanada masih menghadapi pengangguran dan masalah lain sejak berakhirnya gaya hidup lama.
Jumlah seluruh orang Eskimo sekitar 118.400. Ka­rena perbaikan kesehatan, penduduknya berkembang cepat antara 1950 dan 1970. Pertambahan penduduk­nya terus meningkat. Dari jumlah itu, sekitar 5.000 orang Eskimo berdiam di ujung timur laut Siberia. Mereka menggembala rusa kutub, berburu walrus, dan menjadi penghasil barang kerajinan.
Alaska didiami 42.000 orang Eskimo. Sebagian dari mereka berdiam di kota kecil. Namun banyak yang menjadi penganggur dan hanya menggantungkan hi­dup dari jaminan sosial pemerintah. Meskipun pen­didikan telah digalakkan, anak-anak muda tidak da­pat menyelesaikan pendidikan sekolah menengah.
Dua peristiwa kemudian membuat standar kehidup­an Eskimo Alaska menjadi lebih baik. Tahun 1971, Kongres Amerika menyetujui alokasi dana untuk me­reka sebesar 961,5 juta dolar dan pemakaian areal ta­nah seluas 16 juta hektar khusus untuk orang Eskimo dan Indian. Keputusan ini diambil karena tekanan yang semakin kuat dari kalangan Eskimo dan Indian Amerika untuk menempati tanah warisannya. Penge­boran minyak besar-besaran juga membawa dampak ekonomis bagus bagi mereka.
Kanada dihuni 25.500 orang Eskimo. Kebanyakan mereka berdiam di rumah-rumah atas tanggungan pe­merintah. Mereka umumnya hanya menjadi pekerja jpusiman. Untuk mengatasi masalah ini, pemerintah membantu mendirikan koperasi perikanan dan ke­rajinan tangan. Kesempatan belajar mulai bertambah baik tetapi hingga tahun 1950-an, kebanyakan mere­ka tidak menyelesaikan SLA.
Tanah Hijau dihuni 49.500 Eskimo. Hampir semua- nya merupakan campuran orang Eropa dan Eskimo. Kebanyakan mereka sekarang berdiam di kota dan be­kerja di industri perikanan. Hanya orang Eskimo di bagian utara masih tetap berburu anjing laut dan te­rus mengikuti kebiasaan nenek moyangnya. Pendidik­an yang dicapai baru setingkat SLP, tetapi pemerin­tah mulai memperbaiki kesehatan, perumahan, dan lingkungan hidup.

PENGERTIAN ESKIMO | ok-review | 4.5