PENGERTIAN EPIDEMIOLOGI

By On Monday, October 21st, 2013 Categories : Antropologi

Epidemiologi adalah studi multidisipliner yang mencoba menjelaskan sebab-sebab alamiah dari timbulnya suatu penyakit. Studi ini berasal dari studi tentang epidemi (wabah penyakit) yang bersifat massal; namun sekarang epidemiologi juga diterapkan pada penyakit-penyakit per kasus (individual). Pada intinya, tujuannya adalah meminimalkan konsekuensi yang tidak diinginkan dari suatu penyakit dengan mengumpulkan aneka informasi untuk keperluan perumusan kebijakan terbaik dalam penanggulangan dan pengobatannya. Jadi. epidemiologi adalah ilmu tentang sebab-sebab penyakit. Fokusnya pada variasi kemunculan penyakit, dan pola-polanya, yang merupakan bahan masukan penting untuk memahami proses terjadinya penyakit itu sendiri. Pengetahuan biologi dipadukan dengan metode statistik dan observasi sosial. Epidemiologi merupakan ilmu dasar bagi dipilin kesehatan masyarakat, pengobatan preventif, riset pelayanan kesehatan dan promosi kesehatan. Tokoh yang berjasa mengembangkannya adalah John Snow (1813-58) yang dari studinya di abad 19 tentang saluran air di Soho, London, menemukan jaringan penyebaran kolera (saluran air itu kemudian dipindah ke Brod atau Broadwick Street) (Snow 1949). Tokoh berikutnya adalah Florence Nightingale (1820-1910), dengan ketelatenannya merawat pasien, juga menemukan sebab-sebab penyakit yang tak terlacak oleh pengetahuan medis.
Epidemiologi kini sudah berkembang menjadi beberapa cabang. Metode-metode pokoknya adalah secara seksama mempelajari data statistik penyakit, untuk kemudian memperbaikinya. Dari data-data itu sering terungkap sebab-sebab penyakit yang semula terabaikan oleh pengetahuan praktis kedokteran. Studi silang dan kontrol — baik secara terpola maupi.n random/acak — juga sering dilakukan untuk memastikan bahwa suatu temuan memang signifikan. Karena epidemiologi hampir sepenuhnya bersifat empiris, maka perkembangan studi ini juga tergantung pada seberapa banyak variasi sumber penyakit yang terungkap (ini disaring dengan hitungan faktor resiko untuk mencegah munculnya variasi semu). Komponen teoretisnya yang terpenting dialami dari statistika, observasi sosial, dan. tentu saja. biologi. Faktor sosial terutama penting untuk menjelaskan faktor resiko, dan menjadi kunci bagi keberhasilan promosi kesehatan. Dalam penaksiran resiko, konsep yang paling bermanfaat adalah “resiko relatif” (relative risk). Ini merupakan perbandingan frekuensi terjadinya penyakit dalam beberapa kemungkinan kondisi. yang kemudian memunculkan gambaran tentang kondisi yang paling berresiko (secara relatif) mengakibatkan penyakit. Disamping itu, sebagaimana telah disebutkan di atas, hitungan resiko ini juga dapat menghilangkan data variasi semu yang muncul berulang-ulang dalam observasi. Ini disebut sebagai efek modifikasi (modification effect). Tidak ada alasan yang pasti mengapa resiko relatif selalu muncul, namun efek modifikasinya sudah cukup menjadi alasan untuk selalu memperhitungkan resiko relatif tersebut. Ada beberapa cara untuk mengukurnya. Salah satunya adalah metode attributable risk per cent, yakni penghitungan frekuensi penyakit yang nampak berulang-ulang; pengulangannya disisihkan dan dihitung secara terpisah, dan itulah resiko relatifnya. Contohnya, berapa banyak penderita kanker paru-paru yang merupakan perokok berat. Dari data sekilas tampak bahwa hampir semua penderita merupakan perokok. Namun setelah frekuensi ulangnya disisihkan, tampak bahwa resiko relatifnya begitu besar, sehingga sesungguhnya penderita kanker paru-paru karena merokok tidak terlalu banyak. Informasi seperti ini jelas penting. Ada pula kasus sebaliknya. Ada penyakit yang resiko relatifnya rendah, sehingga hubungan sebab-akibat antara suatu penyakit dengan faktor sosial tertentu sulit dilacak. Contohnya adalah kanker payudara, yang kebanyakan diderita oleh wanita yang berada di penghujung usia suburnya (menjelang menopause). Angka resiko relatifnya hanya 15 persen. Ini jelas tidak sesuai dengan fakta bahwa kanker payudara antara lain disebabkan oleh perubahan hormonal yang lazim terjadi pada wanita menjelang menopause. Sayangnya belum ada metode khusus untuk mengatasi kelemahan ini. Dampak dari resiko relatif sekitar 1,5 memang sulit dilacak, dan ini merupakan salah satu kekurangan yang belum kunjung teratasi. Asosiasi atau hubungan-hubungan kausalitas yang sangat terbatas, dalam hal apa pun, sangat sulit diobservasi, apalagi diukur. Terlepas dari berbagai kekurangannya, epidemiologi telah berjasa menyajikan informasi- informasi penting yang sangat berguna bagi keperluan pengobatan. Karena penyakit kronis begitu rumit dan sulit diatasi, bantuan epidemiologi yang memadukan metode statistik, ilmu-ilmu sosial dan biologi, sangat diperlukan. Informasi-informasi kecil adakalanya sangat menentukan, seperti yang terbukti dalam penanganan penyakit kanker. Karena penyakit yang berbahaya semakin banyak jenisnya, maka perkembangan epidemiologi nampaknya akan terus berlanjut.

PENGERTIAN EPIDEMIOLOGI | ok-review | 4.5