PENGERTIAN ENDOGAMI

By On Thursday, February 27th, 2014 Categories : Antropologi

Suatu pranata kebudayaan yang meng­atur batasan dalam perkawinan dengan keharusan ba­gi anggota suatu kelompok sosial tertentu mencari jo­doh dari kalangan kelompok sendiri. Kelompok so­cial yang dimaksud dapat berupa klen, lapisan sosial, kasta, desa, atau kampung. Pelanggaran terhadap nor­ma endogami biasanya diikuti sanksi tertentu, sesuai dengan sistem norma masyarakat yang bersangkutan.
Pranata semacam itu ditemui pada berbagai ma­syarakat suku bangsa di dunia atau golongan sosial tertentu lainnya. Di lingkungan kerabat kerajaan- kerajaan kuno, misalnya Kerajaan Mesir, para raja atau kerabatnya kawin dengan anggota kerabat kerajaan itu sendiri. Tindakan ini bertujuan antara lain untuk menjaga martabat anggota kerabat kerajaan itu.
Adat endogami dikenal juga dalam pranata perka­winan beberapa suku bangsa di Indonesia. Pada ma­sa lalu, orang Bali mengharuskan orang kawin antara sesama anggota satu klen (dadia) dan kasta (wangsa) yang sama. Anggota satu klen adalah orang yang se­derajat kedudukannya dalam adat, agama, dan kasta. Seorang wanita Bali yang kawin dengan pria yang le­bih rendah statusnya dianggap merendahkan derajat kaum kerabatnya. Pada masa lalu, pasangan sema­cam ini diasingkan ke Pulau Nusa Penida, di sebelah selatan Pulau Bali. Namun sejak tahun 1951, peng­asingan semacam itu sudah tidak ada lagi.
Adat endogami di kalangan lapisan sosial tampak juga pada masyarakat Atoni di Pulau Timor, Nusa Tenggara Timur, yang mengenal lapisan bangsawan (usif), lapisan orang kebanyakan (tob), serta pernah pula mengenal lapisan budak {ate). Anggota masya­rakat lapisan bangsawan menghendaki perkawinan antara sesama mereka saja.
Endogami berlaku pula pada beberapa suku bang­sa di Irian Jaya, antara lain di kalangan suku bangsa Arapesh, Banaro, Waropen, dan Wageo. Dalam ma­syarakat suku bangsa tersebut berlaku adat endogami desa. Di antara anggota suku bangsa Arapesh dan Ba­naro yang hidup dalam kampung-kampung kecil itu sebenarnya berlaku adat eksogami antarkampung, te­tapi secara keseluruhan sebagai satu kesatuan, di antara warga seluruh kampung berlaku adat endoga­mi. Hal seperti ini berlaku pula pada masyarakat Belu di Timor.
Pranata yang sebaliknya disebut eksogami.

PENGERTIAN ENDOGAMI | ok-review | 4.5