PENGERTIAN EMPIRISME

By On Thursday, February 27th, 2014 Categories : Filsafat

Aliran filsafat yang menitikberatkan pengalaman inderawi sebagai sumber utama, asal-usul atau batasan pengenalan maupun pengetahuan ma­nusia. Aliran ini mulai dikembangkan sekitar abad ke-17 dan 18 oleh filsuf Inggris (termasuk Britania, Skotlandia, dan Irlandia). Empirisme merupakan re­aksi atas rasionalisme, yakni aliran filsafat yang meng­abaikan segi empirik, pengalaman pengetahuan ma­nusia dan terlampau mengagungkan pikiran atau ra­sio manusia. Rasionalisme beranggapan bahwa pengenalan pengetahuan manusia sejati berasal dari ra­sio, sehingga pengenalan dan pengetahuan inderawi
hanyalah suatu pengenalan, berbeda dengan empiris­me yang beranggapan bahwa sumber utama dan asal-usul pengetahuan manusia adalah pengalaman. Pe­ngalaman di sini tidak hanya pengalaman lahiriah yang menyangkut dunia tetapi juga pengalaman ba­tiniah yang menyangkut pribadi manusia. Kaum empi­ris menolak pengetahuan berdasarkan pengetahuan yang mengabaikan pengalaman sekarang atau penga­laman yang akan datang. Mereka juga menyangkal adanya pengetahuan berdasarkan intuisi ataupun pe­ngetahuan bawaan. Menurut mereka pengetahuan yang paling jelas dan sempurna adalah pencerapan inderawi yang berarti tidak hanya melihat, meraba, mendengar, dan mencium, tetapi juga semacam indera batin (pengalaman batin bila sadar akan diri sendiri, daya ingatan, dil). Mereka berpendapat bahwa akal budi hanya memadukan pengalaman-pengalaman in­derawi.
Aliran ini dirintis oleh Francis Bacon de Verulam (1561-1626) yang mengatakan bahwa pengetahuan akan maju jika menggunakan cara kerja yang baik, yaitu melalui pengamatan, pemeriksaan, percobaan, pengaturan, dan penyusunan. Thomas Hobbes (1588- 1679) berpandangan lebih jelas, yaitu bahwa penga­laman adalah permulaan, dasar segala pengenalan. Pengenalan intelektual tidak lebih daripada perhitung­an, penggabungan data inderawi dengan cara berbeda- beda. John Locke (1632-1704) menegaskan bahwa pengalaman adalah satu-satunya sumber pengenalan. Akal budi manusia sama sekali tidak dibekali ide bawaan. Akal budi bagai sehelai kertas putih ko­song yang akan terisi dan ditulisi dengan pengalaman inderawi. Ia membedakan pengalaman lahiriah dan batiniah. Tokoh empirisme yang pantas disebut ada­lah George Berkeley (1685-1753), filsuf Irlandia, yang mengetengahkan “idealisme pengamatan”, artinya se­gala pengetahuan manusia didasarkan atas pengamat­an. Karena pengamatan itu selalu bersifat konkret, maka anggapan umum sama sekali tidak ada. Dunia luar tergantung sepenuhnya pada pengamatan subjek yang mengamati. Ungkapannya, Esse estpercipi, ber­arti sesuatu ada karena diamati. Berkeley memper­tahankan adanya ke-aku-an yang dianggap sebagai substansi rohani di samping Allah yang mengarunia­kan kepada manusia penglihatan dunia materiel yang pada dirinya sama sekali tidak ada. Empirisme men­capai puncaknya pada masa David Hume (1711-1776) yang umum disebut pencetus “empirisme radikal”.

PENGERTIAN EMPIRISME | ok-review | 4.5