PENGERTIAN EMPAT KEBENARAN MULIA

By On Thursday, February 27th, 2014 Categories : Review

Merupakan ringkas­an singkat seluruh ajaran agama Budha, karena se­mua ajaran yang terdapat pada Tripitaka tanpa ke­cuali tercantum dalam rumusan ini. Empat kebenaran adalah kebenaran tentang penderitaan, asal-mula pen­deritaan, musnahnya penderitaan, dan jalan berjalur delapan menuju pemusnahan penderitaan. Istilah per­tama untuk menyatakan kebenaran ini adalah Cattari Ariya Saccani yang berbahasa Pali; dalam bahasa Sanskerta, berbunyi Cattvari Arya Satyani; dalam ki­tab Sanghyang Kamahayanikan berbahasa Kawi atau Jawa Kuno disebut Catur Arya Satya.
Kebenaran pertama mengajarkan bahwa semua bentuk kehidupan bagaimanapun juga adalah tidak memuaskan dan terpengaruh penderitaan (dukkha). Kebenaran kedua mengajarkan bahwa semua pende­ritaan dan semua kelahiran disebabkan keinginan (tanha). Kebenaran ketiga mengajarkan bahwa pemus­nahan keinginan berakibat pemusnahan atau penghen­tian (nirodha) proses Icelahiran kembali dan penderi­taan, yaitu tercapainya nibbana. Untuk mencapai ini, kebenaran keempat menunjukkan jalan berjalur de­lapan (magga) yang memungkinkan diperolehnya ke­adaan berhenti.
Dalam Sutta Pitaka, ditunjukkan bagaimana ke­benaran itu diungkapkan Budha. Khotbah pertama berjudul Dhammacakkappavattana Sutta yang men­cantumkan empat kebenaran mulia ini. Dikatakan bahwa kebenaran pertama (penderitaan) untuk dipa­hami sepenuhnya, kebenaran kedua (keinginan) un­tuk disingkirkan, kebenaran ketiga (nirwana) untuk direalisasikan, dan kebenaran keempat (jalan) untuk dikembangkan. Selain itu, dalam Visuddhi Magga, ke- ben. an penderitaan hendaknya disetarakan dengan suatu penyakit, kebenaran asal-mula penderitaan de­ngan penyebab penyakit, kebenaran pemusnahan pen­deritaan dengan penyembuhan penyakit, dan kebenar­an jalan dengan obatnya.
Di pihak lain, empat kebenaran ini harus dipandang kosong dari diri karena tak dapat ditemukan agen pe­rasaan, tak ada pelaku, tak ada yang dibebaskan, dan tak ada yang menapaki jalannya. Dalam kaitannya dengan ketidakkekalan, kebenaran pertama tidak ter­batas hanya pada penderitaan yang dialami, yaitu pen­deritaan yang dirasakan. Sebagai akibat hukum ke­tidakkekalan universal, semua bentuk keberadaan, ter­masuk bentuk kehidupan paling lembut sekalipun, ter­kena perubahan dan kehancuran, yang membawa ke­sedihan dan tidak memuaskan. Akibat selanjutnya, semuanya tanpa kecuali mengandung benih penderita­an. Di sini terlihat kaitan antara empat kebenaran mu­lia dan tiga ciri keberadaan (tilakkhana).

PENGERTIAN EMPAT KEBENARAN MULIA | ok-review | 4.5