PENGERTIAN EMISI

By On Thursday, February 27th, 2014 Categories : Kesehatan

Dalam fisika, adalah peristiwa dipancarkan­nya foton bila sebuah atom pada tingkat energi yang tinggi berpindah ke tingkat energi yang rendah. Energi foton merupakan selisih energi kedua tingkat itu.
Emisi, dalam elektronika, adalah pemancaran alir­an elektron di dalam tabung hampa udara. Elektron- elektron selalu bergerak bebas di dalam konduktor. Suatu penghalang yang terdapat di permukaan kon­duktor mencegah elektron lari ke daerah di sekeliling­nya; untuk melewatinya, dibutuhkan pemindahan te­naga ekstra ke elektron bebas di dalam penghantar dengan panas (emisi termionik), cahaya (fotoemisi), atau pemboman elektron (emisi sekunder).
Emisi termionik berlangsung pada sebagian besar tabung elektron, dengan cara memanaskan permu­kaan penghantar. Pemancaran elektron mulai berlang­sung pada suhu sekitar 957°C dan bertambah cepat bila suhu bertambah tinggi. Arus elektronnya dapat mencapai kepadatan ratusan ampere per sentimeter kubik pancaran, yang dapat berlangsung sepanjang waktu dan hampir tanpa batas.
Fotoemisi pada dasarnya dapat terjadi dari permu­kaan penghantar apa saja apabila digunakan sinar ultraviolet gelombang pendek. Tetapi kenyataannya, hanya sedikit jenis permukaan yang sesuai untuk ta­bung foton, yang mengharuskannya bereaksi terha­dap spektrum cahaya lebar (dari sinar ultraviolet sam­pai inframerah) dan memiliki efisiensi emisi yang tinggi.
Emisi sekunder dihasilkan dalam tabung penggan­da elektron. Dalam tabung fotopengganda, arus elek­tron primer dibangkitkan dengan proses fotoemisi, yang kemudian diarahkan dengan medan listrik me­nuju permukaan elektrode yang disebut dinode (dy- node). Setiap elektron utama yang ditembakkan pa­da permukaan dinode dapat melepaskan beberapa elektron sekunder. Elektron-elektron sekunder ini ke­mudian ditabrakkan pada dinode kedua untuk mele­paskan lebih banyak elektron dari dinode itu. Proses ini berulang kembali pada dinode ketiga dan selan­jutnya. Dengan enam sampai delapan dinode, arus terakhir yang keluar berlipat ganda dari arus per­tama.
 
 
EMISI
Dalam perekonomian ialah suatu kegiatan menerbitkan efek untuk ditawarkan kepada masya­rakat, seperti yang diatur melalui Keputusan Menteri Keuangan R.I. No. 859/KMK.01/1987 tanggal 23 De­sember 1987. Menurut peraturan ini, yang dimaksud dengan efek adalah setiap saham, obligasi, atau bukti lainnya termasuk sertifikat atau surat pengganti ser­ta bukti sementara dari surat tersebut, bukti keuntung­an dan surat-surat jaminan, opsi atau hak-hak lain­nya untuk memesan atau membeli saham, obligasi atau bukti penyertaan dalam modal atau pinjaman lainnya, serta setiap alat yang lazim dikenal sebagai efek.
Persyaratan Emiten. Yang dapat menerbitkan efek atau sering disebut emiten adalah:
Di samping itu, khusus untuk bank ditetapkan pu­la persyaratan tambahan sebagai berikut: (a) untuk emisi saham, selama tiga tahun terakhir bank harus memenuhi ketentuan bahwa selama dua tahun per­tama sekurang-kurangnya tergolong cukup sehat dan untuk tahun terakhir tergolong sehat, serta memenuhi persyaratan pemodalan yang ditetapkan oleh Bank Indonesia; (b) untuk emisi obligasi, bank harus me­lampirkan rekomendasi Bank Indonesia mengenai jumlah obligasi yang dapat diterbitkan.
Pemodal untuk emisi efek dapat perorangan dan dapat pula lembaga. Pemodal asing dapat membeli saham pada setiap emisi sampai jumlah yang seban­ding dengan ketentuan yang berlaku tentang penyer­taan modal asing. Pemilikan saham oleh lembaga ke­uangan bukan bank sebagai akibat pelaksanaan fungsi penjaminan emisi saham dibatasi selama lima tahun dan dapat diperpanjang oleh Menteri Keuangan.
 
 

PENGERTIAN EMISI | ok-review | 4.5