PENGERTIAN EMBUN

By On Thursday, February 27th, 2014 Categories : Ilmu Alam

Adalah titik-titik air hasil kondensasi udara lembap pada suatu permukaan benda yang suhunya berada di bawah suhu titik embun udara sekitarnya. Suhu titik embun adalah batas penurunan suhu agar kandungan dan tekanan uap airnya menjadi jenuh. Biasanya keadaan itu dinyatakan dengan kelembapan 100 persen. Pembentukan embun tidak terbatas pada keadaan meteorologi, tetapi dapat juga terjadi kare­na proses fisika. Misalnya, pembentukan embun atau titik-titik air pada permukaan gelas berisi es.
Pembentukan Embun disebabkan oleh proses kon­densasi, yaitu pendinginan udara lembap. Pada siang hari rerumputan, daun dan lain-lain menerima panas matahari melalui radiasi langsung. Sebaliknya pada malam hari, benda-benda itu melepaskan panasnya dengan cara radiasi atau pancaran. Peristiwa pelepas­an panas itu akan sangat efektif bila langit tidak ber­awan. Karena pelepasan itu akan berlangsung lebih cepat daripada malam berawan. Embun jarang seka­li terbentuk saat langit berawan atau bila ada angin kencang. Angin yang bertiup akan memaksa udara lembap berpindah tempat, sehingga mengakhiri kon­taknya dengan benda-benda dingin itu.
Setelah benda-benda itu menjadi dingin, suhu udara pun ikut turun. Bila penurunan suhu udara menca­pai titik embun, maka udara tidak dapat lagi mena­han kandungan uap airnya, yang berarti jenuh. Aki­batnya, uap air itu berubah wujud menjadi titik air yang menempel pada benda-benda tersebut. Titik-titik air yang terbentuk bergabung menyerupai selubung air yang dapat menutupi suatu permukaan benda.
Pada benda yang berwarna gelap lebih memung­kinkan terbentuknya embun daripada yang berwar­na terang, karena benda gelap lebih kuat memancar­kan panasnya sehingga cepat menjadi dingin. Di sam­ping itu, embun mudah terbentuk pada benda berd&ya hantar panas yang baik, seperti logam. Lain halnya pada benda berdaya hantar panas yang buruk, seper­ti kayu.
Jika kandungan uap air di udara sedikit, titik je­nuh tidak mudah tercapai, dan embun tidak akan ter­bentuk, kecuali didinginkan. Walaupun demikian, ba­nyaknya uap air dalam udara tidak selalu menjadi fak­tor penentu terbentuknya embun. Kemungkinan ter­besar, embun terbentuk karena perambatan udara ber­suhu titik embun (dingin).
Kondisi yang baik untuk pembentukan embun se­ring terjadi pada daerah di lintang tengah, terutama di daerah tropis. Dan banyak terbentuk di malam hari musim panas. Di kutub yang terbentuk embun beku atau salju. Di daerah gurun dan semiarid, atau daerah yang rendah curah hujannya, embun sangat dibutuhkan tanaman untuk pertumbuhannya sebagai ganti air hu­jan. Tetapi di beberapa daerah, embun dapat mem­percepat tumbuhnya jamur yang dapat membahaya­kan tanaman. Contohnya dapat dilihat, di daerah tro­pis tempat banyak terbentuk embun, karena suhunya relatif rendah, terutama pada malam hari.
Pengukuran Embun biasa dilakukan dengan alat yang disebut Duvdevani dew gauge. Alat ini terbuat dari kayu khusus yang disiagakan sejak matahari ter­benam sampai matahari terbit pada ketinggian terten­tu. Embun yang terkumpul pada alat tersebut dipo­tret. Melalui foto itu, embun yang terekam diinter­pretasikan dalam milimeter air per batang (alat) per malam. Alat lain adalah drosometer, yang mengukur embun dengan cara menimbang jumlah embun yang terkumpul pada alat tersebut.

PENGERTIAN EMBUN | ok-review | 4.5