PENGERTIAN EMBRIO

By On Thursday, February 27th, 2014 Categories : Kesehatan

Adalah stadium perkembangan awal suatu organisme. Pada tumbuhan tinggi, stadium ini ber­langsung sejak fertilisasi hingga terbentuknya biji. Pada ikan, reptil, dan amfibi stadium ini berlangsung sejak fertilisasi hingga menetasnya telur. Pada mama­lia, masa embrional berlangsung sejak fertilisasi hing­ga kelahiran. Dalam arti yang khusus, embrio dapat diartikan sebagai stadium perkembangan antara sta­dium telur dan stadium fetus; seperti pada manusia, embrio dapat diartikan sebagai stadium perkembang­an sejak umur 2—8 minggu setelah fertilisasi.
Embriogeni, atau embriogenesis, adalah proses ter­bentuknya embrio. Segera setelah telur dibuahi atau difertilisasi, terbentuklah individu baru, yang terdiri atas satu sel, yaitu sel zigot. Sel zigot membelah-belah diri dengan cepat membentuk 2, 4, 8 sel, dan seterus­nya. Proses pembelahan sel embrio yang dalam ba­hasa Inggris disebut cleavage itu berlangsung cepat dan terjadilah beberapa stadia perkembangan embrio, yakni morula, blastula dan gastrula. Stadium-stadium perkembangalTtersebut biasanya terdapat pada am- fioksus dan amfibi. Pada mamalia, termasuk manusia, ketika jumlah sel embrio tersebut mencapai 32 (blastomer), stadium ini dinamakan mo­rula/ Di antara sel-sel morula tersebut terdapp.t ruangan-ruangan, yang pada perkembangan selanji nya akan bersatu membentuk sebuah ruangan besar yang dinamakan blastosul, sedangkan stadium per­kembangan embrionya sendiri dinamakan blastosis atau blastula. Sel-sel embrio selanjutnya terbagi dua: pada bagian atas biastosul sel-selnya berkelompok membentuk masa sel dalam , sedangkan sel-sel yang lainnya membentuk lingkaran luar yang terdiri atas selapis sel tipis, mengelilingi blastosul, dan dinama­kan trofoblas( lihat Gambar ). Pada perkembangan selanjutnya masa sel dalam akan membentuk embrio­nya sendiri, sedangkan trofoblas akan membentuk pla­senta bagian embrional.
Proses penting embriogenesis adalah proses gastru- lasi. Pada proses tersebut terbentuk tiga jaringan da­sar, yaitu ektoderm, mesoderm, dan entoderm. Sta­dium embrio pada waktu pembentukan ketiga jaring­an dasar tersebut dinamakan gastrula. Selanjutnya tiap jaringan dasar akan berkembang membentuk organ-organ. Pembentukan organ-organ dari jaringan dasar tersebut dapat dilihat pada Ta­bel. Perkembangan embriologi telah dimulai beberapa abad sebelum Masehi, yaitu pada waktu Aristoteles (Yunani, 384-322 SM), menulis sebuah buku tentang embriologi. Aristoteles merupakan orang pertama yang menguraikan dua alternatif terbentuknya em­brio, yakni (1) secara preformasi, atau (2) secara epigenesis.

PENGERTIAN EMBRIO | ok-review | 4.5