PENGERTIAN EKSTERNALITAS EKONOMI

By On Tuesday, October 22nd, 2013 Categories : Ekonomi

Eksternalitas ekonomi adalah berbagai barang dan jasa (positif atau negatif) yang bersumber dari suatu kegiatan ekonomi yang biaya atau keuntungannya tidak diterima oleh agen pembuat keputusan. Polusi adalah contohnya yang paling mencolok. Biaya atau resikonya justru dialami oleh pihak-pihak yang tidak menimbulkannya. Sebaliknya, kenaikan harga tanah berkat hadirnya sebuah real estate justru dinikmati oleh pemilik tanah yang berada di sekitarnya. Eksperimentalitas bisa dipandang sebagai residu, atau selisih antara segenap biaya dan keuntungan “sosial” dan “pribadi”. Rumusannya mulai dikembangkan oleh Pigou dalam The Economics of Welfare (1920).
Eksternalitas dianggap sebagai penyebab utama kegagalan pasar. Misalnya, pasar akan memproduksi barang secara berlebihan akibat adanya biaya eksternal yang tinggi. Karena itu, salah satu prinsip utama dalam analisis biaya-keuntungan adalah semua biaya dan keuntungan, darimana pun sumbernya, harus dihitung. Pembahasan mengenai eksternalitas atau biaya eksternal biasanya dikaitkan dengan produksi, meskipun seharusnya sisi positifnya (buah apel yang masak akan memancing lebah, yang lalu akan menghasilkan madu) tidak diabaikan, dan harus pula dikaitkan dengan konsumsi, baik itu yang positif (pakaian menarik akan menyenangkan orang lain yang melihatnya) maupun yang negatif (radio yang disetel kencang akan mengganggu orang lain). Banyak kebijakan yang bisa dirumuskan untuk mengatasi eksternalitas, misalnya dengan membatasi kegiatan tertentu yang bisa merugikan orang lain (misalnya kegiatan pabrik perlu dipusatkan di lokasi tertentu). Analisis ekuilibrium terhadap pengaturan seperti itu harus dapat menetapkan ambang optimum, di mana biaya dan keuntungan sosial sama besarnya. Hanya saja ambang itu sulit diukur secara pasti, sehingga biasanya hanya dikira-kira. Para ekonom memandang perlu digunakannya metode pricing, dimana agen/pelaku dikenai pajak (atau diberi subsidi) sebesar nilai eksternalitas yang ditimbulkannya. Metode ini sering disebut “resep ala Pigou” yang bermaksud menginternalisasikan eksternalitas. Caranya antara lain dengan menggabungkan unit-unit penyebab eksternalitas agar kadarnya bisa dikurangi (misalnya pemusatan lokasi industri). Solusi pajak dan subsidi ini mengandung kelemahan, yakni membuka peluang bagi pihak-pihak yang merasa dirugikan untuk menekan agen eksternalitas. Namun hal ini justru bisa memaksa agen itu untuk menginternalisasikan eksternalitas yang ditimbulkannya, walau harus diakui hal ini bisa menimbulkan pembatasan kegiatan ekonomi yang kelewat ketat. Hak milik sangatlah penting karena hal itulah yang menjadi sumber bagi pihak yang dirugikan untuk memperoleh kompensasi. Karena itu, pendukung pasar bebas berpendapat bahwa eksternalitas bukanlah penyebab kegagalan pasar jika hak milik telah diakui dan dilindungi. Jenis kompensasi itu sendiri ditentukan oleh pengaturan hak legal yang berlaku. Solusi-solusi alternatif untuk mengatasi eksternalitas saling erat berkaitan. Ambil contoh tumpahan minyak di laut yang mengotori pantai dan merusak habitat ikan dan kehidupan laut lainnya. Jika tumpahan itu dikenai denda, maka besarnya denda itu paling kurang, harus sama dengan pajak rumusan Pigou. Jika tidak ada sistem hukum yang mengaturnya, maka pemerintah harus aktif menindak perusahaan minyak yang bertanggung jawab, sehingga pihak-pihak yang dirugikan (nelayan, wisatawan, pemilik hotel, aktivis lingkungan dan sebagainya) tidak kerepotan sendiri. Namun jumlah denda juga tidak boleh berlebihan dan melampaui ambang optimum (meskipun nilai kerugian total akibat tumpahan minyak itu sulit dihitung secara pasti).

PENGERTIAN EKSTERNALITAS EKONOMI | ok-review | 4.5