PENGERTIAN EKSPRES

By On Wednesday, February 26th, 2014 Categories : Review

Mulai terbit tahun 1969 sebagai majalah berita mingguan yang pertama di Indonesia sejak Orde Baru lahir. Majalah ini diasuh oleh para wartawan muda seperti Goenawan Mohamad, Marzuki Arifin, Christianto Wibisono, Nurman Diah, dan Fikri Ju- fri. Pada tahun berikutnya, majalah ini mengalami perpecahan. Kelompok Goenawan-Fikri memisahkan diri dan mendirikan majalah berita baru, Tempo, de­ngan dukungan modal dari PT Jaya Raya yang diben- tuk oleh Ciputra, direktur utama PT Pembangunan Jaya di Jakarta.
Pada akhir tahun 1971, terjadi lagi guncangan da­lam Ekspres. Perundingan antara pimpinan PT Mer­deka Press, pendukung majalah ini, dan pihak peme­rintah menelurkan persetujuan: Ekspres seterusnya di­kelola oleh Marzuki Arifin, sedangkan kelompok Mer­deka memperoleh izin untuk menerbitkan majalah ba­ru bernama Topik.
Ekspres mengalami nasib buruk pada awal tahun 1974. Karena pemberitaannya tentang Peristiwa Ma- lari (“Malapetaka 15 Januari”), demonstrasi maha­siswa di Jakarta selama kunjungan kenegaraan Per­dana Menteri Kakuei Tanaka dari Jepang, majalah ini ditutup pemerintah. Surat Izin Cetak (SIC) Ekspres dicabut oleh Laksus Pangkopkamtibda (Pelaksana Khusus Panglima Komando Operasi Pemulihan Ke­amanan dan Ketertiban Daerah) Jakarta pada tang­gal 24 Januari 1974. Menyusul kemudian pencabutan Surat Izin Terbit (SIT), tanggal 9 April, berdasarkan keputusan sidang Dewan Stabilisasi Politik dan Ke­amanan Nasional.
Pada hari-hari yang sama, pencabutan kedua jenis izin itu juga dilakukan terhadap harian Pedoman. Me­dia lain yang dilarang terbit sesudah Peristiwa Malari ialah: surat kabar Abadi, Nusantara, Indonesia Raya, Harian Kami, The Jakarta Times, Wenang, dan Pe­muda Indonesia (Jakarta); harian Suluh Berita (Su­rabaya), mingguan Indonesia Pos (Ujungpandang), dan mingguan Mahasiswa Indonesia (Bandung).

PENGERTIAN EKSPRES | ok-review | 4.5