PENGERTIAN EKSPLANASI

By On Wednesday, February 26th, 2014 Categories : Antropologi

Mempunyai berbagai arti, yaitu: (1) suatu proses, seni, sarana, atau cara membuat fakta atau pernyataan agar dapat dipahami; (2) hasil dan ungkapan segala sesuatu yang dibuat sedemikian ru­pa sehingga dapat dipahami; (3) makna yang diberi­kan seseorang pada segala sesuatu yang membuat hal itu dapat dipahami; (4) suatu pemerian berdasar­kan asal-usulnya, pengembangan berdasarkan sebab- musabab, penggolongan sistematik, penjelasan rasio­nal, penafsiran ilmiah, hubungan yang dapat dime­ngerti, pengungkapan unsur suatu fakta atau per­nyataan secara teratur.
Dalam pengertian lebih teknis, dapat dikatakan bahwa suatu fenomena atau kelompok fenomena me­matuhi suatu hukum dengan menggunakan hubungan kausal atau deskriptif, atau singkatnya, analisis sis­tematis suatu fenomena untuk menentukan penyebab­nya. Dengan dilakukannya eksplanasi, tampaklah ben­tuk sesungguhnya atau adanya hal yang masih terkan­dung di dalamnya. Fenomena yang dimaksudkan itu mungkin dapat dikembangkan, dibangun, dan dile­paskan dari peristiwa yang membentuknya. Proses dan nilai eksplanasi ilmiah melibatkan pertanyaan tentang hubungari antara sebab dan hukum, jika kedua hal itu dapat disamakan (Berkeley) atau dibendakan. Karena itu teori modern membentang antara idealisme ekstrem dan positivisme logis; keduanya tampak tidak memuaskan. Idealisme terlalu melibat­kan ilmu, sedangkan positivisme hanya mengambil se­bagian kecil, yaitu pengetahuan hukum ilmiah. Keti­ka membicarakan kritisisme Hume mengenai kausa­litas dan penalaran Mill untuk menerima kausalitas, Husserl mengatakan apa yang tampak sebagai jalan tengah: (a) urutan kejadian menunjukkan hubungan kausal; (b) hubungan kausal itu adalah salah satu ke­lompok khusus generalisasi ilmiah, yang pada saat­nya merupakan urutan peristiwa satu arah; dan (c) hubungan kausal seperti itu seharusnya tidak diguna­kan dalam tahap yang sudah maju dalam generalisasi ilmiah, tetapi hubungan fungsional mencukupi semua kasus. Walaupun ada kepuasan metodologi, pandang­an ini tidak dapat mengatasi semua implikasi masa­lah.
Ada tiga jenis ekplanasi kausal yang hasilnya da­pat digabungkan, yaitu (1) eksplanasi genetik yang berkaitan dengan keadaan segera atau sebab yang menghasilkan suatu fenomena (sebab formal dan se­bab efisien); (2) eksplanasi deskriptif yang berkaitan dengan unsur.materi fenomena itu (sebab material); (3) eksplanasi teleologis yang berkaitan dengan tujuan akhir yang harus dicapai (sebab final), entah sesuai dengan keadaan peristiwa itu atau dengan tujuannya. Sebab sesungguhnya suatu fenomena tidak selalu da­pat dilihat, karena proses perubahan terjadi secara alami atau menyimpang dari rasionalisasi yang utuh. Upaya merasionalisasi dengan ekplanasi kausal tak di­lepaskan demi deskripsi genetik yang terbatas atas hu­kum yang menerangkan fenomena khusus itu.
implikasi dan konsekuensi logis; atau proses penye­rasian fakta ke dalam suatu sistem pernyataan kait- mengait yang meluas melewati fakta; atau pemben­tukan suatu kumpulan pernyataan yang berhubungan secara logis, termasuk di antaranya pernyataan fakta yang harus dibenarkan. Dalam banyak masalah, eks­planasi merupakan pencarian generalisasi yang varia­belnya berkaitan secara fungsional sedemikian rupa sehingga nilai setiap variabel dapat dihitung dari ni­lai variabel lainnya, baik hubungan kausal maupun hubungan bukan kausal yang dilibatkan dalam unsur generalisasi itu.

PENGERTIAN EKSPLANASI | ok-review | 4.5