PENGERTIAN EKSPERIMEN

By On Wednesday, February 26th, 2014 Categories : Antropologi

Proses percobaan untuk mengetahui apakah ada pengaruh suatu variabel terhadap varia­bel lain. Dalam eksperimen diperlukan suatu perla­kuan terhadap variabel yang akan dikenai pengaruh. Pada hakikatnya eksperimen hanya dilakukan jika se­seorang ingin mengetahui adanya perbedaan akibat suatu perlakuan. Jadi eksperimen merupakan cara me­mecahkan masalah bersifat kausal, artinya sebab- akibat. Karena itu, dalam setiap eksperimen harus ada penyebab (variabel bebas) yang harus terjadi terlebih dahulu dan akibat (variabel yang terjadi belakangan), misalnya kalau memang terbukti bahwa rokok (niko­tin) menyebabkan kanker paru-paru, seseorang harus merokok dahulu dan bukan sebaliknya.
Dalam dunia pendidikan, khususnya proses bela­jar mengajar, eksperimen sering digunakan untuk mengetahui apakah suatu metode atau pendekatan mengajar tertentu akan menghasilkan hasil belajar le­bih baik untuk materi pelajaran yang sama dibanding­kan dengan metode lain. Jadi terlebih dahulu peneliti menggunakan dua metode atau lebih yang akan di­bandingkan ketepatgunaannya. Setelah itu, dilakukan evaluasi untuk mengetahui apakah ada pengaruhnya,
yang akan tampak pada perbedaan hasil belajar. Ke­simpulan dapat cfirumuskan setelah verifikasi dengan statistik inferensial. Dalam metodologi penelitian va­riabel yang mempengaruhi disebut variabel bebas dan variabel yang dikenai pengaruh disebut variabel ter­ikat.
Eksperimen ini mula-mula dipakai ilmuwan di bi­dang pertanian, biologi, kimia, fisika dan yang seka­rang juga dipinjam berbagai disiplin ilmu lain, terma­suk psikologi dan pendidikan. Misalnya Skinner, Pav­lov, Thorndike, sampai Guilford, Gagne, dan Ausu- bel (1968) merumuskan teori berdasarkan hasil ekspe­rimen yang dilakukannya dan sampai sekarang ma­sih saja dapat didengar gemanya di kalangan peng­anut behavioristik dan kognitif serta humanistik da­lam teori tentang psikologi belajar.
Pada dasarnya eksperimen terbagi menjadi tiga ba­gian menurut Campbell, yaitu (1) praeksperimen, awal kegiatan eksperimen dengan metode sangat sederha­na tanpa menggunakan kontrol dan randomisasi; (2) eksperimen kuasi yang lebih sempurna dibandingkan dengan pra eksperimen karena pada eksperimen ini sudah dilakukan randomisasi, walaupun belum sem­purna sebab masih ada kelompok intact; dan (3) eksperimen sempurna yang merupakan eksperimen pa­ling tinggi tingkatan metodologisnya karena rando­misasi sudah dilakukan dengan sangat ketat, demikian pula kelompok kontrol dan pengontrolan terhadap va­riabel eksternal.

PENGERTIAN EKSPERIMEN | ok-review | 4.5