PENGERTIAN EKONOMI PERTAHANAN

By On Thursday, October 17th, 2013 Categories : Ekonomi

Studi mengenai biaya pertahanan mengkaji masalah pertahanan dan perdamaian dengan menggunakan analisis dan metode ekonomi yang meliputi kajian mikroekonomi dan makroekonomis seperti optimisasi statis dan dinamis, teori-teori pertumbuhan, distribusi, perbandingan data statistik dan ekonometrik (penggunaan statistika model ekonomi). Sejak awal Perang Dunia Kedua, para ekonom telah menerapkan alat-alat analisis yang mereka punyai untuk mempelajari perang dan menjajagi usaha-usaha mengabadikan perdamaian. Pelaku-pelaku dalam studi ini (Menteri Pertahanan, birokrat, kontraktor pertahanan, anggota parlemen, bangsa-bangsa yang bersekutu, para gerilyawan, teroris dan pemberontak) dianggap sebagai aktor rasional yang selalu mengupayakan kesejahteraan mereka sendiri yang dipengaruhi oleh terbatasnya sumber daya dan peluang tindakan. Dalam keadaan demikian, setiap pelaku selalu menanggapi suatu hal atau mengubah situasi sesuai dengan keinginan mereka dengan tindakan-tindakan yang dapat diduga sebelumnya. Sebagai contoh, seorang teroris yang tidak mempunyai dana cukup untuk membajak pesawat udara, untuk mengajukan tuntutannya, akan melakukan tindakan serupa namun lebih rendah biayanya seperti penculikan, misalnya. Dalam menganalisis perilaku para aktor dari kalangan pemerintahan (birokrat atau pejabat-pejabat terpilih), pengamat biaya pertahanan akan menerapkan metode pilihan umum yang memperhitungkan kepentingan pribadi sang pelaku/aktor. Pelaku itu akan menukar kesejahteraan lembaga yang mereka wakili untuk mengejar kesejahteraan mereka sendiri, dengan mengeluarkan sejumlah anggaran atau uang yang sebetulnya tidak sesuai dengan kebutuhan pertahanan. Topik-topik yang relevan dengan biaya pertahanan meliputi kajian perlombaan senjata, studi aliansi dan pembagian beban, kesejahteraan, penjualan senjata, kebijakan pembelian senjata, pertahanan dan pembangunan, industri senjata, persetujuan pembatasan senjata dan keuntungan total yang dihasilkan, dampak ekonomis dari perjanjian, evaluasi usulan perlucutan senjata, dan pengalihan industri pertahanan. Kajian yang relevan dengan efisiensi ekonomis dalam sektor pertahanan berkaitan dengan anggaran, evaluasi alternatif bentuk-bentuk organisasi, pasar-pasar dalam angkatan bersenjata, rekrutmen, personil militer, insentif kontrak dan indikator-indikator kinerjanya.
Selama Perang Dingin, umumnya perhatian para ekonom pertahanan berpusat pada masalah-masalah beban pertahanan dan dampaknya ter-hadap pertumbuhan ekonomi; beban pertahanan yang ditanggung oleh persekutuan beberapa bangsa; pengukuran dan ketidakstabilan perlombaan senjata; serta dampak regional dan nasional dari pengeluaran pertahanan terhadap distribusi pendapatan. Pada masa pasca Perang Dingin, para peneliti memusatkan perhatian pada konversi perindustrian militer, aspek sumber daya persenjataan, biaya pemeliharaan pasukan penjaga perdamaian, dan pengukuran keuntungan perdamaian.
Penerapan metode-metode ekonomi pada ma-salah biaya pertahanan mengharuskan peneliti memperhitungkan struktur kelembagaan khas dari setiap sistem pertahanan. Sebagai contoh, kontrak yang bernilai lebih dari harga sebenarnya akan dapat dipahami jika peneliti tahu pihak pembeli (dalam hal ini Departemen Pertahanan) akan mengubah spesifikasi dari sistem persenjataan pada tahap selanjutnya. Pertimbangan kelembagaan ternyata relevan dengan praktek-praktek pembelian senjata, kebijakan perdagangan senjata, kinerja industri pertahanan, pembagian beban persekutuan, pertahanan dan pertumbuhan dan setumpuk topik yang terkait dengan biaya pertahanan. Masalah-masalah kebijakan terpusat pada apakah sekutu kuat harus menanggung beban sekutu yang lemah, dan jika demikian, apa saja yang dapat dilakukan untuk itu? Kajian kebijakan lainnya mempelajari dampak pengeluaran pertahanan terhadap pertumbuhan ekonomi; apakah pertahanan mendorong atau justru meng-hambat pertumbuhan ekonomi? Di hampir semua negara maju, pertahanan dianggap mengganjal pertumbuhan dengan mengalihkan sumber-sumber daya (termasuk ilmuwan peneliti) dan investasi. Sementara itu kenyataan yang terjadi di negara-negara berkembang menunjukkan bahwa personil militer berjasa melatih sumber daya manusia dan membangun infrastruktur sosial. Keuntungan relatif dari sektor pertahanan juga menjadi obyek kajian, karena industri militer tidak menghadapi saingan dan berpotensi memperoleh keuntungan besar. Obyek kajian lainnya adalah untung rugi dari adanya kekuatan militer sukarela.

PENGERTIAN EKONOMI PERTAHANAN | ok-review | 4.5