PENGERTIAN EKONOMI LINGKUNGAN

By On Monday, October 21st, 2013 Categories : Antropologi

Ada tiga unsur pokok dalam ekonomi lingkungan ini. Pertama, adanya pandangan bahwa kesejahteraan manusia sedang terancam oleh degradasi lingkungan dan penyusutan sumber daya alam. Bidang studi ini bermula dari tulisan Gray (awal 1900-an), Pigou (1920-an) dan Hotelling (1930-an), namun baru muncul sebagai studi koheren pada 1970-an, ketika revolusi lingkungan mulai terjadi. Tidaklah sulit untuk menemukan bukti-buktinya. mulai dari banjir akibat penggundulan hutan, aneka penyakit mematikan (kanker, dan lain-lain) akibat pencemaran air dan pengotoran udara. Studi ini tidak mempersoalkan terganggungnya kesehatan, melainkan menekankan kerugiannya secara ekonomis. Kedua, kerjakan lingkungan secara umum diyakini sebagai akibat dari penyimpangan atau kegagalan tertentu dalam sistem ekonomi, yang kebanyakan bersumber dari pasar. Contohnya, motif keuntungan terkadang mendorong perusahaan tidak mengindahkan kelestarian lingkungan dan mengakibatkan kerugian (externality) bagi pihak-pihak lain. Ini bukan hanya terjadi dalam lingkup nasional, namun juga internasional (global missing market). Misalnya, relokasi industri menempatkan pabrik-pabrik dari negara maju ke hutan-hutan perawan di negara berkembang. Kebijakan tertentu seperti Common Agricultural Policy di Eropa, yang memberi subsidi harga produk pertanian, mendorong para petani memakai aneka pupuk dan obat tanaman secara berlebihan, serta menggali saluran irigasi lebih banyak daripada seharusnya, untuk memaksakan hasil panen semaksimal mungkin. Ketiga, solusi atas berbagai masalah lingkungan harus dilakukan dengan mengoreksi unsur-unsur ekonomi yang menjadi penyebabnya. Kebijakan subsidi, relokasi industri, dan sebagainya, yang telah terbukti mengakibatkan kerusakan lingkungan, harus segera diakhiri. Jika suatu kegiatan sulit dihentikan begitu saja secara hukum, maka ekonomi lingkungan menyarankan penerapan pajak ekstra atau penerbitan lisensi khusus demi meredam kegiatan itu. Langkah ini dipraktekkan di AS dengan menerbitkan lisensi polusi dan lisensi memancing yang ternyata cukup efektif. Secara umum. penggunaan instrumen ekonomi guna mengatasi masalah lingkungan yang bersumber dari kegiatan ekonomi, sangat menarik dan punya logika yang kuat. Dalam ekonomi sumber daya alam, batas-batas pencemaran dan kerusakan alam (pembabatan hutan, proses penciptaan gurun pasir dari lahan yang semula subur, dan sebagainya). serta standar kelestarian lingkungan juga dihitung berdasarkan variabel-variabel ekonomi. Bahkan berbagai masalah global seperti penipisan lapisan ozone juga hendak diatasi melalui langkah-langkah ekonomis (misalnya pengenaan denda terhadap penyebaran polutan). Dalam beberapa tahun terakhir ini. konsep pembangunan berkesinambungan kian populer dan begitu banyak negara yang telah menerapkannya (paling tidak secara formal). Konsep ini pada intinya hendak memastikan bahwa segala usaha pembangunan tidak merusak kelestarian lingkungan hidup. Semua unsur alam (minyak, hutan, bahkan lapisan ozone) dipandang sebagai aset atau modal yang harus dijaga, dan sama pentingnya dengan model buatan manusia (jalan-jalan, pabrik). Antara keduanya harus senantiasa disesuaikan.
Jika suatu proyek pembangunan yang penting harus mengorbankan lingkungan, maka harus ada proyek lain yang dihentikan agar secara keseluruhan kondisi alam tidak merosot. Pada dasawarsa 1990-an telah muncul apa yang disebut sebagai ilmu ekonomi ekologis (ecological economics), yang bertujuan mengekonomikan unsur-unsur alam yang penting. Meskipun teori dan metodenya masih lemah, namun prospek studi ini cukup cerah mengingat perhatian masyarakat di mana pun atas kelestarian lingkungan hidup terus meningkat. Akar studi-studi tersebut pada awalnya hanyalah kegiatan kampanye penyelamatan lingkungan pada 1970-an. Meskipun masih sangat mudah, studi ini dipandang sebagai salah satu disiplin yang paling menarik dan secara sosial sangat relevan.

PENGERTIAN EKONOMI LINGKUNGAN | ok-review | 4.5