PENGERTIAN EKONOMI KESEHATAN

By On Friday, October 25th, 2013 Categories : Ekonomi

Ilmu ekonomi kesehatan melakukan analisis terhadap input-input perawatan kesehatan, seperti pembelajaan dan tenaga kerja, dan memperkirakan dampak-dampaknya pada hasil akhir yang diinginkan, yakni kesehatan masyarakat. Banyak faktor yang bisa mempengaruhi kesehatan seseorang. Dalam dunia yang langka sumber daya ini, perlu dipastikan bahwa penggunaannya efisien agar ongkos produksi kesehatan dan perawatan dapat ditekan serendah mungkin dan keuntungannya dimaksimalkan. Pada tingkat individu, ini bisa dimodelkan dalam kerangka modal manusia. Model Grossman menjelaskan jalinan antara input-input itu (seperti tingkat pendidikan, pendapatan, kemakmuran, perawatan kesehatan dan nutrisi) dan pengaruhnya terhadap status kesehatan seseorang; di sini terlihat bahwa tingkat pendapatan dan nutrisi memiliki derajat pengaruh lebih besar ketimbang tingkat perawatan kesehatan. Evaluasi mengenai perawatan kesehatan ternyata kurang sekali diperhatikan. Cochrane berpendapat bahwa hampir semua terapi perawatan kesehatan tidak pernah dievaluasi secara ilmiah. Yang ia maksud dengan evaluasi ilmiah di sini adalah bahwa aplikasi uji-coba terkontrol yang sifatnya random oleh pelaksana terapi ter-hadap kelompok (eksperimental) pasien yang diambil secara acak, serta sebuah plasebo atau terapi alternatif sebagai pembanding. Jika ada perbedaan antara hasil terapi pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol, berarti dampak relatif dari terapi itu ada. Hasil yang demikian perlu diulang guna menjamin validitasnya, dan efek-efek itu tidak terlihat jika metode-metode itu dihilangkan. Evaluasi klinis seperti itu dapat menginformasikan manfaat perawatan kesehatan kepada para pengambil keputusan, namun perlu ada komponen ekonomi untuk menaksir biayanya. Peran faktor ekonomi di sini adalah untuk mengeluarkan opportunity-cost sosial dari terapi-terapi alternatif, yakni ongkos-ongkos kepada segenap pengambil keputusan baik yang bersifat publik (pemerintah) maupun pribadi (misalnya individu si pembuat keputusan dan anggota keluarganya). Pedoman dalam penerapan teknik- teknik serupa ini dan kajian terhadap lebih dari seratus kasus terdapat dalam Drummond (1980- 1981).
Peran dominan (monopolis) profesi medis dalam pasar perawatan kesehatan telah mendorong sebuah penelitian mengenai kapasitas para dokter dalam menciptakan permintaan bagi jasa diri mereka sendiri (Department of Health and Human Services, 1981). Hal ini, bersama dengan fakta bahwa pihak-pihak ketiga (terutama pemerintah dan pihak asuransi, bukan pasien atau para produsen) biasanya membayar ongkos perawatan, menimbulkan masalah pembendungan biaya (McLachan dan Maynard 1982). Untuk mengendalikan inflasi semacam itu haruslah disusun suatu kebijakan yang memiliki hitungan lengkap atas berbagai biaya dan keuntungan-keuntungan atau insentif-insentif yang lebih efektif untuk mendorong para produsen (dokter-dokter) mau menghemat, misalnya lewat organisasi-organisasi perawatan kesehatan (Luft 1981). Penggunaan sumber-sumber daya perawatan kesehatan yang tak efisien jelas tidak etis; hal itu menurunkan mutu perawatan yang semestinya didapat pasien. Tujuan dari ilmu ekonomi kesehatan adalah menggeneralisasikan aneka informasi mengenai biaya dan keuntungan dari cara-cara alternatif mencapai kesehatan dan tujuan-tujuan kesehatan, Informasi demikian diharapkan akan meningkatkan efisiensi dan pemerataan sistem perawatan kesehatan ke seluruh dunia.

PENGERTIAN EKONOMI KESEHATAN | ok-review | 4.5