PENGERTIAN EKONOMETRI

By On Friday, October 18th, 2013 Categories : Ekonomi

Di masa selanjutnya, perkembangan ekonometri menyebar ke beberapa arah, yang antara lain disebabkan oleh keragaman data dan teori statistik yang dimiliki para ahli ekonometri. Ketika fokus ilmu ekonomi menjauhi deskripsi dan analisis institusional, para ekonom mulai berusaha mengkuantifikasikan berbagai hubungan dalam model mereka secara lebih eksak. Hal lain yang mendorong hal itu adalah meningkatnya keinginan dan kebutuhan untuk meramalkan perilaku variabel-variabel ekonomi di masa mendatang; misalnya, seperti apa dan sejauh mana respon belanja konsumsi agregat terhadap perubahan-perubahan pendapatan yang dibelanjakan (disposable income), atau apa dampak perubahan pajak penghasilan terhadap penawaran tenaga kerja atau kesediaan orang-orang untuk terjun di pasar tenaga kerja. Tinjauan kualitatif memang tidak bisa memberi masukan berarti untuk menyusun prediksi seperti itu. sehingga upaya kuantitatif perlu dilakukan. Model kualitatif akan tampak “naif” tanpa adanya penghitungan berbagai hubungan empiris atas berbagai variabel. Ini merupakan alasan berikutnya bagi berkembangnya upaya kuantifikasi yang selanjutnya memang berhasil mempertajam akurasi model- model ekonomi untuk keperluan taksiran dan proyeksi perilaku ekonomi di masa mendatang. Segenap upaya kuantifikasi, dan berbagai perangkatnya, itulah yang disebut ekonometri. Ini adalah cabang ekonomi dan statistika yang bertujuan menciptakan estimasi empiris dalam model-model ekonomi. Semula, para ekonom harus puas dengan data antar-waktu (time-series) yang dipasok pemerintah dan lembaga-lembaga riset resmi. Namun dengan berkembangnya ekonometri, para ekonom dapat menyusun sendiri data-data silang (cross-section) yang lebih sesuai dengan tujuan analisisnya. Namun karena data-data seperti itu tidak bisa muncul begitu saja, maka para ahli ekonometri hams mengembangkan sendiri teknik-teknik khusus sesuai dengan karakteristik data. Misalnya, pemakai data antar-waktu agregat harus selalu memeriksa kemungkinan kekeliruan dari berbagai persamaan yang dibakukan agar selalu relevan dengan periodisasinya. Bagi pemakai data silang, konsistensi acapkali menjadi masalah karena observasi saja tidak menjamin terjaganya prinsip random yang menjadi kunci dalam banyak riset ekonomi.
Penafsiran data untuk memahami hubungan-hubungan ekonomi tertentu memang tidak pernah sederhana. Karena banyak asumsi statistik klasik sulit dipertahankan, para ahli ekonometri sulit memastikan validitas asumsi-asumsi statistik mereka sendiri dalam penyusunan model. Dalam kondisi seperti ini mereka sering mengembangkan metode pemecahan sendiri. Karena itulah perkembangan ekonometri selalu diwarnai oleh debat panjang tentang metodologi dan relevansi berbagai persamaan yang melandasi model proyeksi perilaku ekonomi. Itu berarti tidak ada standar ekonometri yang benar-benar baku untuk menguji berbagai hipotesis, apalagi jika aspek teoritisnya bersifat unik (berlaku hanya untuk variabel-variabel tertentu). Terlepas dari kelemahan-kelemahan ini, ekonometri telah banyak membantu para ekonom dalam mengembangkan model-model untuk keperluan proyeksi. Secara historis, perkembangan teknik-teknik ekonometri berjalan seiring dengan perkembangan ketersediaan data dan daya komputasi. Ekonometri mulai menjadi disiplin ilmu yang berdiri sendiri pada akhir 1920-an dan awal 1930-an. Econometric Society berdiri pada 1931, ditopang oleh Alfred Cowles yang berminat memiliki proyeksi harga saham. Namun perkembangan yang sangat pesat baru terjadi setelah usainya Perang Dunia Kedua. Hal itu dikarenakan kuatnya komitmen pemerintah banyak negara untuk menjalankan kebijakan-kebijakan makroekonomi ala Keynes yang memerlukan banyak data dan analisis proyeksi yang bisa disediakan eieh ekonometri. Ada dua elemennya yang paling menarik perhatian, yakni fungsi konsumsi yang mempertautkan konsumsi (atau tabuncan dencan disposable income; serta fungsi investasi yang menyatakan angka-angka investasi agregat dalam bentuk laju permintaan agregat (produksi SUKU bunga, dan berbagai variabel lainnya) yang sangat relevan untuk keperluan proyeksi. Ada rumusan lain. namun rumusan ekonometri adalah yang paling baik, khususnya fungsi konsumsi.a yang sejak 1950-an tidak memperoleh tandingan. Terpenting baru terjadi di tahun 1960-ar data-data dan daya komputasi terlama rndahi komputer) berkembang pesat Mesfcpur. prediksi model ini ada batasnya, secara ismur akurasinya dipercaya dan digunakan para ahli ekonometri mulai berusaha menyajikan mode i-model yang lebih lengkap (tidak lagi berfokus pada masing-masing persamaan secara terpisah .
Sejak 1950-an. aplikasi ekonometri juga me-madukan pengujian atas oersacai hipotesis yang diajukan oleh model-model yang sudah ada Ini dilakukan dengan persamaan atau proposisi pengujian tunggal untuk, misalnya, melacak pola konsumsi dan informasi yang dimiliki rumah tangga dalam mengatur konsumsinya. Hal ini sekaligus juga mengungkap berbagai kelemahan dalam model, sehingga ekonometri juga ikut membantu usaha-usaha penyempurnaan model-model tunggal. Salah satu kelemahan model itu terletak pada pemakaian data yang salah (tidak sesuai) sehingga pada akhirnya model ini tidak pernah bisa diuji karena tidak ada teknik yang mampu membuktikan keterkaitan antara suatu model dengan data yang pada dasarnya tidak berhubungan dan tidak pernah terekam dalam statistik. Dalam analisis permintaan, misalnya, di mana teorinya sudah sedemikian canggih, para ahli ekonometri mengalami kesulitan pengujian karena penyimpangan data acapkali sudah terlalu jauh sehingga tidak bisa dilacak lagi. Akibatnya, langkah untuk membuktikan hipotesis atau asumsi-asumsi teoretis bukan dengan melihat kebenarannya, melainkan bobot kesalahannya. Tersedianya data-data silang dari survey dan panel (responden perusahaan atau rumah tangga diwawancarai secara terpisah dan langsung) ikut memacu perkembangan teknik-teknik ekonometri untuk mengupas berbagai variabel yang pada dasarnya bersifat kualitatif. Upaya pengukurannya biasanya dilakukan dengan memberi rentang nilai diskret untuk variabel tersebut, misalnya dari 0 hingga 1, atau pilihan jawaban “ya” dan “tidak” yang kemudian diolah menjadi kode angka. Estimasi dari model mikroekonometri tersebut harus menembus berbagai kesulitan teknis (misalnya nilai-nilai negatif menyulitkan analisis, dan angka data yang menyimpang sulit direkonsiliasikan) sehingga model ini biasanya lebih mahal ketimbang model regresi klasik, walaupun data yang diolahnya memang lebih besar ketimbang model-model makroekonometri. Masa depan mikroekonomi tertolong oleh kemajuan teknologi komputer sejak akhir 1960-an. dengan perangkat lunak khusus, berbagai data yang rumit dapat diolah secara serentak. Aplikasi komputer memang sangat luas, mulai dari ilmu ekonomi tenaga kerja (labour economy) hingga analisis pilihan (dalam penawaran dan partisipasi tenaga *eria. pendidikan, perpindahan kerja, frekuensi pensiun dan migrasi). Kemajuan ini memperbesar lagi minat para ekonom untuk berbagai variabel. Ekonometri telah berkembang ke tingkat dominan. Para ahli sejarah ekonomi pun menggunakan hasil analisis ekonometri — perpaduannya disebut kliometrika (cliometrics) untuk mempelajari, misalnya, dampak pembangunan jaringan kereta api atau perubahan teknologi pertanian dan industri bagi perekonomian AS atau Inggris. Tumbuh suburnya aneka data sangat menopang perkembangan ekonometri pada 1950- 80, dan nampaknya pertumbuhan sesubur itu takkan terulang lagi. Perkembangan bidang studi ini di masa mendatang tampaknya akan terpusat pada penyempurnaan metode ekstraksi agar dari data yang sama dapat diperoleh lebih banyak informasi. Itu berarti para ekonom dan ahli ekonometri harus memberi perhatian lebih banyak terhadap aspek-aspek teoretis dan spefisikasi statistik dalam model-model mereka, demi menjernihkan asumsi-asumsi yang melandasi pengujian hipotesis. Untunglah teknologi komputer sudah berkembang sedemikian rupa sehingga model sekompleks apa pun dapat dirumuskan dan berbagai masalah teknis yang dulu mengganjal kini sudah dapat diatasi.

PENGERTIAN EKONOMETRI | ok-review | 4.5