PENGERTIAN ECHINODERMATA

By On Tuesday, February 25th, 2014 Categories : Ilmu Alam

Berasal dari kata echinos yang berarti landak kecil dan derma berarti kulit, merupa­kan salah satu filum hewan Avertebrata. Filum yang telah ada sejak jaman Kambrium ini terdiri atas 20 kelas. Lima belas kelas telah menjadi fosil, sedang­kan sisanya masih hidup sampai sekarang, yaitu Cri- noidea (misalnya lili laut), Asteroidea (misalnya bin­tang laut), Ophiuroidea (misalnya bintang mengular), Echinoidea (misalnya bulu babi), dan Holothuroidea (misalnya timun laut). Dari 5 kelas ini terdapat kira- kira 6.000 jenis yang tersebar luas. Semua jenis hidup di laut, dan semua, kecuali beberapa jenis timun laut, merupakan hewan bentik. Habitatnya di setiap relung laut, mulai dari pantai sampai laut dalam. Pakannya sangat bervariasi, antara lain makan kotoran, detri­tus, ganggang, plankton, dan hewan kecil, sampai moluska.
Echinodermata memiliki beberapa ciri khas, antara lain bentuk tubuhnya yang simetris bilateral atau si­metris biradial (bilateral dan radial). Meskipun demi­kian, semua larva Echinodermata berbentuk simetris bilateral. Yang menarik bagi pakar biologi adalah lar­va Echinodermata menunjukkan adanya hubungan dengan nenek moyang Vertebrata. Tubuh Echinoder­mata terbagi atas lima (kelipatan lima) sumbu dengan mulut yang terletak di bagian bawah sebagai pusat­nya. Anggota tubuh yang disebut lengan (jika ada) ter­pencar dari pusatnya. Ciri khas lain hewan ini adalah kerangka dalam osikel yang mengandung zat kapur. Osikel yang dilindungi oleh kulit ini mempunyai struk­tur yang bervariasi, antara lain ada yang dipisahkan oleh jaringan ikat sehingga tubuh menjadi lentur; ber­satu membentuk rangka yang kaku; tereduksi men­jadi butiran kecil dan keras sehingga di dalam kulit merasa liat; dan ada yang keluar menembus kulit se­hingga tampak seperti duri.
Kebanyakan anggota Echinodermata mempunyai suatu struktur tubuh mirip tabung, yang disebut kaki-tabung. Kaki-tabung berfungsi sebagai alat gerak, alat pernapasan, sebagai organ perasa, dan untuk menang­kap mangsa. Pada ujung tabung terdapat alat peng- isap. Selain itu, Echinodermata tidak mempunyai organ ekskresi. Sistem sarafnya sangat sederhana. Coelom atau rongga utama tubuhnya telah berkem­bang dengan baik. Rongga tubuh ini terdiri atas be­berapa ruang rumit, yang salah satunya merupakan sistem pembuluh air atau sistem ambulakral. Dengan adanya sistem ini memungkinkan air beredar ke selu­ruh tubuh. Sistem ini bekerja sebagai sistem hidrau­lik sehingga memungkinkan kaki-tabung menjalankan tugasnya.
Echinodermata bereproduksi dengan bertelur. Te­lur ini dibuahi di luar tubuh induknya. Telur mene­tas menjadi larva yang bersifat plankton atau bere­nang bebas. Larvanya dilengkapi dengan coelom yang terbagi atas tiga ruangan. Pada perkembangan selan­jutnya, larva mengalami metamorfosis dari bentuk­nya yang simetris bilateral menjadi simetris radial.

PENGERTIAN ECHINODERMATA | ok-review | 4.5