PENGERTIAN ECENG GONDOK

By On Tuesday, February 25th, 2014 Categories : Ilmu Alam

Suatu jenis herba tahunan yang tumbuh mengapung di waduk, danau, sungai, dan ra­wa di daerah tropika. Koloni yang membentuk pulau terapung itu dapat menyebabkan pendangkalan, pe­nyumbatan waduk, dan gangguan irigasi di perairan yang ditumbuhinya. Tingginya antara 40—80 senti­meter. Daunnya tersusun dalam roset, helaian daun berbentuk bulat telur melebar, dan tangkai daun menggembung menyerupai gondok. Bunganya tersu­sun dalam bulir yang terdiri atas 10—35 bunga ber­warna lila. Di Jawa, buahnya tidak pernah berkem­bang dengan sempurna.
Pada mulanya eceng gondok diperkenalkan ke be­berapa negara tropis sebagai tanaman hias. Tumbuhan ini pertama kali didatangkan ke Indonesia lewat Ke­bun Raya Bogor pada tahun 1894. Karena perkem­bangbiakan vegetatifnya cepat, eceng gondok menjadi gulma perairan yang sangat mengganggu. Misalnya di Rawa Pening, Jawa Tengah. Di daerah asalnya, yaitu Brasilia, eceng gondok tidak menimbulkan ma­salah karena beberapa penyakit dan serangga menjadi faktor pembatas bagi pertumbuhannya.
Pertumbuhan eceng gondok sangat cepat. Untuk melipatgandakan populasinya dibutuhkan waktu 2—4 hari saja. Dengan cepat tumbuhan ini menutupi per­mukaan air. Sinar matahari yang sangat dibutuhkan tumbuhan air akan terhalang. Begitu pula oksigen yang diperlukan hewan-hewan air akan diserap oleh akar-akar eceng gondok. Akibatnya, banyak tumbuh­an dan hewan air yang ada di bawahnya mati. Di sam­ping itu, perahu pun tidak dapat mengarungi perairan tersebut.
Upaya pengendalian gulma air ini perlu dilakukan secara terus-menerus karena pengendalian yang dila­kukan satu kali saja tidak akan menyelesaikan masa­lah. Dalam satu penelitian pengendalian di Rawa Pe­ning, untuk mendapatkan populasi yang menurun, pemberantasan dikerjakan setiap minggu dengan tar­get 25 persen populasi.
Banyak penelitian telah diadakan untuk meman­faatkan eceng gondok. Ternyata bagi pertumbuhan­nya, herba ini menyerap beberapa bahan kimia, ter­masuk bahan kimia dari limbah industri. Karena itu pada awal tahun 1970-an eceng gondok mulai dipa­kai untuk membersihkan limbah. Daun muda, tang- kai daun, serta perbungaan eceng gondok dapat di­makan, meskipun kurang disukai karena dapat me­nyebabkan gatal-gatal. Tumbuhan ini dapat juga di­manfaatkan sebagai makanan babi. Serat batangnya dapat dipintal sebagai bahan pengganti goni, atau di­proses untuk kertas pembungkus. Di Indonesia ada yang pernah mengolah eceng gondok sebagai sumber pengganti biogas yang kemudian dimanfaatkan seba­gai bahan bakar pemanas ataupun lampu penerangan. Bunganya digunakan untuk obat pada kuda yang sa­kit kulit. Tumbuhan ini mengandung asam sianida, triterpenoid, alkaloid dan juga kaya akan kalsium, fosforus, dan nitrogen sehingga dapat dimanfaatkan sebagai pupuk.
Klasifikasi Ilmiah. Eceng gondok termasuk Ponterderiaceae (Eceng-ecengan). Nama jenisnya Eichornia crassipes.

PENGERTIAN ECENG GONDOK | ok-review | 4.5