PENGERTIAN EAST HOOK JAVA

By On Tuesday, February 25th, 2014 Categories : Antropologi

Atau “daerah ujung atau pa­ling timur Jawa”, meliputi daerah Banyuwangi seka­rang. Daerah ini terkenal pula dengan nama “pojok timur Jawa”. Dalam sejarah Indonesia, East Hook Java menjadi terkenal karena berdirinya Kerajaan Blambangan di daerah ini (lihat juga Blambangan). Berdasarkan berita Tome Pires dalam Summa Orien­tal sekitar tahun 1500, daerah pojok timur Jawa di­kuasai oleh seorang raja “kafir” bernama Pate Pimtor. Menurut de Graaf dan Pigeaud, nama ini mung­kin merupakan ucapan salah dari kata Binatara, ge­lar yang berasal dari Bhattara, yakni gelar yang la­zim dipakai oleh penguasa-penguasa daerah di Ke­rajaan Majapahit. Pada tahun 1339, ketika Raja Hayam Wuruk dari Majapahit mengadakan perjalan­an keliling menjelajahi ujung timur Jawa, Raja Blam­bangan menyerahkan tanda pengakuan atas kekuasa­an Majapahit di daerah Patukangan (Panarukan se­karang).
Pada masa pemerintahan Islam Demak, daerah po­jok timur Jawa tidak lepas dari ekspansi kekuasaan Islam ini. Pada tahun 1546, Blambangan diserbu me­lalui Pasuruan. Pengaruh Islam dengan demikian mu­lai merembes ke daerah ini. Tetapi, sebelum kekuasa­an Demak kokoh benar di daerah ini, Sultan Demak, Trenggono, meninggal dunia. Pada masa pusat peme­rintahan Islam pindah ke Pajang, perhatian terhadap pojok timur Jawa berkurang, sehingga lebih dari tiga perempat abad lamanya daerah ini terlepas dari ke­kuasaan pemerintahan Islam. Baru pada pertengahan pertama abad ke-17, daerah ujung timur Jawa di­taklukkan oleh Sultan Agung dari Mataram. Pada waktu Mataram berada di bawah pemerintahan Sultan Paku Buwono II, daerah ini bersama-sama dengan daerah pesisir utara Jawa lainnya diserahkan kepada Belanda (1743)

PENGERTIAN EAST HOOK JAVA | ok-review | 4.5