PENGERTIAN DUOPOLI DAN EKSPOR

By On Wednesday, December 4th, 2013 Categories : Ekonomi

DUMPING EKSPOR / EXPORTS adalah suatu barang dengan harga di bawah yang dikenakan di pasar dalam negeri. Dumping dapat teijadi sebagai tanggapan jangka pendek terhadap resesi di dalam negeri (yakni output yang surplus dijual ke luar negeri dengan potongan harga untuk menghabiskan surplus tersebut), atau sebagai strategi jangka panjang untuk melakukan penetrasi ke pasar ekspor (bila tempat berpijak sudah didapat, kemudian harga akan untuk dinaikkan mendapatkan keuntungan). Dengan alasan apapun, dumping dipandang sebagai perdagangan yang tidak wajar (unfair trade), dan dilarang oleh peijanjian perdagangan internasional seperti GENERAL AGREMENT ON TARIFF AND TRADE (GATT). Lihat BEGGAR-MY-NEIGHBOUR POLICY, COUNTERVAILING DUTY.
DOUPOLY / DUOPOLI adalah bagian dari OLIGOPOLI (OLIGOPOLY) yang menggambarkan PASAR (MARKET) yang hanya terdiri dari dua penjual atau pemasok. Ada beberapa model pasar duopoli yang dapat digolongkan ke daiam dua kategori utama:
(a) model yang tidak reaktif yang tidak memberi kemungkinan kepada suatu perusahaan untuk mengantisipasi reaksi saingannya baik mengenai perubahan harga maupun kuantitas. Sebagai contoh, dalam model Duopoli Bertrand, setiap pemasok mengasumsikan bahwa saingannya tidak akan merubah harga sebagai tanggapan terhadap pemotongan harganya, dan asumsi ini akan merangsang perusahaan tersebut untuk menurunkan harganya untuk meningkatkan penjualannya. Selama alasan kedua perusahaan tetap seperti ini, maka harga secara bertahap akan turun sampai pada tingkat harga persaingan (yakni keseimbangan KEUNTUNGAN NORMAL/NORMAL PROFIT equilibrium)). Dalam model Duopoli Cournot kuantitaslah yang disesuaikan bukan harga, di mana satu perusahaan mengubah-ubah outputnya dengan asumsi bahwa output dari saingannya tidak berubah. Selama alasan kedua perusahaan seperti ini, maka output secara bertahap akan meningkat sampai pada titik dimana pangsa kedua perusahaan sama dan keduanya hanya mendapat keuntungan normal.
(b) model yang reaktif di mana secara eksplisit mengasumsikan bahwa kedua perusahaan menyadari bahwa mereka saling tergantung dan dengan alasan ini akan berusaha untuk menghindarkan bentuk-bentuk persaingan yang saling menghancurkan. Model ini disebut juga duopoli persekongkolan. Lebih khusus, kedua perusahaan akan berusaha untuk memaksimumkan keuntungan bersama dengan menetapkan harga kesepakatan di atas harga keseimbangan dalam persaingan. Keuntungan maksimum ini dapat dicapai dengan cara informal seperti kesepakatan kedua perusahaan bahwa salah satu dari mereka bertindak sebagai pemimpin dalam penetapan harga (lihat model PRICE LEADERSHIP) atau dengan cara PERSEKONGKOLAN (COLLUSION) formal antar dua duopolis (lihat CARTEL).

PENGERTIAN DUOPOLI DAN EKSPOR | ok-review | 4.5