PENGERTIAN DRAMA GONG

By On Tuesday, February 25th, 2014 Categories : Antropologi

Muncul sekitar tahun 1967 akibat perkembangan drama modern di Bali. Drama gong sangat populer di Bali, sehingga hampir setiap desa mempunyai drama ini. Biasanya drama gong mengambil cerita Panji, babad, sejarah, dan cerita rakyat lainnya, dengan menggunakan bahasa Bali, tanpa naskah. Drama gong tidak menampilkan unsur tari seperti drama tradisional tetapi menampilkan akting drama modern.
Drama gong bertujuan memberi hiburan masyarakat umum, sehingga tema yang ditampilkan berupa cerita roman atau cerita populer lainnya. Hal kedua yang ditonjolkan oleh drama gong adalah unsur lelucon, baik yang menyangkut kehidupan sehari-hari maupun hal-hal populer. Adakalanya unsur lelucon ini menyita banyak waktu dan tak berkaitan dengan isi ceritanya. Selain sebagai hiburan, drama gong juga terbukti sebagai sarana untuk mendidik anak, khususnya dalam menerapkan ajaran Karma Pala (hasil perbuatan sendiri) yang menyangkut aspek kehidupan sehari-hari, seperti bagaimana harus berbuat baik, berbuat kebajikan, tidak berbohong, tidak mempunyai rasa iri, dll, yang diungkapkan dengan memasukkan unsur humor. Karena ceritanya tidak asing bagi penonton, penonton mengharapkan agar pertunjukan tersebut lebih banyak menampilkan unsur lelucon.
Selain lelucon, penonton pun mengharapkan akting pemain yang cukup baik sesuai dengan peran yang dibawakan. Juga diharapkan adanya pendidikan moral yang ditampilkan melalui dialog maupun plot tertentu. Drama gong masih sering menggunakan pembabakan dan plot drama tradisional walaupun pengaruh drama modern cukup besar.
Beberapa drama gong yang masih ada sampai sekarang, antara lain, Abianbase (Gianyar), Banyuning (Singaraja), Kertha Budaya (Denpasar), dan masih banyak lagi.

PENGERTIAN DRAMA GONG | ok-review | 4.5