PENGERTIAN DRAMA DI BOVEN DIGUL

By On Tuesday, February 25th, 2014 Categories : Antropologi

Roman karya Kwee Tek Hoay yang diterbitkan tahun 1938, terdiri atas empat jilid dengan tebal 718 halaman. Mula-mula roman ini diterbitkan dalam bentuk cerita bersambung di majalah Panorama yane dipimpin oleh pengarang itu sendiri, dari akhir tahun 1929 sampai awal tahun 1932. Roman ini bertema percintaan dan dendam dengan latar belakang pemberontakan komunis tahun 1926. Karya ini ditulis dalam bahasa Melayu rendah dan termasuk dalam khazanah sastra Melayu-Cina atau peranakan Indonesia. Setelah terjadi peristiwa yang menggemparkan tersebut, Kwee Tek Hoay menulis roman ini dengan maksud “buat timboelken sensatie”, dengan kata lain untuk menarik perhatian pembaca. Seperti karyanya yang lain, roman ini dimaksudkan untuk menyampaikan pandangan hidup penulis yang menganut budhisme dan okultisme.
Inti cerita mengisahkan percintaan antara Mustari, pemuda terpelajar keturunan menak, dengan gadis terpelajar Nurani. Percintaan tersebut tidak disetujui oleh ayah Mustari karena Nurani tidak berasal dari lingkungan sosial yang sama. Sebaliknya ayah Nurani tidak menyetujui hubungan tersebut karena Mustari berasal dari golongan borjuis. Kemudian Nurani dipertunangkan dengan Radeko, teman ayahnya yang komunis. Karena pemberontakan komunis tahun 1926 mengalami kegagalan, ayah Nurani dibuang ke Digul disertai putrinya yang secara sukarela menemaninya. Setelah mengalami berbagai kesalahpahaman, Mustari menyusul kekasihnya ke Digul. Ternyata Radeko, yang berhasil melarikan diri setelah pemberontakan, juga pergi ke Digul untuk menyusul tunangannya. Di Digul Radeko terbunuh oleh penduduk asli ketika bermaksud membatalkan pernikahan Nurani dan Mustari. Kedua sejoli itu akhirnya menjadi “raja dan ratu” dan mengangankan terbentuknya “Negara Kebebasan” di pulau tersebut.

PENGERTIAN DRAMA DI BOVEN DIGUL | ok-review | 4.5